Selamat membacaaaa !!
Pagi
ini aku merasakan seuasana yang sangat berbeda pada Asrama ini, kulihat kea rah
jendela tak pernah kulihat mendung segelap ini bahkan kurasakan hawa yang
sangat buruk akan datang hingga aku mendengar pyuarrrr!!!
Suara
gelas yang baru jatuh pada meja belajarku,
“siapa
yang sudah meletakkan gelas ini disini, bukankah aku sudah pernah bilang bila
aku benci dengan gelas yang di letakkan di meja belajar, “
Aku
mendekati gelas itu, Astaga, aku terkejut melihat pecahan gelas dengan
percikkan darah dan ku sentuh , kucium bau darah itu,
“darah
ayam” gumamku dalam hati,
“jangan
jangan aku memang sudah melakukan hal yang buruk “ segera aku keluar asrama dan
berencana menemui Miss Sisa untuk menceritakan apa yang sudah terjadi,
Sesaat
aku keluar kamar kulihat Awan semakin gelap bahkan sesekali petir saling
menyambar, ini hal pertama yang pernah aku lihat di asrama ini, sangat aneh
menyaksikan mendung segelap ini di cuaca pagi buta ini,
Aku
berjalan perlahan dengan angin dingin yang sesekali membelaiku, kurasakan
seluruh tubuhku menggigil sesaat ketika ku lewati taman , aku mendengar suara
seorang wanita sedang bersenandung merdu di taman , dlegg, sejenak aku tertegun
, dengan langkah penuh penasaran aku pun mencari sumber suara senandung wanita itu,
Dan
ketika kulihat,
“miss
Sisilia”
Kulihat
wanita duduk bersipu mencium wangi bunga dan ku dengar dengan jelas Wanita itu
bersenandung dengan riang namun senandungnya itu sangat mengerikan dan seketika
menelusup jantungku, tak henti hentinya jantungku berdegup kencang bahkan aku
tidak mampu menenangkan diriku yang bersembunyi di balik tembok itu,
Hingga
dia melihat ke arahku dan mengejutkanku, aku pun seketika bersembunyi dan
bergumam dalam hati, “apa dia melihatku,
Keringat
bercucuran dan kuberanikan melihat dan mengintipnya kembali bangku taman itu,
tapi dia sudah menghilang, kurasakan ketenangan sejenak, dan ketika ku lihat
lagi, dleeggg!!
Sosok
itu berada di depanku dengan mulutnya yang penuh dengan darah dan berusaha
meraihku, namun segera aku berlari, aku berlari menelusuri lorong itu, hingga
aku menabrak seorang murit wanita,
“aku
sedikit tenang”
Sisiwi
itu bertanya padaku “kamu gagk papa kan?”
Aku
berdiri dan merapikan bajuku, sesaat aku tenangkan diriku karna aku lah
yang harusnya bertanya padanya, hingga kulihat sisiwi itu menjadi Miss Sisilia,
sontak aku terkejut, kaki ku mendadak lemas, dan aku hanya mampu mundur,
tatapan dingin itu mampu membuatku merasakan kengerian apa yang ingin dia
lakukan sebenarnya,
Hingga
tepukan Miss Aila, menyadarkanku,
Kulihat
ekspresi Miss Aila menatapku dengan tatapan yang curiga, dan kemudian dia
menarik tanganku, membawaku bertemu dengan kepala sekolah,
Kepala
sekolah menungguku di ruangan yang bahkan belum pernah aku lihat aku sedikit
terkejut dimana ini??
Dan dia
pun mempersilahkan aku duduk yang membuatku sedikit heran adalah Lukisan Miss
Sisilia ada di ruangan itu, kemudian Miss Sisa yaitu kepala sekolahku
mendekatiku dan bertanya apa ada yang ingin kau ceritakan Elfii??
Aku
sedikit terkejut, aku pun bercerita tentang apa yang aku alami tapi belum aku
mengatakan sepatah katapun, lampu di ruangan itu mendadak mati dan seterusnya,
“Dia
disini??”
Kepala
sekolah tiba tiba mengatakan hal yang tidak aku menegrti,
Kulihat
wajah pucat dari Miss Aila, apa yang sebenarnya terjadi ini?
Dan
tiba tiba aku, aku mencium bunga Kenanga yang sering aku lihat di taman ,
Hingga
dia muncul tepat di belakang Miss Sisa, dan langsung mencekik kulihat dia
yaitu Miss Sisilia,
Seketika
itu kulihat Miss Aila berusaha menghentikan makhluk itu, dengan membaca sebuah
buku ya mantra lain entah apa itu?? Seperti sebuah sair tapi aku tidak mengerti
tapi suara Miss Aila membacakan itu membuat mataku seakan mendadak kabur, dan
suara itu sangat mengerikan sair apa itu??
Aku pun
memundurkan langkahku, hingga kulihat makhluk itu berteriak sembari menutup
telinganya, dan Miss Sisa banyak memuntahkan darah dari mulutnya kemudian sosok
itu menghilang dan lenyap,
Kemudian
Miss Aila menghampiriku dengan wajah nya yang tampak ketakutan terlihat dari
keningnya yang mengeluarkan banyak keringat, dia bertanya padaku,
“dimana
Elfii??”
Aku
tidak mengerti maksut ucapanya sembari dia menyentuh dan mengulang pertanyaan
itu,
“dimana
kau melihat jasad dari dia?”
Kali
ini aku mengerti segera aku mengatakan , aku menemukanya di gudang tua seberang
sungai di balik tembok itu??’
Kemudian
Miss Sisa, “cepat kalian pergi kesana aku tidak apa apa disini, “
“tidak
dia mengincar anda aku tidak akan meninggalkan anda” Miss Aila untuk pertama
kalinya kulihat membantah perintah dari Miss Sisa,
Kemudian
Miss Aila melihatku kembali dan memberiku kantong hitam , “disini ada bunga
melati dan bubuk garam , kau taburkan pada jasad itu, lalu bakar dengan api
yang keluar dari korek ini, kamu harus pergi kesana karna bila tidak maka,,,…”
Kulihat
mata Miss Aila tiba tiba menangis darah aku pun terkejut dan segera mundur dari
sana, “cepattt!! Kami tidak apa apa disini kami akan berusaha menahanya
disini??? Cepat lakukan,”
Miss
Aila memintaku untuk pergi kulihat mata Miss Aila semakin banyak mengeluarkan
darah sebenarnya aku tidak tega bila harus meninggalkanya, dan aku pun segera
berlari pergi menuju ke gudang tua itu,
Kulewati
lorong itu, kulihat hujan turun dengan sangat deras bahkan sesekali petir
mengelegar tapi tak kuhentikan langkahku sedikitpun dengan membawa kantong
hitam aku harus menyelesaikan perintah itu karna aku lah yang bertanggung
jawab,
Hingga
aku melihat Rina berdiri di depanku dengan penasaran Rina bertanya padaku, kamu
mau kemana ?” hujan hujan begini”
Tapi aku
sudah harus pergi kukatakan singkat pada Rina “tidak ada waktu aku menceritakan
semua ini aku harus melakukan sesuatu, “
Aku pun
berlari meninggalkan Rina, namun kulihat Rina mengejarku, aku berhenti dan
mengatakan “kamu jangan ikuti aku ini terlalu berbahaya kembalilah ke
asraama??”
Aku pun
melanjutkan langkahku namun kulihat Rina tetap mengejarku, aku pikir ini akan
membuang buang waktu ku ijinkan Rina mengikutiku, dan ku panjat tembok itu dan
kulihat Rina berhasil menysulku,
“kamu
mau kemana ?? kita di larang untuk keluar dari asrama seperti ini??”
Tapi
aku hanya diam , kini perhatianku tertuju pada jembatan tua dengan arus sungai
yang sangat deras, aku pun berlari dan melangkah dengan hati hati ke jembatan
tua itu yang sedikit bergoyang seakan tidak mampu menahan tubuh kami,
Setelah
itu aku menuju ke gudang tua itu, Rina yang mungkin sudah merasa jengkel
terhadapku yang tidak mengatakan apa yang sedang aku lakukan pun meraih
tanganku dan menghentikanku,
“kamu
ini kenapa ha?? Jawab pertanyaanku,
Aku pun
dengan perasaan campur aduk mengatakan dengan kasar!!
“kita
semua dalam bahaya , aku baru saja melakukan sesuatu yang bodoh??”
Hingga
, srettt!! Tiba tiba aku merasakan kehadiranya ..
“dia
disini?”
Rina
bertanya padaku “siapa?”
Aku
segera menuju ke pintu gudang itu, tapi pintu yang sebelumnya sangat mudah
untuk di buka kini terkunci, kucoba untuk mengedornya bahkan Rina ikut
membantuku tapi tetap tidak bisa..
“pasti
masih ada jalan lain?”
Gumamku
dalam hati..
Kami
pun mancari jalan memutar dan kudapati sebuah jendela kaca tua, ku buka dengan
cara melemparkan batu yang keras dan sukurlah kami berhasil masuk di tengah
hujan yang semakin deras aku mencari dimana kamar aku melihat dia , entah saat
itu aku benar benar disini atau hanya mimpi yang jelas aku tau kamar itu berada
jauh di dalam gudang ini,
Hingga
aku menemukanya tepat dengan rantai yang dulu aku lepaskan, sesaat aku
memasukinya bersama Rina, namun hanya tempat kosong tak ada apapun di sana ,
Hingga
aku mendengarnya,
Suara
senandung itu , senandung mengerikan dari Miss Sisilia,
Ku
dengar suara itu semakin lama semakin keras ,, aku pun merasakan hawa yang
paling menakutkan bahkan tak henti hentinya aku menggigil ketakutan tak jauh
beda dengan aku Rina merasakan hawa yang sama seperti aku,
Segera
aku mengenggam tanganya dan ku tarik tangan Rina Ke sebuah almari tua,
dan ku biarkan dia masuk aku pun bersembunyi di balik sebuah gorden tua,
kulihat pintu itu dari sobekan gorden sementara Rina ku suruh untuk tetap diam
apapun yang nanti dia lihat, suara senandung itu semakin keras bulukudukku
semakin berdiri, hingga
Dlegg..
tiba tiba di sampingku dia berada tepat di sampingku aku berteriak sekuat
tenaga “Arghhh???”
Dan dia
langsung mencekikku,
Dengan
tenaga seadanya ku raih garam dan kulemparkan padanya, kulihat dia merasakan
kesakitan dengan menutup matanya, Rina yang mendengar suara teriakan ku segera
keluar dan melihat keadaanku , hingga dia terkejut menatapku,
“siapa
itu?? Bukankah dia adalah Sosok dalam lukisan itu??
Aku pun
tiba tiba teringat dengan semuanya , Lukisan itu??
Apakah
ada hubunganya, lukisan itu??
Aku pun
mengingat semua kembali, ya, sebuah Tali, dia mati bukan karna warga melainkan
sebuah Tali dan ketika kulihat ke atas ku temukan sosok tergantung di atas
loteng , ya itu adlah dia??
Miss
Sisilia, aku segera berlari ke tangga tua dan aku terkejut ketika kaki ku tiba
tiba lumpuh dan kulihat hidung dan mulutku mengeluarkan darah, kembali ku ambil
garam itu, tapi sosok itu melemparkan aku, dengan terseok seok aku berusaha
untuk bangun, tapi kulihat Rina berdiri tepat di belakang tangga itu,
“Rina ,
cepat turunkan jasad itu?? Cepat?
Mendengar
itu Rina berlari menuju ke Tangga sosok itu berusaha mengejarnya , aku yang
tampak lemah berusaha mengingat sair itu, meski aku hanya mengingat beberapa
bait dari sair atau mantra itu tidak ada salahnya aku mencoba, dan kulihat dia
sosok itu menahan rasa sakit sepertinya aku bisa, namun aku mendapatkan efek
yang harus aku bayar ketika aku membaca sair itu,
Mataku
mengeluarkan darah, meski perih aku berusaha menahanya , kulihat Rina hamper
selesai menurunkan Jasad itu, aku segera menghentikan itu dan berlari menuju ke
kantong hitam itu,
Blukk,
suara jasad itu yang berhasil Rina turunkan, Sosok itu kini menatapku tajam dan
menuju ke arahku, namun aku masih beruntung berhasil meraih kantong hitam itu,
dan ku taburkan garam pada jasad itu, kulihat dia mulai berteriak, keras
sekali, aku pun menutup kedua telingaku, petir semakin keras menyambar, dan
segera ku taburkan juga bunga melati itu pada jasad itu ,
Kini
kurasakan aku sedikit lega dan aku menunduk menangis, semoga ini semua benar
benar sudah berakhir, kulihat Rina baru saja menuruni anak tangga dan
menatapku, aku tersenyum padanya
Kupikir
ini semua sudah berakhir rind an sesaat aku berdiri, Rina melihatku dengan
tatapan yang menyuruhku melihat ke belakang, aku pun memalingkan wajahku, sosok
itu masih hidup bahkan dia berdiri dan langsung menarik tanganku hingga aku
terjatuh, dan dia melihatku dengan darah yang menetes pada wajahku, apakah aku
akan berakhir disini,
Hingga
dengan sigap Rina mengambil sebuah Garpu yang biasa di gunakan petani untuk
memindahkan Bambu, yang sudah berkarat tentu saja ini adalah gudang penyimpan
lumbung padi , jadi benda seperti itu pasti ada di tempat ini,
Rina
tepat menancapkan pada kepalanya, Garpu yang tertancap pada kepalanya bahkan
tak mampu menghentikan sosok itu,
Rina
meraih tanganku dan menarikku untuk berlari keluar, pintu masih terkunci kami
terjebak, kulihat banyak tumpukkan padi, aku lupa bila aku harus membakar jasad
itu setelah menabur garam dan bunga melati itu,
Segera
aku membakar tumpukkan jerami itu yang menyebabkan kebakaran hebat, kami masih
terjebak kami berusaha mendobrak dengan tenaga seadanya dimana api semakin
besar kami terus berusaha hingga pintu pun akhirnya terbuka,
Bruakakkak”
Kami
pun terpelosok ke tanah dan merangkak menjauh dari gudang tua itu, kulihat api
semakin besar dan mulai membakar gudang tua itu, meski hujan masih terjadi tapi
tak mampu menghentikan api itu yang semakin besar kami terus menatap rumah itu,
Apakah
dia masih akan mengejar kami, bukankah dengan api dia akan musnah, tapi
perkiraan kami salah dia menghampiri kami dengan tubuh terbakar, bahakan dia
merangkak menuju kea rah kami dengan kepala tertancap garpu dan tubuh terbakar
dia berusaha meraih kami,
Kami
sudah tidak memiliki kekuatan lagi akibat kelelahan, kami merangkak menjauh
hingga tubuh itu mendadak mulai menjadi debu..
Kali
ini semua berakhir, Rina memelukku , aku menangis kulihat darah bersimbah di
wajah ku dan Rina membasuh wajahku dengan bajunya dan mengatakan “semuanya
sudah berakhir, dia tidak akan muncul lagi??”
Kami
kembali ke asrama dengan Rina membopong tubuhku yang sangat kelelahan, kulihat
Miss Sisa Dan Miss Aila yang tidak berbeda dengan kami , terlihat darah
bersimbah pada tubuh mereka, mereka memelukku,
“kalian
tidak apa apa ??”
Miss
Sisa yang tampak hawatir dengan keaadaan kami,
Seminggu
kemudian..
Setelah
kami tenang dan merahasiakan semua ini dari semua murit siswi asrama ini,.
Miss
Sisa menemuiku dan menceritakan siapa Miss Sisilia, aku hanya tertegun
mendengar cerita itu dan mengatakan “kami sudah lama mencari jasad itu tapi
kami tidak pernah menemukanya, kami berharap sekarang dia bisa tenang bila
semua ini sudah berakhir??”
Aku
hanya tertunduk diam melihat Lukisan itu yang masih tergantung di ruang utama,
meski kami mengalami kejadian itu tapi lukisan teteplah lukisan,
Dan
semuanya sudah selesai..
3 Tahun
berlalu…
kini
adalah hari kelulusan ku dari sekolah ini meski aku tidak meraih nilai yang
bagus, tapi aku cukup puas, dan yang paling membuatku senang adalah Rina
sahabat terbaik yang pernah aku miliki,
“besok
kamu akan kembali ke kotamu ya?? Rina bertanya padaku,
“aku
mengangguk dan mengatakan “kapan kapan mainlah kesana ?? aku akan membawamu
berkeliling di sana dan kamu pasti menyukainya,
Kami
terseyum bersama dan menghabiskan waktu bersama,
Kini
aku mengemasi barang barangku dan Rina sudah kembali ke kota nya kemarin sore
meski dia pergi duluan tapi aku senang sudah bisa mengahbiskan waktu bersamanya
..
Dan tak
kan aku lupakan , sesaat aku berjalan melewati ruang tengah kembali aku menatap
lukisan itu, kulihat lukisan itu masih menyimpan misteri tiap aku melihatnya,
tapi itu ..
Aku pun
segera melangkah pergi hingga langkahku terhenti, setelah aku mendengar suara
memanggil namaku “Elfii”
Aku
terhenyak diam dan melihat lukisan itu tapi tak kudapati ada apa apa, mungkin
hanya hayalanku, aku pun kembali melangkahkan kakiku pergi dan kembali ke
kotaku,
Kini
legenda urban mengenai misteri di balik lukisan Sisilia menjadi legenda urban
yang cukup berhasil menakut nakuti anak baru tapi apapun itu, yang aku tau bila
Dia memang ada…….
The End
<3
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar