Selamat membacaaaa !!
Kriiingg…
kriiing… kriiing..
Aku
terbangun dari tidurku, semalaman aku memikirkan tentang uji tesku yang aku
kirimkan ke sebuah program pemerintah untuk meningkatkan gaya belajar negri
ini,
Ya ,
semenjak aku tau pemerintah ingin meningkatkan gaya belajar kami dengan cara
membuat sekolah dengan taraf terbaik dimana semua muritnya adalah murit
berprestasi dari seluruh pelosok negri ini,
Aku
semangat untuk belajar, karna aku ingin menjadi salah satu siswa terbaik di
negri ini,
Tapi semalaman
aku berfikir, entah apa yang nanti akan terwujud aku berpasrah menunggu
kabar berita itu,
Di pagi
hari aku pergi menuju ke tempat perpustakaan kota, yang sudah menjadi tempat
faforitku menghilangkan kebosanan setelah liburan kelulusan ku dari bangku SMP,
Kini
aku beranjak SMA. Tapi aku belum menentukan SMA ku karna aku berharap bisa
masukke SMA, yang membuatku mengikuti ujian test itu,
Beberapa
menit aku menginjak perpustakaan kota, aku mendengar handponku berbunyi,
ternyata itu adalah telepon dari seorang lelaki yang mangaku sebagai panitia
test tersebut dan mengatakan bila aku di terima dengan nilai yang cukup dari
standart yang di tentukan dan di harap segera mengurus ke berangkatanku ke kota
tersebut,
Rasa
senang tidak percaya dari apa yang aku dengar membuatku tanpa sadar berteriak
dengan keras hingga semua mata tertuju padaku aku diam sesaat menahan malu
karna semua orang melihatku dengan tatapan aneh, mungkin mereka berfikir aku
baru saja mendapatkan kejutan,
Segera
aku berlari untuk pulang ke rumah ingin aku sampaikan berita kelulusanku kepada
orang tuaku tepatnya ibuku, yang selalu memberiku semangat,
Namaku
Elfi dan aku adalah anak semata wayang dari keluarga yang cukup berada, ayah ku
adalah seorang pengusaha kecil tapi cukup untuk membawaku menjadi anak yang
serba kecukupan, bahkan ayahku sudah mempersiapkan aku ke SMA terfaforit
di kotaku, karna aku tau bila orang tuaku sangat sayang padaku,
Kini
aku sudah tidak sabar mendengar kabar putri satu satunya kini semakin dekat
dengan mimpinya,
Ibuku
yang selama ini membelaiku, tak henti hentinya memberiku semangat di saat aku
mulai lelah berjalan akan menjadi inspirasiku kelak, dan sepertinya perasaanku
semakin tak tertahan ketika melihat ibuku sedang melakukan aktifitas biasanya
yaitu menyiram sebuah tanaman dan bunga bunga kesayangan kami berdua yang sudah
kami tanam sejak masih sangat kecil,,
Melihat
itu aku langsung memeluknya dan ku katakan bila aku memiliki kejutan ..
Dengan
tersenyum ibuku bertanya “memang apa??”
Aku
hanya diam sembari tersenyum membuat ibuku jadi penasaran,
Dan aku
bilang “tunggu ayah pulang aja deh,
Ibuku
tersenyum dan mengatakan “ya, udah kalau gagk mau cerita”
Kami
pun tersenyum bersama,
Malam
hari ketika kami berkumpul, ibuku mengingatkan aku tentang berita yang mengembirakan
itu, aku sedikit lupa karna mungkin sibuk mempersiapkan keberangkatanku ke kota
tersebut, sekolah yang akan aku datangi berada jauh dengan kota ku dan kami
harus menggunakan pesawat untuk sampai kesana karna berada di pulau sebrang,
tapi aku sudah berjanji akan mimpiku, tak mengecilkan semangatku sedikitpun,
untuk berangkat,
Aku pun
mulai menceritakan bila aku di terima di sekolah itu, dan rencananya besok
panitia di kota ini akan datang ke rumah ini menyampaikan prosedur tantang
keberangkatan dan penerimaan itu,
Aku
berharap mendapat senyuman dan ekspresi bahagia dari kedua orang tuaku tapi
ternyata tidak! Sejenak mereka diam menatapku sembari ingin mengeluarkan air
mata,
Ingin
aku tanyakan pada mereka apa yang membuat mereka tidak senang,
Tapi
pelukan hangat ibuku membuyarkan pertanyaanku, dengan tetesan air mata
membasahi pipiku saat dia memelukku, membuatku yakin bila dia ingin aku
mendapatkan apa yang menjadi tujuan hidupku,
Dengan
tangisan ku dengarkan setiap kalimat dan pesan untukku yang menunjukkan rasa
cintanya padaku, tak lupa ayahku menciumku, dengan bangga dia mengatakan “ini
lah anak ayah”
Suasana
itu tak hayal membuatku mengerti alasan kenapa mereka diam terhenyak sesaat aku
menceritakan tentang penerimaan ku di sekolah itu,
Mereka
tidak ingin aku meninggalkan mereka karna hanya aku lah yang senantiasa
mendampingi mereka
Ya aku
adalah anak satu satunya di keluarga ini, sesaat aku termenung diam, sembari
bingung apa aku harus lupakan saja mimpiku bersekolah disana? Dan memilih mencari
sekolah di kota ini saja.
Tapi
belaian ibuku membuyarkan lemuanku, dengan senyuman dia membisikkan, “besok
akan kami urus semuanya, kamu harus bisa meraih mimpi kamu, dan semoga kamu
menjadi anak yang berguna kelak”
Mendengar
itu membuatku sadar betapa besarnya keluarga ini mencintaiku, membuatku bangga
akan sosok ibu ku yang senantiasa menjagaku,
Kembali
aku termenung “apakah bisa aku hidup tanpa tangan ibu di sampingku sedangkan
yang senantiasa menjagaku adalah ibuku, tapi kuyakinkan bila kelak aku pasti
akan hidup tanpa ibuku, jadi yang harus aku lakukan adalah membuat bangga kedua
orang tuaku dulu, terlebih ibuku,??”
Segala
prosedur sudah selesai dan kini aku akan berangkat, dan untuk pertama kalinya
aku harus lepas dari tangan ke dua orang tuaku, dan kini aku harus siap untuk
mandiri dan menatap apa yang di sebut dunia luar..
Sedih
rasanya ketika melihat wajah haru kedua orang tuaku melepas kepergianku di
bandara itu, tapi dengan lambaian tanganku aku berharap mereka tau, kini aku
sudah beranjak dewasa dan siap untuk mencari jati diriku, ku lambaikan tanganku
sembari tersenyum padanya, dan kini aku pergi..
Di sela
perjalanan, aku melihat segala fasilitas di sekolah itu, terdapat sebuah asrama
teruntuk wanita, dan asrama itu memang di gunakan untuk menampung semua murit
dan khususnya murit dari luar kota , kulihat memang fasilitas di sana sangat
lengakp seperti dulu aku membacanya ..
4 jam
sudah berlalu aku sampai di kota ini dan aku di jemput oleh seorang wanita dan
dia adalah salah satu penjaga di sekolah tersebut,
Sampai
lah aku di sekolah itu, hanya satu kalimat yang aku ucapkan saat melihat
sekolah ini,
Sungguh
sekolah yang sangat besar dengan luas mencapai 13 hektar aku terkagum kagum,
banyak ku lihat murit murit membaca dan menulis buku di alam terbuka membuatku
bersemangat ingin segera memulai pelajaranku di sekolah ini,
Wanita
itu membawaku bertemu dengan kepala sekolah itu yang seorang perempuan juga,
Kemudian
mereka membawaku masuk ke asrama itu, dan asrama itu juga benar benar membuatku
semakin kagum dengan fasilitas kamar yang sangat besar wanita itu menjelaskan
setiap kamar akan di huni oleh 2 orang selain agar kalian saling mengenal itu
berguna juga agar kalian bisa saling menjaga di asrama ini karna peraturan
asrama putri ini sangat ketat,
Aku
tidak terlalu terkejut tapi memang asrama wanita memang harus memiliki
peraturan yang ketat toh itu kan demi kebaikan,
Ketika
kami menaiki lantai 2 saat kami sedang menuju ke sebuah kamar, aku terdiam
menatap sebuah lukisan yang membuatku sedikit penasaran,
Sosok
lukisan itu adalah seorang wanita muda dengan rambut panjang membentang, dan
terlihat tersenyum menatapku, entah apa ini hanya pikiranku atau lukisan
itu memenag menatapku,
Aku
mendekatinya , kulihat senyuman dari lukisan itu tampak tersenyum dan
pengambaran misterius begitu terasa, tiba tiba jantungku berdegup sangat
kencang, dan sesaat berhembus angin yang kencang menembus sela sela tubuhku,
bulukudukku berdiri seolah lukisan itu hidup,
Pikiranku
kacau balau, hingga seperti ada sesuatu yang menggangguku,
Hingga
tepukan dari wanita itu membuyarkan pikiranku,
Kamu
kenapa??”
Dia
bertanya heran padaku, enggak papa kok,, ku jawab singkat,
Ingin
aku tanyakan siapa wanita yang ada di lukisan ini tapi ku urungkan karna
mungkin pertanyaanku menimbulkan masalah, tapi perasaan penasaran kini
menghantuiku, membuatku ingin tau siapa sosok di balik lukisan itu,
Sesampai
di kamar itu aku melihat seorang wanita duduk santai di atas ranjang sesaat dia
memandangiku, dan dia tersenyum padaku,
Namanya
adalah Rina, dia berasal dari Sumatra, dan dia adalah anak baru yang sudah satu
minggu tinggal di asrama ini, memang tahun ajaran baru akan dimulai satu minggu
lagi,
Aku dan
ida akan menjadi penghuni kamar ini,
Kami
sempat berbinicnag bincang mengenai daerah kami masing masing,
Dia
menjelaskan padaku seputar peraturan di asrama ini, dari semua peraturan aku
mampu menerimanya tanpa protes kecuali satu sesaat matahari sudah tenggelam di
larang keluar dari kamar alias mengelilingi asrama atau sekolah tanpa
pengetahuan pengawas, atau akan mendapat hukuman paling keras yaitu di
keluarkan bila sering di pergoki,
Bagiku
peraturan itu sangat konyol padahal sekolah ini kan besar dan indah , dan
sayang sekali
Bila
tidak di manfaatkan. Tapi mungkin ada cerita di balik peraturan itu, dan
mungkin aku akan terima,
Malam
ini adalah malam pertama aku tanpa selimut hangat dan pelukan ibuku, kembali
aku terringat dengan hangatnya duniaku yang dulu yang kini telah berubah.
Tapi
tak kusesali sedikitpun,
Kulihart
Rina telah terlelap di dalam selimutnya dan kini aku juga akan tidur melepaskan
semua kelelahan ku yang baru saja datang dari tempat yang jauh,
Sesaat
aku memejamkan mata tiba tiba aku mendengar..
“bruakakkakaakak…
Aku
mendengar dengan sangat jelas, suara pintu kamarku ada yang mendobrak dengan
keras, aku terkejut hingga aku mulai bertanya siapa itu??
Sungguh
tidak sopan bila menobrak kamar seseorang dengan tidak sopan seperti ini?
Sesaat
aku membuka pintu itu aku teringat dengan pesan Rina, peraturan yang paling di
larang di asrama ini adalah tidak boleh membuka dan keluar dari kamar meski
apapun yang terjadi,
Aku pun
mengurungkan maksutku, dan beranjak kembali ke kamarku, sesaat aku menuju ke
ranjangku, tiba tiba suara dobrakan pintu itu aku mendengarnya kembali kali ini
jauh lebih keras lagi,,
Seketika
itu aku berlari ke Rina dan membangunkanya,
Rina
menatapku dengan sangat terkejut dan bertanya “kenapa??”
“kamu
tidak mendengar suara itu, suara orang sedang menggedor sebuah pintu,??
Kami
menunggu lama suara itu tapi tak kunjung muncul , akhirnya dengan lembut Rina
mengatakan,
“mungkin
itu Cuma khayalan kamu, karna ini tempat asing dan baru untukmu, aku juga dulu
pernah merasakanya tapi sekarang sudah terbiasa nanti kamu juga akan terbiasa
kok..”
Aku pun
kembali keranjangku, dan melanjutkan tidurku dalam hatiku aku yakin itu bukan
khayalan karna aku benar benar mendengarnya,
Tapi
tak berhenti sampai di situ lagi lagi kejadian aneh aku alami,
Tiba
tiba jendela kamarku terbuka dengan lebar, dan membuat angin malam yang dingin
masuk dan menggerayangi tubuh ku aku pun terbangun dan ingin menutup jendela
itu?
Kamarku
memang mengahadap ke sebuah lorong asrama,
Tapi
sesaat aku akan menutup jendela itu aku melihat seseorang wanita mungkin sebaya
denganku berjalan melewati lorong dengan pakaian putih membalut tubuhnya,
seketika aku terkejut, karna bukankah sudah jelas peraturan di asrama ini bila
tidak boleh keluar malam malam gini apalagi selarut ini,’
Aku pun
terus memandangi sosok itu, seketika sosok itu berhenti dan menatapku dengan
tajam,
Melihat
itu aku terkejut dan menunduk di bawah jendela aku bertanya siapa sosok itu??
Aku
tidak dapat melihatnya dengan jelas, keringat bercucuran di dahiku, tubuhku
mengigil ketakutan , kaki ku tak berheti gemetaran,
Ku
beranikan melihat lorong itu kembali, dan tak kudapati siapapun, aku pun
menutup kembali
jendelaku, dan kembali
keranjangku,
Ada apa
ini?? Aku bertanya dalam hati, aku yakin apa yang baru aku alami ini adalah
kejadian yang nyata, siapa yang sudah mendobrak pintu kamarku dan siapa sosok
di lorong itu dan kenapa peraturan aneh itu di buat seolah semua membentuk pola
yang saling berhubungan,
Akankah
ada misteri di balik peraturan itu??
Bersambung….
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar