Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part end

Rabu, 12 Juni 2013

Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part end

Setelah menunggu cukup lama akhirnya ku lihat pintu itu terbuka Sandra yang masih termangu di atas lututnya mulai menatap kearah pintu itu dimana handlenya mulai terbuka,

Dan ku temui sosok kakak nya Sandra berdiri di balik pintu itu yang terbuka lebar menatap Sandra dengan wajah misterius, 
“dingin sekali tatapanya” ucapku lirih menatap mata itu,

“älteren Bruder (kakak )” teriak Sandra yang berlari sembari memeluk kakaknya,

Namun saat Sandra memeluknya ku lihat senyuman aneh di wajah berparaskan cantik itu, ada apa ini.
Hingga ku lihat noda darah di baju itu, meski tidak tampak begitu jelas namun aku yakin itu adalah darah, karna penasaran aku melewati ke dua sosok itu yang berpelukan sembari berjalan menemusuri jalan itu aku ingin tau apa yang baru saja dia lakukan hingga menutup pintu itu,

Ketika aku berjalan aku mendapati ada yang aneh disini, dan aku yakin ini berawal dari dimana tempat wanita itu berada , hingga benar saja ku temui jasad wanita tua itu dengan kepala yang baru saja di gorok dan darah membasah lantai itu,
Aku terdiam merenung melihat jasad itu yang sudah menjadi putih tak berdaya, 
“pasti dia yang melakukanya aku yakin itu”

Aku yakinkan bila ini adalah perbuatan kakaknya Sandra namun untuk apa,
Hingga ku dapati sebuah foto yang terdapat di atas jasad itu dan itu adalah foto wanita tua itu dengan seorang wanita yang tengah menggendong seorang anak perempuan kecil,

“siapa gadis kecil ini, aku terpaku menatap foto itu “

Asumsi liarku bermunculan tentang gadis kecil itu dan wanita yang tengah mengendong gadis itu, namun yang bisa ku jelaskan ialah wanita ini adalah wanita yang ada disini . lalu hubunganya apa dengan Sandra . apakah ini adalah kakak Sandra dan Sandra adalah siapa, kenapa tidak ada dirinya disini”

Aku kembali berdiri dan berusaha mencari apa yang masih tersembunyi disini, pasti ada yang bisa aku temukan disini,

Dan aku mendengar suara teriakan yang memekikkan telingaku,

“Bruder Schwester, was zu tun ist. nicht Bruder (kakak apa yang mau kakak lakukan . jangan kakak)”

Aku berlari menuju ke sumber suara itu yang mengarah pada kamar mandi itu,
Dan ketika ku buka pintu itu aku melihat darah sudah berceceran di tempat itu, di tengah itu aku melihat gadis itu . kakak dari Sandra berusaha membunuh Sandra dengan menenggelamkan kepala Sandra ke bak mandi itu yang kini bercampur dengan darah ..

“Astaga apa yang dia lakukan terhadap adik nya sendiri”

“Entschuldigung Bruder. liebe dich Bruder, aber der Bruder hatte zu töten (maafkan kakak . kakak sayang sama kamu tapi kakak harus membunuhmu)” teriak kakak nya yang semakin membuatku bingung apa yang dia mau bicarakan .. hingga tanpa gadis itu sadari dia telah membunuh Sosok kecil Sandra itu dengan sangat tragis di atas bak mandi itu.
Aku terdiam melihat itu, dan kemudia sosok itu mulai berjalan melewatiku meninggalkan jasad adiknya yang masih tenggelam di dasar bak mandi itu, entah dia mau kemana. Aku berjalan mengikuti langkah gadis itu yang berjalan dengan terduyung duyung..

Dan dia masuk ke dalam kamar itu, dan membuka sebuah buku dari dalam almari itu.

Sosok gadis itu menangis sembari melihat isi buku itu, entah apa yang dia lihat hingga dia menangis seperti itu .
Ketika itu matanya tertuju pada sebuah gunting di atas meja itu, dan dia berusha mengambilnya .
Tatapan terkahir itu penuh dengan tatapan kosong,
“jangan jangan dia akan melakukan hal itu.”

Aku mulai mengikut langkah gadis itu yang tengah berjalan menuju ke kamar mandi itu.
Dan terangkat lah jasad adiknya dari dalam bak mandi itu yang sudah menjadi pucat pasai.
“apa yang mau kau lakukan lagi dengan jasad adikmu itu”

Dan dia mulai menyayat tanganya sendiri hingga darah benar benar bercucuran di atas lantai itu.
Dia menjatuhkan sebuah sabun di dalam toilet itu, air di dalam bak mandi itu terus menyala hingga memenuhi ruangan itu membuat lantai basah dan di penuhi oleh air di bak mandi itu.
Darah dan air menjadi satu dan mengalir menuju ke pembuangan , tangisan gadis itu membasahi pipi Sandra .

Dan hingga tiba lah dia membisikkan sebuah kalimat ke telinga Sandra yang sudah tak bernyawa itu.
Darah yang keluar dari nadi di tangan itu seolah menjadi penutup terakhir kematian Gadis itu.

Gadis itu mati di atas jasad Adiknya sendiri dengan posisi memeluk membuat ku sangat miris menyaksikan itu semua di depan mataku.

Kini semua sudah menjadi jelas bila kematian Sandra bukanlah bunuh diri seperti apa yang selama ini di ceritakan oleh semua orang namun karna seorang kakak nya , kematian itu masih menjadi pertanyaan kenapa dengan ini semua,
Apakah Wanita tua itu adalah pembunuh dari ibu dari gadis ini, namun Siapa Sandra hingga sebuah tepukan seseorang menyadarkan aku , dan ketika aku berbalik ku tatap seorang Gadis itu,

Kakak dari Sandra yang tengah berdiri di depanku membuatku tidak tau harus melakukan apa,
Namun dia hanya menyampaikan satu pesan sebuah tanda dengan tangan di bahu itu dan membuka bajunya dengan keadaan telanjang bulat di depanku aku terkejut melihat luka sayatan yang mengerikan pada tubuh gadis itu. apa ini , apa maksutnya sebelum tiba tiba aku terhenyak dari semua ini,

“hauauaa” ku buka mataku dan ku muntahkan air yang ada di dalam perutku.
“Nita kamu tidak papa” Tanya Yuli yang menatapku dengan wajah yang ketakutan itu,

Aku menjawab “aku tidak apa apa”

“apa yang kamu lihat “ Tanya Yuli,
“selama ini kau sudah salah kematian Sandra sebenarnya bukan karna dia bunuh diri seperti cerita yang kau sampaikan namun ada hal lain yang masih belum aku ketahui, kakaknya lah yang membunuhnya”
“kakaknya. Untuk apa kakaknya membunuhnya” Tanya yuli.

Aku terdiam dan berfikir misteri apa yang sebenarnya masih janggal disini.
Hingga aku teringat itu , “tunggu yul aku mau bertanya sesuatu apa kau tau maksut dari tangan di bahu”
Tanyaku menatap Yuli,
Dan Yuli pun mengatakan itu,

“itu adalah sebuah tanda persaudaraan yang terpisah karna kematian seseorang.” Jawab Yuli,

Hingga semuanya menjadi jelas,

Aku pun mengatakan itu pada Yuli, “aku sudah tau semua kita harus cepat menemui Ine dan menyelamatkanya”

Segera kami berangkat menuju ke Rumah Sakit tempat Ine di rawat.
Dan ku tatap Ine yang tengah duduk di atas sebuah ranjang itu.
“apa yang akan kita lakukan Nit pada Ine” Tanya Yuli,

“Yuda , apa kamu bisa membantu ku” Tanya ku pada Yuda yang sudah menjaga Ine sepanjang hari ini,
“apa “ Tanya Yuda dengan nada penasaran .

“bisakah kau membawa Tubuh Ine ke sebuah kamar mandi di Apartement ku itu “

“untuk apa” Yuda bertanya semakin penasaran.

“ada seseorang di dalam Tubuh Ine dan aku akan menunjukkan sesuatu “ jawabku .

Ketika itu Yuda mulai mengangkat tubuh Ine meskipun Ine meronta seperti orang yang sudah sangat marah apalagi ketika melihatku ..

Namun tubuh Yuda yang besar memudahkanya membawa Ine masuk ke dalam mobil dan segera ku pacu mobil itu ke Apartementku,
Ketika sampai di kamar mandi Apartementku, teriakan Histeris dari Ine semakin menjadi jadi, membuat Yuda dan Yuli tampak terkejut 
“apa yang mau kau lakukan pada Ine” Tanya Yuda yang melihatku dengan membawa sebuah gunting itu.

Ku sobek baju Ine tepat di bahunya, dan benar saja ku temui sebuah tanda lahir aneh.

“tanda ini sama seperti tanda milik kakaknya , artinya mereka memang bersaudara kandung”

Apa maksutmu Nit” Tanya Yuli,

Ku tatap Wajah Ine yang tampak marah padaku, dan ku panggil sepupuku itu “Yuli cepat kesini, aku membutuhkan mu untuk mengatakan sesuatu dengan bahasa jerman mu”

Yuli mendekatiku dan menatapku kemudian mengatakan itu,
“Aku siap Nit apa yang ingin kamu katakan aku akan terjemahkan semuanya”

“kau bilang benci dengan kemunafikan ternyata selama ini kamu sudah salah bila kau melihat ku teringat dengan seseorang maka aku bukanlah orang itu,
sosok yang kau anggap munafik itu ternyata adalah sosok yang selama ini mencintaimu , dan kamu sudah salah mengira itu semua,

kelahiranmu adalah luka pertama yang telah kau goreskan pada kakak mu , kelahiranmu adalah akhir kematian ibu mu, dan semenjak itu kamu dan dia tinggal di sebuah rumah yang selama ini kau anggap sebagai rumah mu bersama ibu mu namun kakak mu menyembunyikan luka itu,
tanpa kau sadari kakak mu lah yang selama ini melindungimu, bila kau lihat sekujur tubuhnya maka kau akan lihat luka yang maha dasyat yang bahkan tidak dapat kau jelaskan dan tau kah kenapa kakak mu menyembunyikan itu semua karna dia cinta sama kamu . kamu adalah adik yang paling dia sayangi .”

ketika Yuli menerjemahakan itu sosok itu berteriak padaku 
"warum hat er dann zu töten (lalu kenapa dia membunuhku)”

Aku pun menjelaskanya setelah Yuli mengatakan itu padaku ..

“karna dia tidak mau adik yang dia sayangi menerima beban bila kakaknya adalah pembunuh yang mengakhiri kematian dari wanita tua itu”

Dan sosok itu terdiam saat itu lah aku menatap kea rah Yuda, dan menganggukkan kepalaku . Yuda pun tau maksutku,
Yuda mulai mengangkat tubuh itu dan membawanya masuk ke dalam bak mandi itu , kami bertiga segera membantu Yuda untuk menenggelamkan Ine ke dalam air itu hingga suara rintihan Sandra mulai terdengar parau itu,

“Arhghhh”

Air jernih itu perlahan berubah menjadi air keruh dengan warna yang hitam legam bahkan membuatku tidak dapat melihat Ine yang masih terendam dalam bak mandi itu,

“Nita apa benar ini tidak apa apa !! bagaimana bila Ine mati “ teriak Yuda yang gusar melihat air keruh itu,
“aku yakin tidak apa apa!! Sebentar lagi makhluk itu akan keluar . Yuli cepat ambil kaca di atas wastafel itu” teriak ku kepada Yuli,
Dan Yuli mulai mengambil kaca itu dan menempatkanya pada air itu hingga kepala seseorang mulai keluar dari dalam bak mandi itu ,

“lihat lah kemunafikanmu sendiri Sandra!!!!!” teriak ku yang merebut kaaca itu dari Ine ..

Dan suara teriakan memekikkan sontak membuat kaca itu menjadi pecah , dan seketika itu semuanya berakhir aku terduduk lemah melihat itu,
“semuanya berakhir!!”

Aku menatap Ine yang terlihat pucat itu , dan seketika Yuda mengangkatnya hingga Ine memuntahkan air dari dalam tubunya setelah di bantu oleh Yuli menekan perutnya..

“dimana aku” Tanya Ine menatapku.

“kamu tidak apa apa kan” tanyaku sembari melihat bahu Ine dimana tanda itu sudah hilang, aku bernafas lega melihat itu..

*****

aku menatap Yuli , dan mengatakanya “selesaikanlah masalahmu dengan cara baik baik .. “ sembari tersenyum melihat Yuli,

“ya Nit , aku sudah rela dengan semua ini “ 
Yuli berjalan menuju Ine yang tengah duduk di sebuah kursi di taman itu.

Aku menatap kembali,

Kemunafikan memang sangat berbahaya bila di miliki oleh manusia bagai 2 mata pedang yang bisa menyakiti orang lain dan dirinya sendiri untuk itu pahamilah dan pikirkanlah sebelum mengambil sebuah keputusan mungkin ini hanya sebuah permainan namun yang aku pelajari dari kemunafikan adalah ada alas an di balik semua iitu dan aku bersyukur semua ini sudah berakhir..

Aku mulai berjalan menuju ke Yuli dan Ine yang sudah saling tersenyum melihatku, 
“masalahnya mungkin sudah selesai “

Kemunafikan dan persahabatan kadang memang tidak bisa di pisahkan semoga jalan yang mereka ambil akan membuat kami lebih menjadi dewasa dalam mengerti arti sahabat 

End..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar