Sebenarnya apa yang terjadi padamu
kenapa denganmu Ine”
Tanyaku sembari mengusap mata yang menangis karna darah itu,
“aku tidak tau. Kenapa aku seperti ini” tangisan Ine yang semakin memenuhi ruangan , aku pun segera membawa Yuli ke Rumah sakit .
Di ruang tunggu itu aku menatap Yuli dengan tatapan yang sangat serius.
Hingga Yuli merasa terganggu dengan apa yang aku lakukan dia pun menatapku sembari bertanya
“apa . apa yang mau kau katakan padaku . jangan menatapku seperti itu.”
Aku pun mengalihkan pandanganku ke lantai dan menunggu hasil pemeriksaan dari dokter yang tengah merawat Ine di dalam Ruang operasi itu.
Hingga Dokter pun akhirnya keluar dan melihat kea rah kami aku pun berdiri dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatku itu.
“teman anda sudah tidak apa apa. Dia hanya mengalami sedikit masalah di selaput mata nya dan membuat darahnya keluar namun dalam beberapa hari ke depan mungkin dia akan baik baik saja jadi anda tidak perlu hawatir”
Mendengar itu perasaan lega pun aku rasakan .
Hingga teriakan seseorang yang aku kenal tiba tiba muncul di tengah keberadaan kami dan dia adalah Yuda.
“Nita bagaimana keadaan Ine apa dia baik baik saja, dan apa yang terjadi padanya”
“dia tidak apa apa kok dan sekarang dia sedang istirahat” aku meyakinkan Yuda kalau Ine baik baik saja.
Namun ku tatap Yuli sangat dingin melihat Yuda , dan kemudian pergi meninggalkan aku .
“sebenarnya apa yang kamu sembunyikan Yul, jangan buat kami penasaran dengan perubahan sikap kamu” aku bergumam sembari melihat Yuli berjalan meninggalkan kami,
Setelah berpamitan dengan Yuda aku pun mengikuti kemana Yuli pergi hingga ku lihat Yuli masuk ke sebuahkamar mandi perempuan, aku pun mengikutinya dari belakang.
Ku masuki kamar mandi itu namun ada yang aneh aku tidak melihat siapapun ada di dalamkamar mandi ini .
Mungkinkah Yuli masuk ke dalam salah satu ruangan ini, hingga perasaan itu muncul lagi aku merasakan ada yang sedang mengawasiku dari tempat yang tidak aku tau.
Kaki ku perlahan menjadi sangat berat, dan kembali mataku tertuju pada sebuah cermin di atas Wastafell itu dan benar saja aku melihat perempuan itu muncul lagi dengan posisi duduk di atas toilet itu.
Aku terdiam dan terus melihat kaca itu, berkali kali aku melihatnya namun mata ku tidak dapat melihatnya hanya kaca ini yang membantuku dapat melihat sosok yang misterius itu,
Hingga sosok itu kemudian menatapku dan berjalan merangkak menuju ke arahku yang mematung karna ketakutan itu.
Dan setiap rangkakanya mampu membuat nafasku terhenti bahkan kaki ku seolah tidak sanggup menahan berat badan ku.
“ada apa ini. Sebenarnya siapa kau ini”
Dan sosok itu mulai berdiri dan menatapku dengan tatapan yang dingin itu , mata yang sangat mengerikan dengan bekas luka di sekujur badanya. Membuatku tidak tau apa yang harus aku lakukan.
“wer bist du“
Kembali dia mengajukan sebuah pertanyaan padaku, dan kembali aku menjawabnya dengan jawaban yang sama
“aku bukan orang yang munafik“
Dan sosok itu tersenyum kemudian menghilang dari pandangan ku untuk ke dua kalinya.
Kali ini aku melihat kengerian sosok nya yang semakin terpampang nyata di depan mataku “ada apa ini“
Aku sudah sangat gelisah dengan apa yang aku alami apakah Yuli dan Ine juga merasakan apa yang aku rasakan ini.
Siapa dia“ tanyaku dalam hati, apakah mungkin dia adalah Sandra legen Urban itu . namun dimana keberadaan Yuli yang jelas jelas dia masuk ke dalam kamar mandi ini kenapa dia tidak ada.
Kemana dia“
Aku keluar dari kamar madi dan berniat kembali ke kamar Ine di rawat dimana ada Yuda yang ada disana menjaganya namun saat aku sampai di kamar Ine.
Kembali jantungku berdegup sangat kencang karna melihat sosok itu sedang tengah berdiri menatap Ine yang tertidur di atas ranjangnya dan yang membuat ku lebih aneh adalah Yuda tidak melihat sosok itu padahal dia ada di samping sosok itu dan Ine
“Apa Yuda tidak melihat sosok itu. Ada apa ini , apa yang mau di lakukan oleh nya“
Aku terdiam dengan keringat bercucuran hingga Yuda menatapku dengan Heran “kamu kenapa Nit“
Tanya Yuda yang penasaran karna aku.
“tidak !! tidak ada apa apa“
Dan ku lihat sosok itu sudah menghilang.
Kali ini aku yakin ada yang aneh dari semua ini , sebelum semua menjadi semakin mengerikan lagi aku harus tau apa yang sedang aku hadapi ini,
ku cari arti kalimat itu hingga aku menemukan dan ternyata itu benar bila itu adalah bahasa Jerman
“ wer bist du adalah Siapa kau“
Artinya memang ada hubunganya dengan permainan ini yang di perkenalkan berasal dari Jerman,
Siapa Sandra dan mungkinkah permainan ini nyata”
Ku cari itu di internet dan sukurlah aku banyak menemukan artikel tentang permainan ini.
Di Jerman nama permainan ini adalah “Wer bin ich“ yang artinya cari siapa aku.
Permainan ini awalnya di perkenalkan pada tahun 1989 karna sebuah tragedy berdarah di Berlin.
Seorang anak perempuan di temukan meninggal di sebuah kamar mandi dan di duga bunuh diri, namun semenjak kematianya satu persatu keluarganya mati dengan cara yang misterius .
Dan kini permainan ini menjadi populer dan biasa di mainkan oleh anak muda untuk menguji nyalinya.
Seseorang dapat di katakan menjadi dewasa bila sudah berani memainkan permainan ini, dan kepastian permainan ini nyata atau bukan itu masih menjadi misteri karna dari berbagai sumber permainan ini di anggap masih menjadi permainan mitos , namun tidak sedikit yang percaya bila permainan ini nyata dan dapat di katakan permaian ini adalah permainan pemanggil arwah ,
tepatnya Arwah dari gadis yang bunuh diri itu.
Nama gadis itu adalah Sara, dan yang menarik dari permainan ini adalah permainan ini mewajibkan untuk tidak menjadi seorang yang munafik karna Sarah adalah orang yang benci dengan kemunafikan.
Aku sedikitnya tau tentang permainan ini namun tetap saja aku yakin pasti ada yang kurang dimana masih banyak misteri yang belum terkuak dari permainan ini bila benar aku harus mencarinya kemana hingga terbesit pikiran gila ku,
aku harus memainkan kembali permainan ini sendirian mungkin dengan itu aku akan tau apa yang harus aku lakukan namun apakah ini tidak terlalu berbahaya , tapi aku yakin bila aku tetap seperti ini pasti akan ada yang terjadi pada Ine .
tekat ku pun sudah menjadi bulat dan berniat akan memainkan permaian ini.
Malam itu..
Aku mempersiapkan semua yang harus aku siapkan seperti ritual itu sebelumnya.
Ku letakkan semua dan sama persis saat Yuli mau akan melakukan permainan ini.
Dan mulai ku ucapkan ritual itu hingga kembali lampu di kamar mandi ini menajdi mati dan perlahan aku melihat ada yang sedang bernafas di belakangku ,
tubuhku sontak menggigil ketakutan, namun aku berusaha tetap tenang hinga ku rasakan sebuah sentuhan di bahuku dan aku yakin aku tidak sendirian di kamar mandi ini.
Hingga lampu pun kembali menyala, tak ku dapati siapapun di tempat itu hingga suara gemercik seperti ada yang baru saja menyiram toilet mengalihkan perhatianku,
suara itu sangat mengangguku aku pun mendekati toilet itu.
Dan ku buka penutup itu betapa terkejutnya aku melihat sebuah kepala menatapku dengan tatapan sinis dari dalam toilet sontak aku berteriak
“AAAghhh“
Aku pun terjatuh dan berjalan mundur hingga sosok itu keluar dari dalam toilet dan merangkak mendekatiku
“Sie ruft mich jetzt, was Sie wissen müssen“
Aku hanya diam dan terus berjalan mundur karna aku tidak tau apa yang di katakan oleh sosok misterius itu.
“apa yang mau kau lakukan padaku“
Aku terus bertanya namun sosok itu terus mengulangi pertanyaan dengan bahasa lain itu, seperti bahasa jerman , dan aku tidak mengerti.
Aku berada di kamar mandi di aparetementku sendirian, hingga aku mulai pasrah di sudut tembok itu dan aku di selamatkan oleh sebuah suara seseorang di balik kamar itu.
“ Ich bin kein Heuchler“ dan mendengar itu sosok itu kemudian kembali ke dalam toilet aku yang terkejut siapa yang mengatakan itu pun tertuju menatap pintu kamar mandi itu,
“siapa kamu“
Hingga dia muncul dan ternyata dia adalah Yuli,
Yuli yang menatapku sembari terheran heran melihatku dengan tatapan marah menatapku
“apa yang baru saja kau lakukan . apa kau tidak tau apa yang baru saja kau lakukan“
Aku terdiam menatap Yuli yang marah padaku ,
“kenapa kau marah padaku“
“tentu saja aku marah karna kau baru saja melakukan hal yang bodoh , kau tidak tau apa yang akan kau lakukan“
Aku pun berdiri dan menatap Yuli
“sebenarnya apa yang kau sembunyikan katakan“
Yuli terdiam menatap kaca itu dan kemudian mengatakan itu.
“sebenarnya permainan yang baru saja kita lakukan adalah permainan kematian“
Aku terdiam mendengar itu “apa maksutmu Yul. Katakan apa yang kau maksut dengan permainan kematian itu“
Yuli kemudian mengatakan itu yang membuatku tau apa yang kini sebenarnya terjadi
“Aku benci dengan kemunafikan , apalagi sahabat yang tega menusuk sahabatnya sendiri“
Mendengar itu aku teringat dengan sosok Ine.
Apakah Yuli memang yang telah melakukan semua ini, dan permainan apa ini . yang baru kami lakukan.
Dan aku akan membuat Yuli mengatakan semuanya,
Bersambung.....
Tanyaku sembari mengusap mata yang menangis karna darah itu,
“aku tidak tau. Kenapa aku seperti ini” tangisan Ine yang semakin memenuhi ruangan , aku pun segera membawa Yuli ke Rumah sakit .
Di ruang tunggu itu aku menatap Yuli dengan tatapan yang sangat serius.
Hingga Yuli merasa terganggu dengan apa yang aku lakukan dia pun menatapku sembari bertanya
“apa . apa yang mau kau katakan padaku . jangan menatapku seperti itu.”
Aku pun mengalihkan pandanganku ke lantai dan menunggu hasil pemeriksaan dari dokter yang tengah merawat Ine di dalam Ruang operasi itu.
Hingga Dokter pun akhirnya keluar dan melihat kea rah kami aku pun berdiri dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatku itu.
“teman anda sudah tidak apa apa. Dia hanya mengalami sedikit masalah di selaput mata nya dan membuat darahnya keluar namun dalam beberapa hari ke depan mungkin dia akan baik baik saja jadi anda tidak perlu hawatir”
Mendengar itu perasaan lega pun aku rasakan .
Hingga teriakan seseorang yang aku kenal tiba tiba muncul di tengah keberadaan kami dan dia adalah Yuda.
“Nita bagaimana keadaan Ine apa dia baik baik saja, dan apa yang terjadi padanya”
“dia tidak apa apa kok dan sekarang dia sedang istirahat” aku meyakinkan Yuda kalau Ine baik baik saja.
Namun ku tatap Yuli sangat dingin melihat Yuda , dan kemudian pergi meninggalkan aku .
“sebenarnya apa yang kamu sembunyikan Yul, jangan buat kami penasaran dengan perubahan sikap kamu” aku bergumam sembari melihat Yuli berjalan meninggalkan kami,
Setelah berpamitan dengan Yuda aku pun mengikuti kemana Yuli pergi hingga ku lihat Yuli masuk ke sebuahkamar mandi perempuan, aku pun mengikutinya dari belakang.
Ku masuki kamar mandi itu namun ada yang aneh aku tidak melihat siapapun ada di dalamkamar mandi ini .
Mungkinkah Yuli masuk ke dalam salah satu ruangan ini, hingga perasaan itu muncul lagi aku merasakan ada yang sedang mengawasiku dari tempat yang tidak aku tau.
Kaki ku perlahan menjadi sangat berat, dan kembali mataku tertuju pada sebuah cermin di atas Wastafell itu dan benar saja aku melihat perempuan itu muncul lagi dengan posisi duduk di atas toilet itu.
Aku terdiam dan terus melihat kaca itu, berkali kali aku melihatnya namun mata ku tidak dapat melihatnya hanya kaca ini yang membantuku dapat melihat sosok yang misterius itu,
Hingga sosok itu kemudian menatapku dan berjalan merangkak menuju ke arahku yang mematung karna ketakutan itu.
Dan setiap rangkakanya mampu membuat nafasku terhenti bahkan kaki ku seolah tidak sanggup menahan berat badan ku.
“ada apa ini. Sebenarnya siapa kau ini”
Dan sosok itu mulai berdiri dan menatapku dengan tatapan yang dingin itu , mata yang sangat mengerikan dengan bekas luka di sekujur badanya. Membuatku tidak tau apa yang harus aku lakukan.
“wer bist du“
Kembali dia mengajukan sebuah pertanyaan padaku, dan kembali aku menjawabnya dengan jawaban yang sama
“aku bukan orang yang munafik“
Dan sosok itu tersenyum kemudian menghilang dari pandangan ku untuk ke dua kalinya.
Kali ini aku melihat kengerian sosok nya yang semakin terpampang nyata di depan mataku “ada apa ini“
Aku sudah sangat gelisah dengan apa yang aku alami apakah Yuli dan Ine juga merasakan apa yang aku rasakan ini.
Siapa dia“ tanyaku dalam hati, apakah mungkin dia adalah Sandra legen Urban itu . namun dimana keberadaan Yuli yang jelas jelas dia masuk ke dalam kamar mandi ini kenapa dia tidak ada.
Kemana dia“
Aku keluar dari kamar madi dan berniat kembali ke kamar Ine di rawat dimana ada Yuda yang ada disana menjaganya namun saat aku sampai di kamar Ine.
Kembali jantungku berdegup sangat kencang karna melihat sosok itu sedang tengah berdiri menatap Ine yang tertidur di atas ranjangnya dan yang membuat ku lebih aneh adalah Yuda tidak melihat sosok itu padahal dia ada di samping sosok itu dan Ine
“Apa Yuda tidak melihat sosok itu. Ada apa ini , apa yang mau di lakukan oleh nya“
Aku terdiam dengan keringat bercucuran hingga Yuda menatapku dengan Heran “kamu kenapa Nit“
Tanya Yuda yang penasaran karna aku.
“tidak !! tidak ada apa apa“
Dan ku lihat sosok itu sudah menghilang.
Kali ini aku yakin ada yang aneh dari semua ini , sebelum semua menjadi semakin mengerikan lagi aku harus tau apa yang sedang aku hadapi ini,
ku cari arti kalimat itu hingga aku menemukan dan ternyata itu benar bila itu adalah bahasa Jerman
“ wer bist du adalah Siapa kau“
Artinya memang ada hubunganya dengan permainan ini yang di perkenalkan berasal dari Jerman,
Siapa Sandra dan mungkinkah permainan ini nyata”
Ku cari itu di internet dan sukurlah aku banyak menemukan artikel tentang permainan ini.
Di Jerman nama permainan ini adalah “Wer bin ich“ yang artinya cari siapa aku.
Permainan ini awalnya di perkenalkan pada tahun 1989 karna sebuah tragedy berdarah di Berlin.
Seorang anak perempuan di temukan meninggal di sebuah kamar mandi dan di duga bunuh diri, namun semenjak kematianya satu persatu keluarganya mati dengan cara yang misterius .
Dan kini permainan ini menjadi populer dan biasa di mainkan oleh anak muda untuk menguji nyalinya.
Seseorang dapat di katakan menjadi dewasa bila sudah berani memainkan permainan ini, dan kepastian permainan ini nyata atau bukan itu masih menjadi misteri karna dari berbagai sumber permainan ini di anggap masih menjadi permainan mitos , namun tidak sedikit yang percaya bila permainan ini nyata dan dapat di katakan permaian ini adalah permainan pemanggil arwah ,
tepatnya Arwah dari gadis yang bunuh diri itu.
Nama gadis itu adalah Sara, dan yang menarik dari permainan ini adalah permainan ini mewajibkan untuk tidak menjadi seorang yang munafik karna Sarah adalah orang yang benci dengan kemunafikan.
Aku sedikitnya tau tentang permainan ini namun tetap saja aku yakin pasti ada yang kurang dimana masih banyak misteri yang belum terkuak dari permainan ini bila benar aku harus mencarinya kemana hingga terbesit pikiran gila ku,
aku harus memainkan kembali permainan ini sendirian mungkin dengan itu aku akan tau apa yang harus aku lakukan namun apakah ini tidak terlalu berbahaya , tapi aku yakin bila aku tetap seperti ini pasti akan ada yang terjadi pada Ine .
tekat ku pun sudah menjadi bulat dan berniat akan memainkan permaian ini.
Malam itu..
Aku mempersiapkan semua yang harus aku siapkan seperti ritual itu sebelumnya.
Ku letakkan semua dan sama persis saat Yuli mau akan melakukan permainan ini.
Dan mulai ku ucapkan ritual itu hingga kembali lampu di kamar mandi ini menajdi mati dan perlahan aku melihat ada yang sedang bernafas di belakangku ,
tubuhku sontak menggigil ketakutan, namun aku berusaha tetap tenang hinga ku rasakan sebuah sentuhan di bahuku dan aku yakin aku tidak sendirian di kamar mandi ini.
Hingga lampu pun kembali menyala, tak ku dapati siapapun di tempat itu hingga suara gemercik seperti ada yang baru saja menyiram toilet mengalihkan perhatianku,
suara itu sangat mengangguku aku pun mendekati toilet itu.
Dan ku buka penutup itu betapa terkejutnya aku melihat sebuah kepala menatapku dengan tatapan sinis dari dalam toilet sontak aku berteriak
“AAAghhh“
Aku pun terjatuh dan berjalan mundur hingga sosok itu keluar dari dalam toilet dan merangkak mendekatiku
“Sie ruft mich jetzt, was Sie wissen müssen“
Aku hanya diam dan terus berjalan mundur karna aku tidak tau apa yang di katakan oleh sosok misterius itu.
“apa yang mau kau lakukan padaku“
Aku terus bertanya namun sosok itu terus mengulangi pertanyaan dengan bahasa lain itu, seperti bahasa jerman , dan aku tidak mengerti.
Aku berada di kamar mandi di aparetementku sendirian, hingga aku mulai pasrah di sudut tembok itu dan aku di selamatkan oleh sebuah suara seseorang di balik kamar itu.
“ Ich bin kein Heuchler“ dan mendengar itu sosok itu kemudian kembali ke dalam toilet aku yang terkejut siapa yang mengatakan itu pun tertuju menatap pintu kamar mandi itu,
“siapa kamu“
Hingga dia muncul dan ternyata dia adalah Yuli,
Yuli yang menatapku sembari terheran heran melihatku dengan tatapan marah menatapku
“apa yang baru saja kau lakukan . apa kau tidak tau apa yang baru saja kau lakukan“
Aku terdiam menatap Yuli yang marah padaku ,
“kenapa kau marah padaku“
“tentu saja aku marah karna kau baru saja melakukan hal yang bodoh , kau tidak tau apa yang akan kau lakukan“
Aku pun berdiri dan menatap Yuli
“sebenarnya apa yang kau sembunyikan katakan“
Yuli terdiam menatap kaca itu dan kemudian mengatakan itu.
“sebenarnya permainan yang baru saja kita lakukan adalah permainan kematian“
Aku terdiam mendengar itu “apa maksutmu Yul. Katakan apa yang kau maksut dengan permainan kematian itu“
Yuli kemudian mengatakan itu yang membuatku tau apa yang kini sebenarnya terjadi
“Aku benci dengan kemunafikan , apalagi sahabat yang tega menusuk sahabatnya sendiri“
Mendengar itu aku teringat dengan sosok Ine.
Apakah Yuli memang yang telah melakukan semua ini, dan permainan apa ini . yang baru kami lakukan.
Dan aku akan membuat Yuli mengatakan semuanya,
Bersambung.....
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar