Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Juli 2013

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part End"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!


Pagi ini aku merasakan seuasana yang sangat berbeda pada Asrama ini, kulihat kea rah jendela tak pernah kulihat mendung segelap ini bahkan kurasakan hawa yang sangat buruk akan datang hingga aku mendengar pyuarrrr!!!
Suara gelas yang baru jatuh pada meja belajarku,
“siapa yang sudah meletakkan gelas ini disini, bukankah aku sudah pernah bilang bila aku benci dengan gelas yang di letakkan di meja belajar, “
Aku mendekati gelas itu, Astaga, aku terkejut melihat pecahan gelas dengan percikkan darah dan ku sentuh , kucium bau darah itu,
“darah ayam” gumamku dalam hati,
“jangan jangan aku memang sudah melakukan hal yang buruk “ segera aku keluar asrama dan berencana menemui Miss Sisa untuk menceritakan apa yang sudah terjadi,
Sesaat aku keluar kamar kulihat Awan semakin gelap bahkan sesekali petir saling menyambar, ini hal pertama yang pernah aku lihat di asrama ini, sangat aneh menyaksikan mendung segelap ini di cuaca pagi buta ini,

Aku berjalan perlahan dengan angin dingin yang sesekali membelaiku, kurasakan seluruh tubuhku menggigil sesaat ketika ku lewati taman , aku mendengar suara seorang wanita sedang bersenandung merdu di taman , dlegg, sejenak aku tertegun , dengan langkah penuh penasaran aku pun mencari sumber suara senandung wanita itu,
Dan ketika kulihat,
“miss Sisilia”
Kulihat wanita duduk bersipu mencium wangi bunga dan ku dengar dengan jelas Wanita itu bersenandung dengan riang namun senandungnya itu sangat mengerikan dan seketika menelusup jantungku, tak henti hentinya jantungku berdegup kencang bahkan aku tidak mampu menenangkan diriku yang bersembunyi di balik tembok itu,
Hingga dia melihat ke arahku dan mengejutkanku, aku pun seketika bersembunyi dan bergumam dalam hati, “apa dia melihatku,
Keringat bercucuran dan kuberanikan melihat dan mengintipnya kembali bangku taman itu, tapi dia sudah menghilang, kurasakan ketenangan sejenak, dan ketika ku lihat lagi, dleeggg!!
Sosok itu berada di depanku dengan mulutnya yang penuh dengan darah dan berusaha meraihku, namun segera aku berlari, aku berlari menelusuri lorong itu, hingga aku menabrak seorang murit wanita,
“aku sedikit tenang”
Sisiwi itu bertanya padaku “kamu gagk papa kan?”
Aku berdiri dan merapikan bajuku, sesaat aku tenangkan diriku  karna aku lah yang harusnya bertanya padanya, hingga kulihat sisiwi itu menjadi Miss Sisilia, sontak aku terkejut, kaki ku mendadak lemas, dan aku hanya mampu mundur, tatapan dingin itu mampu membuatku merasakan kengerian apa yang ingin dia lakukan sebenarnya,

Hingga tepukan Miss Aila, menyadarkanku,
Kulihat ekspresi Miss Aila menatapku dengan tatapan yang curiga, dan kemudian dia menarik tanganku, membawaku bertemu dengan kepala sekolah,
Kepala sekolah menungguku di ruangan yang bahkan belum pernah aku lihat aku sedikit terkejut dimana ini??
Dan dia pun mempersilahkan aku duduk yang membuatku sedikit heran adalah Lukisan Miss Sisilia ada di ruangan itu, kemudian Miss Sisa yaitu kepala sekolahku mendekatiku dan bertanya apa ada yang ingin kau ceritakan Elfii??

Aku sedikit terkejut, aku pun bercerita tentang apa yang aku alami tapi belum aku mengatakan sepatah katapun, lampu di ruangan itu mendadak mati dan seterusnya,
“Dia disini??”
Kepala sekolah tiba tiba mengatakan hal yang tidak aku menegrti,
Kulihat wajah pucat dari Miss Aila, apa yang sebenarnya terjadi ini?

Dan tiba tiba aku, aku mencium bunga Kenanga yang sering aku lihat di taman ,
Hingga dia muncul tepat di belakang  Miss Sisa, dan langsung mencekik kulihat dia yaitu Miss Sisilia,
Seketika itu kulihat Miss Aila berusaha menghentikan makhluk itu, dengan membaca sebuah buku ya mantra lain entah apa itu?? Seperti sebuah sair tapi aku tidak mengerti tapi suara Miss Aila membacakan itu membuat mataku seakan mendadak kabur, dan suara itu sangat mengerikan sair apa itu??
Aku pun memundurkan langkahku, hingga kulihat makhluk itu berteriak sembari menutup telinganya, dan Miss Sisa banyak memuntahkan darah dari mulutnya kemudian sosok itu menghilang dan lenyap,
Kemudian Miss Aila menghampiriku dengan wajah nya yang tampak ketakutan terlihat dari keningnya yang mengeluarkan banyak keringat, dia bertanya padaku,
“dimana Elfii??”
Aku tidak mengerti maksut ucapanya sembari dia menyentuh dan mengulang pertanyaan itu,
“dimana kau melihat jasad dari dia?”
Kali ini aku mengerti segera aku mengatakan , aku menemukanya di gudang tua seberang sungai di balik tembok itu??’
Kemudian Miss Sisa, “cepat kalian pergi kesana aku tidak apa apa disini, “  
“tidak dia mengincar anda aku tidak akan meninggalkan anda” Miss Aila untuk pertama kalinya kulihat membantah perintah dari Miss Sisa,
Kemudian Miss Aila melihatku kembali dan memberiku kantong hitam , “disini ada bunga melati dan bubuk garam , kau taburkan pada jasad itu, lalu bakar dengan api yang keluar dari korek ini, kamu harus pergi kesana karna bila tidak maka,,,…”

Kulihat mata Miss Aila tiba tiba menangis darah aku pun terkejut dan segera mundur dari sana, “cepattt!! Kami tidak apa apa disini kami akan berusaha menahanya disini??? Cepat lakukan,”
Miss Aila memintaku untuk pergi kulihat mata Miss Aila semakin banyak mengeluarkan darah sebenarnya aku tidak tega bila harus meninggalkanya, dan aku pun segera berlari pergi menuju ke gudang tua itu,

Kulewati lorong itu, kulihat hujan turun dengan sangat deras bahkan sesekali petir mengelegar tapi tak kuhentikan langkahku sedikitpun dengan membawa kantong hitam aku harus menyelesaikan perintah itu karna aku lah yang bertanggung jawab,
Hingga aku melihat Rina berdiri di depanku dengan penasaran Rina bertanya padaku, kamu mau kemana ?” hujan hujan begini”
Tapi aku sudah harus pergi kukatakan singkat pada Rina “tidak ada waktu aku menceritakan semua ini aku harus melakukan sesuatu, “
Aku pun berlari meninggalkan Rina, namun kulihat Rina mengejarku, aku berhenti dan mengatakan “kamu jangan ikuti aku ini terlalu berbahaya kembalilah ke asraama??”

Aku pun melanjutkan langkahku namun kulihat Rina tetap mengejarku, aku pikir ini akan membuang buang waktu ku ijinkan Rina mengikutiku, dan ku panjat tembok itu dan kulihat Rina berhasil menysulku,
“kamu mau kemana ?? kita di larang untuk keluar dari asrama seperti ini??”
Tapi aku hanya diam , kini perhatianku tertuju pada jembatan tua dengan arus sungai yang sangat deras, aku pun berlari dan melangkah dengan hati hati ke jembatan tua itu yang sedikit bergoyang seakan tidak mampu menahan tubuh kami,
Setelah itu aku menuju ke gudang tua itu, Rina yang mungkin sudah merasa jengkel terhadapku yang tidak mengatakan apa yang sedang aku lakukan pun meraih tanganku dan menghentikanku,
“kamu ini kenapa ha?? Jawab pertanyaanku,
Aku pun dengan perasaan campur aduk mengatakan dengan kasar!!
“kita semua dalam bahaya , aku baru saja melakukan sesuatu yang bodoh??”
Hingga , srettt!! Tiba tiba aku merasakan kehadiranya ..
“dia disini?”
Rina bertanya padaku “siapa?”
Aku segera menuju ke pintu gudang itu, tapi pintu yang sebelumnya sangat mudah untuk di buka kini terkunci, kucoba untuk mengedornya bahkan Rina ikut membantuku tapi tetap tidak bisa..
“pasti masih ada jalan lain?”
Gumamku dalam hati..
Kami pun mancari jalan memutar dan kudapati sebuah jendela kaca tua, ku buka dengan cara melemparkan batu yang keras dan sukurlah kami berhasil masuk di tengah hujan yang semakin deras aku mencari dimana kamar aku melihat dia , entah saat itu aku benar benar disini atau hanya mimpi yang jelas aku tau kamar itu berada jauh di dalam gudang ini,

Hingga aku menemukanya tepat dengan rantai yang dulu aku lepaskan, sesaat aku memasukinya bersama Rina, namun hanya tempat kosong tak ada apapun di sana ,
Hingga aku mendengarnya,
Suara senandung itu , senandung mengerikan dari Miss Sisilia,
Ku dengar suara itu semakin lama semakin keras ,, aku pun merasakan hawa yang paling menakutkan bahkan tak henti hentinya aku menggigil ketakutan tak jauh beda dengan aku Rina merasakan hawa yang sama seperti aku,
Segera aku  mengenggam tanganya dan ku tarik tangan Rina Ke sebuah almari tua, dan ku biarkan dia masuk aku pun bersembunyi di balik sebuah gorden tua, kulihat pintu itu dari sobekan gorden sementara Rina ku suruh untuk tetap diam apapun yang nanti dia lihat, suara senandung itu semakin keras bulukudukku semakin berdiri, hingga

Dlegg.. tiba tiba di sampingku dia berada tepat di sampingku aku berteriak sekuat tenaga “Arghhh???”

Dan dia langsung mencekikku,
Dengan tenaga seadanya ku raih garam dan kulemparkan padanya, kulihat dia merasakan kesakitan dengan menutup matanya, Rina yang mendengar suara teriakan ku segera keluar dan melihat keadaanku , hingga dia terkejut menatapku,
“siapa itu?? Bukankah dia adalah Sosok dalam lukisan itu??
Aku pun tiba tiba teringat dengan semuanya , Lukisan itu??
Apakah ada hubunganya, lukisan itu??
Aku pun mengingat semua kembali, ya, sebuah Tali, dia mati bukan karna warga melainkan sebuah Tali dan ketika kulihat ke atas ku temukan sosok tergantung di atas loteng , ya itu adlah dia??
Miss Sisilia, aku segera berlari ke tangga tua dan aku terkejut ketika kaki ku tiba tiba lumpuh dan kulihat hidung dan mulutku mengeluarkan darah, kembali ku ambil garam itu, tapi sosok itu melemparkan aku, dengan terseok seok aku berusaha untuk bangun, tapi kulihat Rina berdiri tepat di belakang tangga itu,

“Rina , cepat turunkan jasad itu?? Cepat?
Mendengar itu Rina berlari menuju ke Tangga sosok itu berusaha mengejarnya , aku yang tampak lemah berusaha mengingat sair itu, meski aku hanya mengingat beberapa bait dari sair atau mantra itu tidak ada salahnya aku mencoba, dan kulihat dia sosok itu menahan rasa sakit sepertinya aku bisa, namun aku mendapatkan efek yang harus aku bayar ketika aku membaca sair itu,
Mataku mengeluarkan darah, meski perih aku berusaha menahanya , kulihat Rina hamper selesai menurunkan Jasad itu, aku segera menghentikan itu dan berlari menuju ke kantong hitam itu,
Blukk, suara jasad itu yang berhasil Rina turunkan, Sosok itu kini menatapku tajam dan menuju ke arahku, namun aku masih beruntung berhasil meraih kantong hitam itu, dan ku taburkan garam pada jasad itu, kulihat dia mulai berteriak, keras sekali, aku pun menutup kedua telingaku, petir semakin keras menyambar, dan segera ku taburkan juga bunga melati itu pada jasad itu ,

Kini kurasakan aku sedikit lega dan aku menunduk menangis, semoga ini semua benar benar sudah berakhir, kulihat Rina baru saja menuruni anak tangga dan menatapku, aku tersenyum padanya
Kupikir ini semua sudah berakhir rind an sesaat aku berdiri, Rina melihatku dengan tatapan yang menyuruhku melihat ke belakang, aku pun memalingkan wajahku, sosok itu masih hidup bahkan dia berdiri dan langsung menarik tanganku hingga aku terjatuh, dan dia melihatku dengan darah yang menetes pada wajahku, apakah aku akan berakhir disini,
Hingga dengan sigap Rina mengambil sebuah Garpu yang biasa di gunakan petani untuk memindahkan Bambu, yang sudah berkarat tentu saja ini adalah gudang penyimpan lumbung padi , jadi benda seperti itu pasti ada di tempat ini,
Rina tepat menancapkan pada kepalanya, Garpu yang tertancap pada kepalanya bahkan tak mampu menghentikan sosok itu,
Rina meraih tanganku dan menarikku untuk berlari keluar, pintu masih terkunci kami terjebak, kulihat banyak tumpukkan padi, aku lupa bila aku harus membakar jasad itu setelah menabur garam dan bunga melati itu,
Segera aku membakar tumpukkan jerami itu yang menyebabkan kebakaran hebat, kami masih terjebak kami berusaha mendobrak dengan tenaga seadanya dimana api semakin besar kami terus berusaha hingga pintu pun akhirnya terbuka,
Bruakakkak”
Kami pun terpelosok ke tanah dan merangkak menjauh dari gudang tua itu, kulihat api semakin besar dan mulai membakar gudang tua itu, meski hujan masih terjadi tapi tak mampu menghentikan api itu yang semakin besar kami terus menatap rumah itu,
Apakah dia masih akan mengejar kami, bukankah dengan api dia akan musnah, tapi perkiraan kami salah dia menghampiri kami dengan tubuh terbakar, bahakan dia merangkak menuju kea rah kami dengan kepala tertancap garpu dan tubuh terbakar dia berusaha meraih kami,
Kami sudah tidak memiliki kekuatan lagi akibat kelelahan, kami merangkak menjauh hingga tubuh itu mendadak mulai menjadi debu..
Kali ini semua berakhir, Rina memelukku , aku menangis kulihat darah bersimbah di wajah ku dan Rina membasuh wajahku dengan bajunya dan mengatakan “semuanya sudah berakhir, dia tidak akan muncul lagi??”

Kami kembali ke asrama dengan Rina membopong tubuhku yang sangat kelelahan, kulihat Miss Sisa Dan Miss Aila yang tidak berbeda dengan kami , terlihat darah bersimbah pada tubuh mereka, mereka memelukku,
“kalian tidak apa apa ??”
Miss Sisa yang tampak hawatir dengan keaadaan kami,

Seminggu kemudian..
Setelah kami tenang dan merahasiakan semua ini dari semua murit siswi asrama ini,.
Miss Sisa menemuiku dan menceritakan siapa Miss Sisilia, aku hanya tertegun mendengar cerita itu dan mengatakan “kami sudah lama mencari jasad itu tapi kami tidak pernah menemukanya, kami berharap sekarang dia bisa tenang bila semua ini sudah berakhir??”
Aku hanya tertunduk diam melihat Lukisan itu yang masih tergantung di ruang utama, meski kami mengalami kejadian itu tapi lukisan teteplah lukisan,
Dan semuanya sudah selesai..


3 Tahun berlalu…

 kini adalah hari kelulusan ku dari sekolah ini meski aku tidak meraih nilai yang bagus, tapi aku cukup puas, dan yang paling membuatku senang adalah Rina sahabat terbaik yang pernah aku miliki,
“besok kamu akan kembali ke kotamu ya?? Rina bertanya padaku,
“aku  mengangguk dan mengatakan “kapan kapan mainlah kesana ?? aku akan membawamu berkeliling di sana dan kamu pasti menyukainya,
Kami terseyum bersama dan menghabiskan waktu bersama,
Kini aku mengemasi barang barangku dan Rina sudah kembali ke kota nya kemarin sore meski dia pergi duluan tapi aku senang sudah bisa mengahbiskan waktu bersamanya ..
Dan tak kan aku lupakan , sesaat aku berjalan melewati ruang tengah kembali aku menatap lukisan itu, kulihat lukisan itu masih menyimpan misteri tiap aku melihatnya, tapi itu ..
Aku pun segera melangkah pergi hingga langkahku terhenti, setelah aku mendengar suara memanggil namaku “Elfii”
Aku terhenyak diam dan melihat lukisan itu tapi tak kudapati ada apa apa, mungkin hanya hayalanku, aku pun kembali melangkahkan kakiku pergi dan kembali ke kotaku,
Kini legenda urban mengenai misteri di balik lukisan Sisilia menjadi legenda urban yang cukup berhasil menakut nakuti anak baru tapi apapun itu, yang aku tau bila Dia memang ada…….



The End <3   


Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 5"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!

Kali ini Miss Aila kembali menyeretku dan membawaku ke ruangan kepala sekolah lagi untuk menemui kepala sekolah miss Sisa,
Dan kulihat Miss Sisa, menatapku dengan tatapan tajam , entah kenapa semuanya terasa aneh suasana di sekolah ini yang aku pikir akan tenang mendadak berubah menjadi suasana penuh dengan tanda tanya,
“kamu boleh keluar, dan kamu Elfii, silahkan duduk??”
Kulihat Miss Aila keluar ruangan setelah mendapatkan perintah  , dan Miss Sisa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arahku dengan langkah pelan aku hanya tertunduk diam dalam keheningan,
Kemudian dia mendekatiku dan membisikkan padaku, “apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa kau ingin menentangku, katakan ..?”

Aku hanya menatapnya sesekali aku membuang muka, aku sudah tidak perduli apa yang nanti akan aku dapatkan dari hukuman ini, tapi yang jelas aku tidak bersalah dan tak ada unsure aku menyakiti dia atau entah siapa itu?
Dan Miss Sisa mendekati sebuah rak buku, kulihat dia mengambil sebuah buku dan membukanya, dan dia hanya mengatakan entah kalimat apa itu tapi aku tidak pernah mendengarnya seperti sebuah mantra,

Semakin lama aku mendengar mantra itu semakin aku merasakan tubuhku menggigil seolah nyawaku akan terangkat dan mendadak mataku menjadi gelap seolah ada sesuatu yang terjadi pada tubuhku,  kulihat aku kembali memuntahkan darah amis dari sebuah darah ayam, di meja itu, hingga sesuatu keluar dari tubuhku, ahhhhh… aku berteriak dan semuanya ..

Aku masih dalam keadaan sadar yang kulihat hanya sosok samar samar di belakang Miss Sisa, yaitu Miss Sisilia, dan kulihat dia menatap ke arahku, dengan tatapan yang membuat aku tidak bisa melakukan apa apa kecuali ,, menahan rasa sakit di tenggorokanku,
Ketika ku sadar aku terduduk di ruangan itu dengan tenaga sisa aku sangat kelelahan dan masih menahan rasa sakit di tenggorokanku,
Tapi tak kulihat darah di meja itu, padahal yang aku ingat aku memuntahkan darah di atas meja itu, aku melihat Miss Sisa duduk terdiam melihat kaca, dan sedang membaca buku, aku tampak heran dengan apa yang baru saja terjadi padaku,

Sesaat aku akan bertanya sebenarnya apa yang terjadi padaku, Miss Sisa memotong pembicaraanku,
“kamu sudah bangun , sukurlah, kamu baru saja pingsan aku pikir sakit parah rupanya hanya kelelahan,”
Apa yang terjadi padaku miss?? Aku mencoba bertanya padanya,
“kamu hanya kelelahan, dan sekarang kamu bisa pergi ke kamarmu, “
“apa?” dalam hati aku bingung bukankah aku kesini akan mendapatkan hukuman setelah aku berkelahi dengan sahabatku sendiri Rina, lalu kenapa Miss Sisa tidak menghukumku, pertanyaan itu terus membayangiku, namun aku beranjak pergi setelah memberi salam pada Miss Sisa, dan melangkah meninggalkan ruangan itu,

Sesaat aku membuka pintu, kulihat Miss Aila tersenyum padaku entah kenapa setelah aku terbangun semuanya seolah aneh dan kenapa Miss Aila tersenyum padahal sebelumnya dia bahkan tak pernah tersenyum sedikitpun padaku,
Aku melangkah menuju ke kamarku, dan kulihat murit murit lain di sepanjang perjalanan melihatku aneh dan kadangkala menjuhiku, seolah ada yang sedang dan baru saja terjadi yang tidak aku ketahui,
  Sesaat ketika ku buka pintu kamarku aku melihat Rina duduk terdiam seolah baru saja menangis, dengan kepala tertunduk, aku menatapnya dan kemudian Rina menatapku setelah mendengar aku yang baru saja membuka pintu, Rina menatapku dengan tatapan penuh linangan air mata,

Saat itu perasaan campur aduk dalam hatiku, aku masih menyimpan pertanyaan siapa sosok di depanku ini,
Kemudian yang membuatku terkejut adalah Rina berlari menghampiriku dan memelukku, kulihat tetesan air matanya menempel pada pipiku, aku bingung ada apa ini? Kenapa Rina yang sebelumnya sudah menfitnah ku mendadak memelukku?
“kamu gagk papa kan Elf, kamu gagk papa kan??”
Aku menatapnya dengan heran, dan aku pun bertanya sebenarnya apa yang terjadi Rin?”
Rina menarikku masuk dan menutup pintu itu, dan membawaku duduk di atas ranjang miliknya dengan kelihatan wajah pucat dia bertanya padaku,
“kamu gagk inget apa apa Elf??”
Aku hanya menggelengkan kepalaku dan mengatakan tidak.
“kamu tau kalau kamu sudah 3 hari kerasukan aku dan teman teman sudah mencoba menahan kamu tapi kamu terus menerus mengatakan , aku akan balas dendam dengan mata hanya menunjukkan kemarahan tanpa pupil kamu juga sering berteriak, berikan aku darah ayam, kami ketakutan dan akhirnya kami membawamu ke Miss Sisa, dan entah apa yang beliau lakukan tapi kami sangat senang kamu bisa kembali normal,”
Jadi selama ini aku lah yang merasakan ke anehan itu., akulah yang selama ini kerasukan, jadi semua yang aku lihat itu, Rina, dia  aku mengerti,  Miss Sisa yang sudah mengusir Miss Sisilia dari tubuhku, dan sosok yang keluar dari tubuhku adalah dia,
Pantas saja tenggorokan ini terasa sakit aku , mamakan darah ayam,


Dan sesaat aku benar benar bingung untuk apa dia merasukiku, aku hanya tertunduk diam di dalam pelukkan Rina, yang terlihat sangat hawatir melihatku, selama ini aku merasakan dia lah yang sudah berubah padahal akulah ..
Aku hanya menunduk dan tersenyum memiliki sahabat yang sebaik ini,
Tapi tetap saja dia pasti akan kembali, karna semuanya masih ada yang terlewatkan entah apa itu, aku yakin semua ini belum selesai,

Kini malam telah tiba, dan baru saja aku membuat semua penghuni asrama di sini gempar dengan melihat aku kesurupan semoga itu tidak akan terulang lagi,
Rina mengatakan “kamu tidur dulu saja , aku yang akan menjagamu sebelum kamu tidur..”
Aku pun segera memejamkan mata sesaat melihat Rina rela untuk mengijinkan aku terlelap dahulu,
Malam semakin larut aku merasakan ada yang baru saja membelai rambutku, aku pun terusik dan membuka mataku, tak kulihat siapapun di depanku, kulihat Rina terlelap dalam meja belajarku, aku sungguh tertegun melihatnya begitu memperhatikanku, ku ambil selimut dan kututupi tubuhnya agar dingin malam ini, tidak membuatnya sakit, dan sesaat aku akan tidur lagi, aku merasakan suara itu, suara yang sudah kesekian kali aku dengar tiba tiba muncul dan membuat jantungku berdegup,
“Elfii, Elfii”
Bila sebelumnya aku hanya mendengarnya sesekali kali ini aku seringkali mendengarnya, aku terdiam apa yang harus aku lakukan? Apakah aku bangunkan saja Rina?”
Tapi tiba tiba  suara pintu kamarku ada yang mengetuk dengan lirih,
“tok tok tok”
Aku semakin ketakutan dapat kurasakan kakiku tak henti hentinya bergetar hebat, dan membuat tangan ku serasa mati, kemudian dengan perlahan pintu itu terbuka dengan sendirinya,
“pruakkk”
Tak kulihat siapapun di balik pintu yang terbuka itu, dan kemudian aku mulai melangkah mendekati pintu itu, ku langkahkan kakiku perlahan lahan hingga kurasakan hembusan angin menyapu rambutku, suasana dingin membuatku mengiggil , dan ketika kulihat lorong itu kudapati seseorang bayangan putih baru saja melewatiku,
Entah apa yang membuatku melakukan hal gila ini, aku mengikuti bayangan itu, bahkan hingga membawaku menuju ke ruang utama itu dimana aku dapat melihat lukisan miss Sisilia, dan aku yakin pasti ada sebuah rahasia di asrama ini dan aku harus mengetahuinya, kulihat dengan jelas lukisan itu,
Ku tatap kembali rumah tua dan sebuah tali,. Lukisan ini sangat aneh, dan menggambarkan apa ?
Hingga suara itu memanggilku kembali, kali ini suara itu membawaku ke sebuah taman di asrama ini,
Semakin lama suara itu semakin keras, aku terus mengikutinya, dan aku sangat terkejut sosok Miss Sisilia berdiri de depanku, kali ini dia menampakkan dirinya menyerupai lukisan itu dengan rambut ikal panjang yang di ikat, dia tersenyum kepadaku membawa sebuah bunga dan melihatku,
 Sebenarnya aku sangat ketakutan melihat sosok dia meski kali ini dia menampakkan dirinya tak seseram sebelumnya kemudian dia terbang dan melayang menuju ke arahku,

Melihat itu sebenarnya mampu membuat jantungku berdegup sangat kencang dan membuatku sedikit memundurkan langkahku,
Kemudian, tepat di hadapanku,
Dia melakukan hal yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya,

“dia menangis di hadapanku dengan menunduk ke arahku”
Melihat itu aku sedikit menaruh simpati apa yag sebenarnya dia lakukan hingga menangis seperti ini,
Dan aku pun bertanya apa yang membuatmu menangis?’
Kemudian dia menunjuk sebuah tempat dimana kami siswi di asrama ini tidak boleh kesana karna itu keluar dari perbatasan asrama,

Tapi melihatnya seperti itu membuatku untuk pergi kesana ,
Dan sosok itu kemudian menghilang tepat di hadapanku,
Aku pun menuju kesana, perlahan lahan aku melihat sebuah tembok, dengan nekat aku memanjat tembok itu dan ku dapati sebuah sungai kecil dengan jembatan tua, aku kembali berfikir apakah aku harus melakukan ini, hinga akumendengar suara namaku lagi ya dia memanggilku terus menerus,
“Elfii, Elfii”
Aku pun berjalan di jembatan tua itu meski jembatan itu sudah sangat tua, tapi jembatan itu masih sangat kuat, satu hal yang menggngguku , bila aku berfikir , jembatan ini sepertinya sudah lama di tinggalkan lalu aku akan menuju kemana??

Pasti ke sebuah tempat yang sudah lama tidak terjamah dengan manusia
 Ternyata benar apa yang aku pikirkan dan semuanya kini sudah jelas aku melihat sebuah gudang yang aku kenali yaitu gudang tua dalam lukisan itu,
Aku pun perlahan membuka pintu itu, dan kurasakan suasana mencekam dalam gudang tua itu, seperti sebuah tempat yang di gunakan seorang petani bila menyimpan padi,
Dan kali ini suara itu membawaku masuk lebih jauh lagi ke gudang tua itu,
Semakin lama suara itu semakin keras, dan kudapati, sebuah pintu dengan rantai terkunci besi, aku mencoba membukanya tapi tidak bisa, aku mencoba mencari sebuah alat untuk membuka pintu itu,
Alasanku adalah pasti semua pertanyaanku akan terjawab di balik pintu ini dan aku yakin rahasia itu ada di balik pintu ini,
Entah apa itu,
Dan ku lihat sebuah besi tua ku ambil dengan kekuatan seadanya aku berusaha keras membuka pintu itu, dan sukurlah rantai itu dapat di patahkan akibat mungkin sudah terlalu lama rantai itu hingga menjadi besi karatan,
Dan kini pintu itu aku pasti bisa membukanya,
Dan ketika ku buka pintu itu, astaga aku terkejut melihat seseorang mayat yang sudah menjadi tengkorak dengan kaki dan tangan di pasung , kulihat pakaian sudah sobek bahkan aku mungkin dapat memperkirakan bila mayat ini mungkin sudah berumur 20 tahun kematianya,
Jangan jangan ini adalah mayat dari Miss Sisilia, dan karna itu dia gentayangan di asrama kami, apa bila aku melepaskanya aku akan membuatnya tenang segera aku mendekatimayat  tangan dari tengkorak itu dan sesaat aku menyentuhnya tiba tiba aku merasakan sesuatu yang tidak enak dalam hatiku, tapi aku tetap melanjutkan untuk melepasnya..

Selang beberapa menit,
Dan akhirnya aku berhasil melepaskanya, ku lepaskan pasung di kaki dan tanganya, hingga berhasil aku melepaskanya..
Aku pun bernafas lega sejenak semoga arwahnya kali ini akan tenang aku tinggal memanggil kepala sekolah agar mayat ini dapat di kuburkan dengan layak,
Sesaat aku akan beranjak pergi, aku di kejutkan oleh sebuah tangan yang menarik kakiku hingga membuatku terjatuh dan astaga!!
Aku melihat mayat itu bergerak dan menatapku tajam perlahan lahan wajah tengkorak itu menumbuhkan kulit dan menjadi sebuah wajah yag sangat mengerikan, dengan mulut penuh dengan darah  dia menarikku dan mengatakan
“kalian semua harus merasakan apa yang dulu aku rasakan , aku akan membalaskan dendam ku dendam 20 tahun kalian membuatku seperti ini?”
Dan dia mencekikku, mendadak semuanya pun gelap, dan ketika aku membuka mata aku melihat sebuah keramaian ada apa ini..

“ya kulihat dengan mata kepalaku sendiri “Miss Sisilia sedang di tarik oleh rombongan masyarakat dan di seret kulihat wajah penuh darah seolah baru saja dihakimi oleh masyarakat, dia di seret ke gudang itu dan memasung kaki serta tanganya , aku mendekati kerumunan itu, kulihat semua warga mencaci makinya dengan mengatakan “penganut setan kau pantas mati,, mengerti??”

Dan aku pun terhenyak dari tidurku, keringat bercucuran dalam keningku, melihat aku seperti itu Rina menghampiriku dan bertanya ada apa??
Aku hanya  tertegun dan mengatakan “aku hanya mimpi..sukurlah,
Aku tersenyum pada Rina , dan Rina kembali ke ranjangnya,
Dan ketika ku buka selimutku aku terkejut melihat….
Astaga!! Itu bukan mimpi aku baru saja melepaskan Miss sisilia??
Kulihat kakiku penuh dengan darah dimana Miss Sisilia tadi menarikku…








Bersambung….

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 4"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!


Kami saling menatap dengan perasaan campur aduk membuatku ingin tau siapa sosok di depanku ini, Rina yang ku kenal bahkan seolah aku tidak mengenalinya sama sekali,
Kemudian kulihat dia mendekatiku, dan dengan tersenyum mengenggam tanganku , Rina mengatakan “kamu gagk papa kan?? Gagk di hukum kan??”
Walaupun Rina tersenyum dan mencoba menghiburku tetap saja rasa curiga itu masih ada dalam hatiku, dan senyuman itu meski terlihat sangat tulus tapi aku tau itu bukan senyuman dari sahabat baikku,

Hari ini aku banyak menghabiskan waktuku membaca buku di perpustakaan sekolah,
Semenjak itu aku jauh lebih suka sendiri, layaknya Rina dia juga sibuk dengan dunianya aku pun juga ingin sibuk dengan duniaku,
Kami jarang berbicara bahkan menghabiskan waktu hanya untuk saling bercerita kehidupan kami masing masing layaknya waktu pertama kami bertemu, kadangkala terbesit kenapa dengan temanku?

Sore ini aku memutuskan kembali ke kamar asrama, dan aku tau semenjak aku melanggar peraturan itu pengawasan di asrama jauh lebih ketat dari sebelumnya, sesaat aku masuk ke ruang tengah aku melihat kembali lukisan itu, dan kudekati lukisan itu,
Sebenarnya lukisan ini hanya saja menyimpan sesuatu yang aku bahkan tidak tau, siapa miss sisilia apakah dia benar nyata atau hanya legenda urban???
Kuusap tanganku aku ingin mengetahui detail lukisan itu, tapi aku merasakan ke anehan dalam lukisan itu, seperti lukisan lain pemakaian warna adalah kunci sebuah lukisan , seharusnya warna dalam lukisan menggambarkan sifat apstrak, dimana bila kita menyentuh lukisan itu seharusnya sentuhan kasar itu lah yang akan Nampak, sebaik baiknya lukisan itu di poles akan tetap kasar dalam penyentuhanya,
Aku tau sedikit mengenai lukisan karna aku pernah mengikuti pelajaran kesenian , dan aku cukup tau mengenai dasar penciptaan sebuah lukisan, tapi tidak lukisan ini lukisan ini, sangat halus bahkan aku tidak melihat ada unsure kasar di bagian manapun dalam lukisan ini,

Aku bertanya dalam hati “bahan apakah yang di gunakan untuk melukis lukisan ini?
Hingga aku perhatikan lebih mendetail mengenai lukisan itu, dan yang membuat perhatian ku tiba tiba tertujuh pada sebuah gambar di belakang lukisan itu, seolah menggambarkan perbedaan tempat dimana aku melihat sebuah rumah lumbung namun memiliki perbedaan penggambaran dengan gambar, sebuah tali , tepat berada di belakang,
Gambar itu membuatku penasaran, dimana lokasi penggambaran dari lukisan ini, seolah mengambil konsep sebuah cermin,
Ya aku yakin siapapun yang menciptakan lukisan ini adalah seseorang yang memakai konsep cermin, tapi sangat aneh ketika seorang pelukis mengambil konsep cermin bila obyek ada di depanya kecuali……????


Kubuyarkan sesaat asumsiku yang mulai melayang entah kemana itu ,
Aku pun kembali berjalan menuju ke kamar, meski pertanyaan pertanyaan itu masih membekas dalam penasaranku, aku mulai berjalan menaiki tangga,
Hingga suara hentakan kakiku di tangga menimbulkan suara yang menggema, dan kudengar suara langkah kaki lain di sertai hembusan nafas seseorang aku pun terdiam dan berhenti sejenak, memastikan apa yang aku dengar itu benar,
Ya, aku mendengarnya suara hentakan kaki menaiki tangga kutunggu siapa itu ,
Tapi tak ada apapun yang muncul, tak seorang pun dalam hati “siapa itu?”

Aku pun kembali ke kamar, sesampai di kamar, aku melihat Rina sudah merapikan tempat tidurnya dan membaca buku, aku melihatnya dengan curiga sembari meletakkan tasku ke meja belajarku,
Kulihat Rina juga menatapku dan dia tersenyum padaku, aku pun membalas senyuman nya dan segera membasuh kakiku, dan melangkah ke ranjangku, kuambil buku di dalam tasku, meski kami saling tersenyum tapi tak ada dialog apapun antara kami seolah kami saling tidka mengenali,

Tapi yang menarik perhatianku bukan dia tidak berbicara padaku melainkan, dia bahkan duduk dengan posisi yang tidak biasanya bila biasanya dia duduk bersilah dan membaca dengan santai, tapi sekarang kaki terayun dalam ranjang seolah menunjukkan cara membaca seorang bangsawan yang mengutamakan tata cara formal, tapi aku tidak bisa membuktikan apa apa apakah dia Rina sahabat kamarku atau bukan??

Kulihat malam semakin larut dan Rina juga sudah  terlelap dalam tidurnya aku pun meletakkan buku ku di atas meja belajarku di samping tas sekolahku, dan segera membereskan selimutku untuk segera tidur,

Tik tok tik tok, suara jam mulai berdetak, dan mulailah aku tidur dan memulai mimpiku,
Hingga sesaat aku terbangun dan kulihat kali ini Rina berdiri dari ranjangnya dengan hanya menggunakan piama putihnya dan sedang menuju keluar ruangan ,
Aku melihatnya tapi aku tetap berpura pura tidur, aku tidak ingin Rina tau bila aku sudah terbangun, kulirik jam menunjukkan pukul 12 malam ,
“dia mau kemana di malam selarut ini?”
Dalam hati aku bergumam,

Hingga sesaat Rina membuka pintu dia berhenti dan seketika melihatku yang masih berpura pura tidur dengan mengintipkan mataku melihat Rina menatapku aku segera menutup mataku, agar dia tidak curiga,
Kulihat suasana sudah menjadi hening, dan aku membuka mataku, sosok Rina sudah tidak ada,
 dengan pintu yang sudah tertutup rapat, aku segera menuju ke pintu dan sesaat aku menyentuh handle pintu itu aku terdiam, aku berfikir apa aku harus keluar dan melihat itu?
Padahal aku dalam keadaan sedang mendapatkan peringatan mengenai peraturan yang aku langgar,
Tapi, sudahlah, aku keluar dan mulai berjalan menuju lorong,
Suasana dingin mencekam, membuat jantungku tidak bisa berdetak dengan normal bahkan sesekali kaki ku bergetar ketakutan., tapi tetap saja rasa penasaranku dengan Rina membuatku mengikuti hatiku,
Ku dengar seseorang sedang berjalan turun, dan aku tau itu pasti Rina, aku mengikutinya dengan hati hati , agar Rina tidak tau bila aku mengikuti langkahnya,

Dan aku melewati lukisan itu kembali, hinga sosok secepat angin melintasi punggungku seperti ada yang baru melewatiku ketika ku tengok tidak ada siapa siapa,

Jantungku semakin berdetak lebih cepat ketika seperti ada yang sedang melihatku di ruangan itu membuatku berkeringat dingin,
Hingga aku mendekatkan diri pada sebuah jendela, dan kulihat Rina sedang berjalan menuju ke taman, segera aku mengejarnya dan berjalan mendekatinya,
Ku ikuti kemana Rina pergi, hingga dia berhenti di taman bunga dan menundukkan kepalanya, apa yang dia mau lakukan aku mengamatinya di balik semak semak, hingga suara desahan nafas di leherku seperti sebelumnya membuatku terkejut dan seketika mematikan langkahku,
Siapa yang ada di belakangku??”
Ku balikkan kepalaku pelan untuk melihat siapa sosok di belakangku, dan astaga!!
Sosok miss sisilia berdiri tepat di belakangku, dengan mata putih, dia melotot ke arahku dan bau  amis darah di leher dan mulutnya benar benar membuatku terkejut, aku mencoba berteriak, tapi tangan penuh dengan kuku kuku tajam segera membungkam mulutku, aku semakin ketakutan ketika tangan lainya menyentuh kepalaku,
Seketika itu aku melihat sebuah ruangan dengan buku yang sangat banyak dan aku hanya melihat sebuah bayangan beberapa orang sedang membicarakan sesuatu,
“kita harus membunuhnya, bila kita ingin mendapatkan harta itu, ini adalah tanah yang dia gunakan untuk menyembunyikan hartanya..”

Entah siapa yang , melakukan dialog itu,
Dan kembali aku melihat sebuah gudang tua, seperti gudang dalam,
Dalam lukisan itu, aku semakin dalam melihat sebuah kamar, dan aku mendengar sebuah teriakan seorang gadis seperti gadis yang aku kenal baik,
“tolooong, toolooong…”
Dan aku yakin dia adalah Rina.. jadi siapa dia?”
Dan aku tersadar dalam tidurku, aku terbangun dengan keringat bercucuran, aku pun segera memuntahkan sebuah darah di selimutku tapi itu bukan darahku, aku merintih Manahan sakit mulutku seolah itu tadi bukanlah sebuah mimpi,
Kuliahat ke jendela hari sudah pagi, aku berfikir sejenak apa maksutnya semua itu,
Siapa yang akan di bunuh,?? Dan siapa yang berteriak minta tolong itu?”

Dan darah amis di selimutku ini seperti darah ayam , entahlah aku menyentuh kepalaku yang pusing , hingga suara handle seseoarang akan masuk ke kamar membuyarkan lamunanku,
Aku segera melipat selimut yang aku muntahi dengan darah amis itu, dan melipatnya agar tidak ada yang tau,
Semuanya seperti nyata tapi entahlah, hingga aku melihat Rina yang baru saja mandi masuk ke kamar dan melihatku dengan tatapan aneh , melihatku sepertinya menyembunyikan sesuatu,
Kemudian Rina tersenyum padaku dan mengatakan, “kamu tidak mandi airnya sangat segar?”
Aku jawab dengan senyuman juga, ‘’ya sebentar lagi aku akan mandi”
Kulihat Rina mengambil sebuah gelas dan mengaduk gula dengan campuran teh  , dan meminumnya perlahan dengan kelingking menghadap ke atas , seolah aku pernah melihat gaya minum itu, seperti gaya minum seorang bangsawan, aku semakin curiga ketika dia meletakkan minuman itu di atas meja belajar kami,
Rina menuju ke almari dan mengambil sebuah baju seragam, dan saat itu tiba tiba saja mulutku mengatakan hal yang sudah aku pendam saat ini,

“siapa kamu??”
Rina menatapku dan bertanya “kamu bicara denganku,??”
Kembali aku bertanya hal yang sama kali ini aku sedikit mengencangkan suaraku,
“SIAPA KAMU??”
dengan tersenyum Rina mengatakan “apa maksut ucapanmu ini aku Rina teman sekamarmu lalu siapa lagi??”
aku berdiri beranjak dari ranjangku dan mendekati  gelas teh  itu, aku tersenyum melihat gelas teh itu,
ada bebarap sifat aneh Rina yang aku kenal dan itu sudah menjadi kebiasaanya meski aku baru saja mengenalinya tapi aku tau semua nya karna dia sudah menceritakan semua itu,

Rina memang menyukai minuman Teh hangat apalagi di saat pagi seperti ini, tapi satu hal yang paling dia benci adalah bila dia membuat teh, Rina tidak pernah mengaduk gula dan membiarkanya mengendap dalam gelas Teh itu, dan mencampurnya dengan air lalu dia minum semuanya dan satu lagi Rina tidak pernah meminum Teh dengan gaya formal sepertimu itu, dan yang  paling membuatku tau kau bukan Rina, kau meletakkan Teh itu di atas meja belajar ini , sedangkan Rina tidak akan melakukan hal itu karna dia tau aku peling benci dengan benda yang bisa membuat pecah karna aku takut dengan tahayul, dan kau  pasti tau maksutku, maksut tahayul Segelas Teh di atas tempat belajarku ini kan??

Kemudian kulihat sosok Rina menundukkan kepalanya dan tersenyum sinis menatapku,
“bila aku bukan Rina kau mau apa??
Kulihat senyuman licik menghiasi paras itu, dan  kembali aku bertanya dimana Rina yang asli,??”
“kenapa aku harus memberitau mu??”
Kau benar benar” aku semakin geram dengan manatap matanya, mungkinkah gudang itu, gudang tua itu Rina berada lalu siapa sosok di depanku ini??
Siapa dia??
Kuambil gelas teh itu dan kulemparkan kepadanya,
Pyuaaaaarrrrrrr!!!
Suara gelas teh yang pecah, membuat teman teman ku yang menjadi tetangga di kamarku, mendadak melihat ke kamarku semua,
Dengan pintu terbuka mereka melihatku dan Rina yang saling menatap, salah satu teman kami menghampiriku dan bertanya “ada apa?? Apa kalian baru saja bertengkar,”
Tapi aku hanya diam dan melihat Rina semakin geram, hingga tiba tiba Rina berteriak,
“arghhh” dengan tangan memegang kepalanya Rina menahan rasa sakit, dan aku melihat darah keluar dari kepalanya, padahal lemparanku hanya mengenai tembok belakang Rina , aku tidak melemparkanya pada kepalanya,
Semua teman teman kami mendekati Rina dan bertanya kamu tidak apa apa?
Dengan terisak tangis Rina mengatakan Bila aku sudah membuatnya terluka hingga darah di keningnya adalah akibat ulahku,
Dalam hati “dasar !!”
Dan kemudian aku mendengar suara Miss Aila datang masuk ke kamar kami dan meilihat kami , melihat Rina yang bersimbah darah dengan pecahan gelas, Miss Aila menatap tajam aku,

Kali ini aku akan mendapatkan masalah yang lebih serius lagi dan itu semua karna makhluk di balik Rina siapa dia??
Aku tertunduk diam dan berfikir, apa maksut mimpi ku semalam, misteri apa yang ada di asrama ini? Dan siapa sosok di balik Rina, lalu dimana Rina yang asli, aku terdiam melihat apa yang akan terjadi padaku,


Bersambung………..