Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 1

Rabu, 12 Juni 2013

Cerita horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 1


Hari ini adalah hari aku akan menjemput seseorang di Bandara dia adalah sepupuku yang telah lama tinggal di Germany,
Sudah 4 tahun kami berpisah di karenakan dia melanjutkan untuk memilih bersekolah di Luar negeri.
Namaku adalah Nita dan ini adalah hari dimana semua rasa rindu ku akan kehadiranya akan aku tumpahkan dalam suka saat aku memeluknya,
Aku sudah 30 menit menunggu di sini dan dia tak kunjung keluar dari kloter perjalanan dari Germany,
Belum ku temui sosok gadis berambut pendek itu di sini,

Hingga seorang wanita berkaca mata hitam dengan rambut panjang terurai dan seolah di warnai cokelat itu mendekatiku,

“Nita?”
Tanya wanita misterius itu,

“ya, anda siapa?”

“bodoh , ini aku Yuli? Apa kau sudah lupa dengan sepupumu yang cantik ini?”

Sungguh luar biasa aku tidak menyangka bila Yuli tumbuh menjadi sosok yang benar benar cantik bahkan hingga aku tidak mengenalinya. Namun aku tidak merasa heran kami sudah tidak bertemu selama 4 tahun tentu dia sudah menjadi orang yang hebat. Pribadi yang menarik di tambah paras yang luar biasa tentu membuatku iri sejak kami berada di bangku sekolah SMU, namun kini kami sudah menjadi sarjana di bidang kami masing masing seolah tidak percaya dengan penampilanya yang memanjangkan rambutnya karna dulu dia paling tidak suka dengan rambut panjang.
Namun ini lah yang di sebut masa untuk berubah dan aku suka dengan gaya baru dari sepupu ku yang sudah dekat denganku sejak masih kecil itu?

“ternyata kamu masih jelek ya ? tidak ada perubahan berarti pada penampilanmu? Dasar jelek?”

Dia meledekku namun aku tau apa yang harus aku lakukan saat sepupuku ini meledekiku, ku tarik hidung mancung itu hingga dia merintih kesakitan tanda dia menyerah,
“aku menyerah” rintihnya meminta aku melepaskan tarikan tanganku.

Hahaha” aku tertawa lepas melihat hidung Yuli menjadi merah.

“dasar kamu malu tau ini kan tempat umum memang kita masih SMU, dasar kamu?” keluhnya padaku setelah ku tarik hidungnya seperti saat aku masih kecil itu,

******

Di dalam mobil kami besenda gurau mencurahkan segala kerinduan yang pernah kami alami saat kami masih kecil karna sudah lama kami tidak bercanda seperti ini.

“gimana keadaan orang tua kamu Nit?” Tanya dia padaku,

“Baik , orang tua kamu bagaimana ? aku kangen sama bude dan pak De, kapan mereka pulang ke Indonesia?”

“kayanya dia gak akan balik ke Indonesia. Mereka terlalu sibuk , aku aja disana gak di perhatiin sampai aku mendapatkan gelar sarjana mereka gak pernah tu melihat anak nya berhasil , bahkan tidak memberiku selamat padahal aku lulus dengan nilai Comelout.”

Aku sedikit beruntung mendengar sepupuku menceritakan kehidupanya di Germany,
Setidaknya orang tua ku masih menyempatkan waktu ku untuk melihatku mendapatkan gelar sarjana itu,

Dan ku ambil handpone ku lalu ku hubungi temanku yang juga teman baik Yuli saat masih duduk di bangku SMU,
“halo , ehm, kamu di rumah kan ? aku mau ke rumah kamu? Jadi jangan kemana mana atau kamu mati di tanganku? Hahahaha”

Dan ku tutup Handponku setelah memberi tau aku akan ke rumah temanku itu,

“siapa yang kamu hubungi?” Tanya Yuli dengan penasaran.

“nanti kamu juga akan tau . hehe aku mau memberi kejutan pada dia? “ sembari tertawa melihat wajah penasaran Yuli, karna Yuli adalah tipikal wanita yang paling gampang penasaran.

“ya sudah lah dasar resek” ledeknya kembali padaku yang marah karna tidak aku beri tau sebelumnya.

Uh, ngambek lagi mau aku tarik lagi itu hidung sampai seperti pinokio” ancamku pada sepupu ku .

“eh jangan nanti aku gak cantik lagi dong?”

Dan kami tertawa lepas , sungguh ini lah yang sudah lama kami tunggu bercanda bersama dan melepaskan tawa sesuka kami namun ini akan menjadi sempurna bila kami sampai di rumah itu,

“kamu masih tinggal dengan orang tuamu?” Tanya Yuli padaku..

“enggak lah, aku kan sudah sarjana, sekarang aku sudah kerja jadi aku sekarang tinggal di apartement, walaupun kecil tapi menyenangkan”

Jawabku sembari membanggakan diriku.

“wah boleh ikut nginep dong? Hahaha”

“boleh tapi bayar ya? “
Kami terus bercanda hingga akhirnya sampai di rumah temanku yang cukup mewah itu,
“ini rumah siapa Nit, gila gede banget?”

“nanti kamu akan tau , ayo ah kita masuk?” ajak ku dan kemudian keluar dari mobil itu.

Ku lihat terparkir motor gede yang keren di depan rumah itu namun aku seperti pernah melihat motor itu,
Dan ku pencet Bel itu. Ting tong!!
Hingga seseorang perempuan menyaut dari dalam rumah . “ya aku akan datang”

“eh, Yul kamu sembunyi gih ? nanti kita kejutkan dia dengan sosok kamu?”

Yuli pun bersembunyi meski Yuli juga tidak tau siapa yang akan aku pertemukan itu. Hingga perempuan itu membuka pintu itu,
“Nita cepet benget baru mau aku siapin minum eh udah datang, emang ada apa sih kok pake ngancem segala kesini nya?”

Namun ku lihat di ruang tamu sosok pria teman SMU kami, “Yuda”
Aku terhenyak diam karna dulu saat kami SMU, Yuli sudah lama menyimpan perasaan suka sama Yuda.
Sedangkan aku tidak tau apa yang Yuda lakukan di sini, karna bila Yuli tau keberadaan Yuda di rumah Ine, tentu akan menjadi masalah,
Ine dan aku tau bila Yuli suka sama Yuda, namun Yuda yang notabenya pria Cuek dan Yuli yang gengsi menyatakan Cinta pada yuda membuat mereka tidak menjadi sepasang kekasih bahkan sampai Yuli ke Germany perasaan itu belum tersampaikan.
“eh tunggu Yul?”
Saat aku akan menghentikan Yuli, namun terlambat.
“whaaa!! Ternyata ini rumah kamu ya Ine , wah gede juga ya rumahmu?”

Wajah ketakutan Ine melihat Yuli yang berdiri di hadapanya membuat ku sejenak berfikir,

“Apa Ine pacaran sama Yuda bila benar maka bisa bisa akan jadi masalah gede nie? Ine kan tau kalau Yuli cinta mati sama Yuda”

Hingga Yuli menatap kearah lelaki yang sedang duduk di sofa ruang tamu itu,
“itu Yuda? Ya?”

Tanya Yuli sama Ine.

Dan Yuda yang melihat kami juga tampak terkejut melihat teman teman SMU nya berkumpul dan berjalan menuju kearah kami,
“Lho? Nita? Kok gak masuk sih? Kamu? Kamu Yuli kan ?? lama banget gak ketemu? gimana kabar kamu”

Ternyata Yuda langsung mengenali Yuli hanya dengan melihatnya satu kali membuat suasana tampak hening, seolah kami salah tingkah dan bingung harus mengatakan apa, terlebih Ine..

“kamu kenapa disini yud?” Tanya Yuli pada Yuda.
“aku Cuma berkunjung aja kok ke rumah pacarku ini?”

Sontak kami terkejut .. ternyata selama ini aku tidak tau bila Yuda dan Ine pacaran?
Bila aku terkejut seperti ini entah bagaimana Yuli? Pasti hatinya terasa tertusuk pedang tajam di hianati temanya sendiri?

Aku hanya diam menatap suasana yang semakin tidak menyenangkan itu. Aku tidak tau harus mengatakan apa ..
“sejak kapan kalian pacaran?” Tanya Yuli dengan tatapan yang membuatku sedikit takut suasana nya akan menjadi semakin tidak enak.

“kami sudah pacaran sejak hari kelulusan itu?”

Dan sejenak aku melihat wajah Yuli yang tampak geram kemudian di tutupi oleh senyuman ,
Yang aku tau senyuman itu pastinya senyuman palsu, dan membutku takut bila persahabatan kami akan hancur setelah mendengar itu. Namun ternyata Yuli melakukan hal yang tidak aku duga sebelumnya entah itu dari dalam hatinya atau Cuma acting.

“selamat ya kalian berdua? Maaf bila aku terlambat ngasih selamatnya?”

Ku hembuskan nafas lega mendengar itu mungkin waktu 4 tahun di Germany membuat Yuli sudah melupakan Yuda dan mungkin dia juga sudah memiliki kekasih karna aku belum bertanya apa apa tentang kekasihnya..
Karna Yuli sudah menjadi sosok gadis yag sangat cantik,

Ine pun tersenyum pada Yuli dan mengatakan
“Terimakasih Yul, aku seneng banget bisa bertemu denganmu lagi? Aku kangen sama sahabat ku yang cantik ini?”

Kami pun tertawa bersama sama..
Namun tetap saja ada yang mengganjal dalam pikiranku entah apa itu? Semoga ini hanya firasatku saja dan tidak terjadi apa apa..

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar