Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 1"

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 1"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting sebuah cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!

Kriiingg… kriiing… kriiing..

Aku terbangun dari tidurku, semalaman aku memikirkan tentang uji tesku yang aku kirimkan ke sebuah program pemerintah untuk meningkatkan gaya belajar negri ini,
Ya , semenjak aku tau pemerintah ingin meningkatkan gaya belajar kami dengan cara membuat sekolah dengan taraf terbaik dimana semua muritnya adalah murit berprestasi dari seluruh pelosok negri ini,
Aku semangat untuk belajar, karna aku ingin menjadi salah satu siswa terbaik di negri ini,
Tapi semalaman aku berfikir, entah apa yang nanti akan terwujud aku berpasrah menunggu  kabar berita itu,
Di pagi hari aku pergi menuju ke tempat perpustakaan kota, yang sudah menjadi tempat faforitku menghilangkan kebosanan setelah liburan kelulusan ku dari bangku SMP,
Kini aku beranjak SMA. Tapi aku belum menentukan SMA ku karna aku berharap bisa masukke SMA, yang membuatku mengikuti ujian test itu,
Beberapa menit aku menginjak perpustakaan kota, aku mendengar handponku berbunyi, ternyata itu adalah telepon dari seorang lelaki yang mangaku sebagai panitia test tersebut dan mengatakan bila aku di terima dengan nilai yang cukup dari standart yang di tentukan dan di harap segera mengurus ke berangkatanku ke kota tersebut,
Rasa senang tidak percaya dari apa yang aku dengar membuatku tanpa sadar berteriak dengan keras hingga semua mata tertuju padaku aku diam sesaat menahan malu karna semua orang melihatku dengan tatapan aneh, mungkin mereka berfikir aku baru saja mendapatkan kejutan,
Segera aku berlari untuk pulang ke rumah ingin aku sampaikan berita kelulusanku kepada orang tuaku tepatnya ibuku, yang selalu memberiku semangat,
Namaku Elfi dan aku adalah anak semata wayang dari keluarga yang cukup berada, ayah ku adalah seorang pengusaha kecil tapi cukup untuk membawaku menjadi anak yang serba kecukupan, bahkan ayahku sudah mempersiapkan aku ke  SMA terfaforit di kotaku, karna aku tau bila orang tuaku sangat sayang padaku,
Kini aku sudah tidak sabar mendengar kabar putri satu satunya kini semakin dekat dengan mimpinya,
Ibuku yang selama ini membelaiku, tak henti hentinya memberiku semangat di saat aku mulai lelah berjalan akan menjadi inspirasiku kelak, dan sepertinya perasaanku semakin tak tertahan ketika melihat ibuku sedang melakukan aktifitas biasanya yaitu menyiram sebuah tanaman dan bunga bunga kesayangan kami berdua yang sudah kami tanam sejak masih sangat kecil,,
Melihat itu aku langsung memeluknya dan ku katakan bila aku memiliki kejutan ..
Dengan tersenyum ibuku bertanya “memang apa??”
Aku hanya diam sembari tersenyum membuat ibuku jadi penasaran,
Dan aku bilang “tunggu ayah pulang aja deh,
Ibuku tersenyum dan mengatakan “ya, udah kalau gagk mau cerita”
Kami pun tersenyum bersama,

Malam hari ketika kami berkumpul, ibuku mengingatkan aku tentang berita yang mengembirakan itu, aku sedikit lupa karna mungkin sibuk mempersiapkan keberangkatanku ke kota tersebut, sekolah yang akan aku datangi berada jauh dengan kota ku dan kami harus menggunakan pesawat untuk sampai kesana karna berada di pulau sebrang, tapi aku sudah berjanji akan mimpiku, tak mengecilkan semangatku sedikitpun, untuk berangkat,

Aku pun mulai menceritakan bila aku di terima di sekolah itu, dan rencananya besok panitia di kota ini akan datang ke rumah ini menyampaikan prosedur tantang keberangkatan dan penerimaan itu,
Aku berharap mendapat senyuman dan ekspresi bahagia dari kedua orang tuaku tapi ternyata tidak! Sejenak mereka diam menatapku sembari ingin mengeluarkan air mata,
Ingin aku tanyakan pada mereka apa yang membuat mereka tidak senang,
Tapi pelukan hangat ibuku membuyarkan pertanyaanku, dengan tetesan air mata membasahi pipiku saat dia memelukku, membuatku yakin bila dia ingin aku mendapatkan apa yang menjadi tujuan hidupku,
Dengan tangisan ku dengarkan setiap kalimat dan pesan untukku yang menunjukkan rasa cintanya padaku, tak lupa ayahku menciumku, dengan bangga dia mengatakan “ini lah anak ayah”

Suasana itu tak hayal membuatku mengerti alasan kenapa mereka diam terhenyak sesaat aku menceritakan tentang penerimaan ku di sekolah itu,
Mereka tidak ingin aku meninggalkan mereka karna hanya aku lah yang senantiasa mendampingi mereka
Ya aku adalah anak satu satunya di keluarga ini, sesaat aku termenung diam, sembari bingung apa aku harus lupakan saja mimpiku bersekolah disana? Dan memilih mencari sekolah di kota ini saja.
Tapi belaian ibuku membuyarkan lemuanku, dengan senyuman dia membisikkan, “besok akan kami urus semuanya, kamu harus bisa meraih mimpi kamu, dan semoga kamu menjadi anak yang berguna kelak”

Mendengar itu membuatku sadar betapa besarnya keluarga ini mencintaiku, membuatku bangga akan sosok ibu ku yang senantiasa menjagaku,
Kembali aku termenung “apakah bisa aku hidup tanpa tangan ibu di sampingku sedangkan yang senantiasa menjagaku adalah ibuku, tapi kuyakinkan bila kelak aku pasti akan hidup tanpa ibuku, jadi yang harus aku lakukan adalah membuat bangga kedua orang tuaku dulu, terlebih ibuku,??”

Segala prosedur sudah selesai dan kini aku akan berangkat, dan untuk pertama kalinya aku harus lepas dari tangan ke dua orang tuaku, dan kini aku harus siap untuk mandiri dan menatap apa yang di sebut dunia luar..
Sedih rasanya ketika melihat wajah haru kedua orang tuaku melepas kepergianku di bandara itu, tapi dengan lambaian tanganku aku berharap mereka tau, kini aku sudah beranjak dewasa dan siap untuk mencari jati diriku, ku lambaikan tanganku sembari tersenyum padanya, dan kini aku pergi..


Di sela perjalanan, aku melihat segala fasilitas di sekolah itu, terdapat sebuah asrama teruntuk wanita, dan asrama itu memang di gunakan untuk menampung semua murit dan khususnya murit dari luar kota , kulihat memang fasilitas di sana sangat lengakp seperti dulu aku membacanya ..

4 jam sudah berlalu aku sampai di kota ini dan aku di jemput oleh seorang wanita dan dia adalah salah satu penjaga di sekolah tersebut,
Sampai lah aku di sekolah itu, hanya satu kalimat yang aku ucapkan saat melihat sekolah ini,
Sungguh sekolah yang sangat besar dengan luas mencapai 13 hektar aku terkagum kagum, banyak ku lihat murit murit membaca dan menulis buku di alam terbuka membuatku bersemangat ingin segera memulai pelajaranku di sekolah ini,
Wanita itu membawaku bertemu dengan kepala sekolah itu yang seorang perempuan juga,
Kemudian mereka membawaku masuk ke asrama itu, dan asrama itu juga benar benar membuatku semakin kagum dengan fasilitas kamar yang sangat besar wanita itu menjelaskan setiap kamar akan di huni oleh 2 orang selain agar kalian saling mengenal itu berguna juga agar kalian bisa saling menjaga di asrama ini karna peraturan asrama putri ini  sangat ketat,

Aku tidak terlalu terkejut tapi memang asrama wanita memang harus memiliki peraturan yang ketat toh itu kan demi kebaikan,
Ketika kami menaiki lantai 2 saat kami sedang menuju ke sebuah kamar, aku terdiam menatap sebuah lukisan yang membuatku sedikit penasaran,
Sosok lukisan itu adalah seorang wanita muda dengan rambut panjang membentang, dan terlihat tersenyum menatapku, entah apa ini hanya pikiranku atau  lukisan itu memenag menatapku,
Aku mendekatinya , kulihat senyuman dari lukisan itu tampak tersenyum dan pengambaran misterius begitu terasa, tiba tiba jantungku berdegup sangat kencang, dan sesaat berhembus angin yang kencang menembus sela sela tubuhku, bulukudukku berdiri seolah lukisan itu hidup,

Pikiranku kacau balau, hingga seperti ada sesuatu yang menggangguku,
Hingga tepukan dari wanita itu membuyarkan pikiranku,
Kamu kenapa??”
Dia bertanya heran padaku, enggak papa kok,, ku jawab singkat,
Ingin aku tanyakan siapa wanita yang ada di lukisan ini tapi ku urungkan karna mungkin pertanyaanku menimbulkan masalah, tapi perasaan penasaran kini menghantuiku, membuatku ingin tau siapa sosok di balik lukisan itu,

Sesampai di kamar itu aku melihat seorang wanita duduk santai di atas ranjang sesaat dia memandangiku, dan dia tersenyum padaku,
Namanya adalah Rina, dia berasal dari Sumatra, dan dia adalah anak baru yang sudah satu minggu tinggal di asrama ini, memang tahun ajaran baru akan dimulai satu minggu lagi,
Aku dan ida akan menjadi penghuni kamar ini,
Kami sempat berbinicnag bincang mengenai daerah kami masing masing,
Dia menjelaskan padaku seputar peraturan di asrama ini, dari semua peraturan aku mampu menerimanya tanpa protes kecuali satu sesaat matahari sudah tenggelam di larang keluar dari kamar alias mengelilingi asrama atau sekolah tanpa pengetahuan pengawas, atau akan mendapat hukuman paling keras yaitu di keluarkan bila sering di pergoki,
Bagiku peraturan itu sangat konyol padahal sekolah ini kan besar dan indah , dan sayang sekali
Bila tidak di manfaatkan. Tapi mungkin ada cerita di balik peraturan itu, dan mungkin aku akan terima,

Malam ini adalah malam pertama aku tanpa selimut hangat dan pelukan ibuku, kembali aku terringat dengan hangatnya duniaku yang dulu yang kini telah berubah.
Tapi tak kusesali sedikitpun, 

Kulihart Rina telah terlelap di dalam selimutnya dan kini aku juga akan tidur melepaskan semua kelelahan ku yang baru saja datang dari tempat yang jauh,
Sesaat aku memejamkan mata tiba tiba aku mendengar..
“bruakakkakaakak…
Aku mendengar dengan sangat jelas, suara pintu kamarku ada yang mendobrak dengan keras, aku terkejut hingga aku mulai bertanya siapa itu??
Sungguh tidak sopan bila menobrak kamar seseorang dengan tidak sopan seperti ini?
Sesaat aku membuka pintu itu aku teringat dengan pesan Rina, peraturan yang paling di larang di asrama ini adalah tidak boleh membuka dan keluar dari kamar meski apapun yang terjadi,
Aku pun mengurungkan maksutku, dan beranjak kembali ke kamarku, sesaat aku menuju ke ranjangku, tiba tiba suara dobrakan pintu itu aku mendengarnya kembali kali ini jauh lebih keras lagi,,

Seketika itu aku berlari ke Rina dan membangunkanya,
Rina menatapku dengan sangat terkejut dan bertanya “kenapa??”
“kamu tidak mendengar suara itu, suara orang sedang menggedor sebuah pintu,??
Kami menunggu lama suara itu tapi tak kunjung muncul , akhirnya dengan lembut Rina mengatakan,
“mungkin itu Cuma khayalan kamu, karna ini tempat asing dan baru untukmu, aku juga dulu pernah merasakanya tapi sekarang sudah terbiasa nanti kamu juga akan terbiasa kok..”

Aku pun kembali keranjangku, dan melanjutkan tidurku dalam hatiku aku yakin itu bukan khayalan karna aku benar benar mendengarnya,
Tapi tak berhenti sampai di situ lagi lagi kejadian aneh aku alami,
Tiba tiba jendela kamarku terbuka dengan lebar, dan membuat angin malam yang dingin masuk dan menggerayangi tubuh ku aku pun terbangun dan ingin menutup jendela itu?
Kamarku memang mengahadap ke sebuah lorong asrama,
Tapi sesaat aku akan menutup jendela itu aku melihat seseorang wanita mungkin sebaya denganku berjalan melewati lorong dengan pakaian putih membalut tubuhnya, seketika aku terkejut, karna bukankah sudah jelas peraturan di asrama ini bila tidak boleh keluar malam malam gini apalagi selarut ini,’

Aku pun terus memandangi sosok itu, seketika sosok itu berhenti dan menatapku dengan tajam,
Melihat itu aku terkejut dan menunduk di bawah jendela aku bertanya siapa sosok itu??
Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas, keringat bercucuran di dahiku, tubuhku mengigil ketakutan , kaki ku tak berheti gemetaran,
Ku beranikan melihat lorong itu kembali, dan tak kudapati siapapun, aku pun menutup kembali jendelaku,          dan kembali keranjangku,

Ada apa ini?? Aku bertanya dalam hati, aku yakin apa yang baru aku alami ini adalah kejadian yang nyata, siapa yang sudah mendobrak pintu kamarku dan siapa sosok di lorong itu dan kenapa peraturan aneh itu di buat seolah semua membentuk pola yang saling berhubungan,
Akankah ada misteri di balik peraturan itu??



Bersambung….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar