Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part End"

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part End"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!


Pagi ini aku merasakan seuasana yang sangat berbeda pada Asrama ini, kulihat kea rah jendela tak pernah kulihat mendung segelap ini bahkan kurasakan hawa yang sangat buruk akan datang hingga aku mendengar pyuarrrr!!!
Suara gelas yang baru jatuh pada meja belajarku,
“siapa yang sudah meletakkan gelas ini disini, bukankah aku sudah pernah bilang bila aku benci dengan gelas yang di letakkan di meja belajar, “
Aku mendekati gelas itu, Astaga, aku terkejut melihat pecahan gelas dengan percikkan darah dan ku sentuh , kucium bau darah itu,
“darah ayam” gumamku dalam hati,
“jangan jangan aku memang sudah melakukan hal yang buruk “ segera aku keluar asrama dan berencana menemui Miss Sisa untuk menceritakan apa yang sudah terjadi,
Sesaat aku keluar kamar kulihat Awan semakin gelap bahkan sesekali petir saling menyambar, ini hal pertama yang pernah aku lihat di asrama ini, sangat aneh menyaksikan mendung segelap ini di cuaca pagi buta ini,

Aku berjalan perlahan dengan angin dingin yang sesekali membelaiku, kurasakan seluruh tubuhku menggigil sesaat ketika ku lewati taman , aku mendengar suara seorang wanita sedang bersenandung merdu di taman , dlegg, sejenak aku tertegun , dengan langkah penuh penasaran aku pun mencari sumber suara senandung wanita itu,
Dan ketika kulihat,
“miss Sisilia”
Kulihat wanita duduk bersipu mencium wangi bunga dan ku dengar dengan jelas Wanita itu bersenandung dengan riang namun senandungnya itu sangat mengerikan dan seketika menelusup jantungku, tak henti hentinya jantungku berdegup kencang bahkan aku tidak mampu menenangkan diriku yang bersembunyi di balik tembok itu,
Hingga dia melihat ke arahku dan mengejutkanku, aku pun seketika bersembunyi dan bergumam dalam hati, “apa dia melihatku,
Keringat bercucuran dan kuberanikan melihat dan mengintipnya kembali bangku taman itu, tapi dia sudah menghilang, kurasakan ketenangan sejenak, dan ketika ku lihat lagi, dleeggg!!
Sosok itu berada di depanku dengan mulutnya yang penuh dengan darah dan berusaha meraihku, namun segera aku berlari, aku berlari menelusuri lorong itu, hingga aku menabrak seorang murit wanita,
“aku sedikit tenang”
Sisiwi itu bertanya padaku “kamu gagk papa kan?”
Aku berdiri dan merapikan bajuku, sesaat aku tenangkan diriku  karna aku lah yang harusnya bertanya padanya, hingga kulihat sisiwi itu menjadi Miss Sisilia, sontak aku terkejut, kaki ku mendadak lemas, dan aku hanya mampu mundur, tatapan dingin itu mampu membuatku merasakan kengerian apa yang ingin dia lakukan sebenarnya,

Hingga tepukan Miss Aila, menyadarkanku,
Kulihat ekspresi Miss Aila menatapku dengan tatapan yang curiga, dan kemudian dia menarik tanganku, membawaku bertemu dengan kepala sekolah,
Kepala sekolah menungguku di ruangan yang bahkan belum pernah aku lihat aku sedikit terkejut dimana ini??
Dan dia pun mempersilahkan aku duduk yang membuatku sedikit heran adalah Lukisan Miss Sisilia ada di ruangan itu, kemudian Miss Sisa yaitu kepala sekolahku mendekatiku dan bertanya apa ada yang ingin kau ceritakan Elfii??

Aku sedikit terkejut, aku pun bercerita tentang apa yang aku alami tapi belum aku mengatakan sepatah katapun, lampu di ruangan itu mendadak mati dan seterusnya,
“Dia disini??”
Kepala sekolah tiba tiba mengatakan hal yang tidak aku menegrti,
Kulihat wajah pucat dari Miss Aila, apa yang sebenarnya terjadi ini?

Dan tiba tiba aku, aku mencium bunga Kenanga yang sering aku lihat di taman ,
Hingga dia muncul tepat di belakang  Miss Sisa, dan langsung mencekik kulihat dia yaitu Miss Sisilia,
Seketika itu kulihat Miss Aila berusaha menghentikan makhluk itu, dengan membaca sebuah buku ya mantra lain entah apa itu?? Seperti sebuah sair tapi aku tidak mengerti tapi suara Miss Aila membacakan itu membuat mataku seakan mendadak kabur, dan suara itu sangat mengerikan sair apa itu??
Aku pun memundurkan langkahku, hingga kulihat makhluk itu berteriak sembari menutup telinganya, dan Miss Sisa banyak memuntahkan darah dari mulutnya kemudian sosok itu menghilang dan lenyap,
Kemudian Miss Aila menghampiriku dengan wajah nya yang tampak ketakutan terlihat dari keningnya yang mengeluarkan banyak keringat, dia bertanya padaku,
“dimana Elfii??”
Aku tidak mengerti maksut ucapanya sembari dia menyentuh dan mengulang pertanyaan itu,
“dimana kau melihat jasad dari dia?”
Kali ini aku mengerti segera aku mengatakan , aku menemukanya di gudang tua seberang sungai di balik tembok itu??’
Kemudian Miss Sisa, “cepat kalian pergi kesana aku tidak apa apa disini, “  
“tidak dia mengincar anda aku tidak akan meninggalkan anda” Miss Aila untuk pertama kalinya kulihat membantah perintah dari Miss Sisa,
Kemudian Miss Aila melihatku kembali dan memberiku kantong hitam , “disini ada bunga melati dan bubuk garam , kau taburkan pada jasad itu, lalu bakar dengan api yang keluar dari korek ini, kamu harus pergi kesana karna bila tidak maka,,,…”

Kulihat mata Miss Aila tiba tiba menangis darah aku pun terkejut dan segera mundur dari sana, “cepattt!! Kami tidak apa apa disini kami akan berusaha menahanya disini??? Cepat lakukan,”
Miss Aila memintaku untuk pergi kulihat mata Miss Aila semakin banyak mengeluarkan darah sebenarnya aku tidak tega bila harus meninggalkanya, dan aku pun segera berlari pergi menuju ke gudang tua itu,

Kulewati lorong itu, kulihat hujan turun dengan sangat deras bahkan sesekali petir mengelegar tapi tak kuhentikan langkahku sedikitpun dengan membawa kantong hitam aku harus menyelesaikan perintah itu karna aku lah yang bertanggung jawab,
Hingga aku melihat Rina berdiri di depanku dengan penasaran Rina bertanya padaku, kamu mau kemana ?” hujan hujan begini”
Tapi aku sudah harus pergi kukatakan singkat pada Rina “tidak ada waktu aku menceritakan semua ini aku harus melakukan sesuatu, “
Aku pun berlari meninggalkan Rina, namun kulihat Rina mengejarku, aku berhenti dan mengatakan “kamu jangan ikuti aku ini terlalu berbahaya kembalilah ke asraama??”

Aku pun melanjutkan langkahku namun kulihat Rina tetap mengejarku, aku pikir ini akan membuang buang waktu ku ijinkan Rina mengikutiku, dan ku panjat tembok itu dan kulihat Rina berhasil menysulku,
“kamu mau kemana ?? kita di larang untuk keluar dari asrama seperti ini??”
Tapi aku hanya diam , kini perhatianku tertuju pada jembatan tua dengan arus sungai yang sangat deras, aku pun berlari dan melangkah dengan hati hati ke jembatan tua itu yang sedikit bergoyang seakan tidak mampu menahan tubuh kami,
Setelah itu aku menuju ke gudang tua itu, Rina yang mungkin sudah merasa jengkel terhadapku yang tidak mengatakan apa yang sedang aku lakukan pun meraih tanganku dan menghentikanku,
“kamu ini kenapa ha?? Jawab pertanyaanku,
Aku pun dengan perasaan campur aduk mengatakan dengan kasar!!
“kita semua dalam bahaya , aku baru saja melakukan sesuatu yang bodoh??”
Hingga , srettt!! Tiba tiba aku merasakan kehadiranya ..
“dia disini?”
Rina bertanya padaku “siapa?”
Aku segera menuju ke pintu gudang itu, tapi pintu yang sebelumnya sangat mudah untuk di buka kini terkunci, kucoba untuk mengedornya bahkan Rina ikut membantuku tapi tetap tidak bisa..
“pasti masih ada jalan lain?”
Gumamku dalam hati..
Kami pun mancari jalan memutar dan kudapati sebuah jendela kaca tua, ku buka dengan cara melemparkan batu yang keras dan sukurlah kami berhasil masuk di tengah hujan yang semakin deras aku mencari dimana kamar aku melihat dia , entah saat itu aku benar benar disini atau hanya mimpi yang jelas aku tau kamar itu berada jauh di dalam gudang ini,

Hingga aku menemukanya tepat dengan rantai yang dulu aku lepaskan, sesaat aku memasukinya bersama Rina, namun hanya tempat kosong tak ada apapun di sana ,
Hingga aku mendengarnya,
Suara senandung itu , senandung mengerikan dari Miss Sisilia,
Ku dengar suara itu semakin lama semakin keras ,, aku pun merasakan hawa yang paling menakutkan bahkan tak henti hentinya aku menggigil ketakutan tak jauh beda dengan aku Rina merasakan hawa yang sama seperti aku,
Segera aku  mengenggam tanganya dan ku tarik tangan Rina Ke sebuah almari tua, dan ku biarkan dia masuk aku pun bersembunyi di balik sebuah gorden tua, kulihat pintu itu dari sobekan gorden sementara Rina ku suruh untuk tetap diam apapun yang nanti dia lihat, suara senandung itu semakin keras bulukudukku semakin berdiri, hingga

Dlegg.. tiba tiba di sampingku dia berada tepat di sampingku aku berteriak sekuat tenaga “Arghhh???”

Dan dia langsung mencekikku,
Dengan tenaga seadanya ku raih garam dan kulemparkan padanya, kulihat dia merasakan kesakitan dengan menutup matanya, Rina yang mendengar suara teriakan ku segera keluar dan melihat keadaanku , hingga dia terkejut menatapku,
“siapa itu?? Bukankah dia adalah Sosok dalam lukisan itu??
Aku pun tiba tiba teringat dengan semuanya , Lukisan itu??
Apakah ada hubunganya, lukisan itu??
Aku pun mengingat semua kembali, ya, sebuah Tali, dia mati bukan karna warga melainkan sebuah Tali dan ketika kulihat ke atas ku temukan sosok tergantung di atas loteng , ya itu adlah dia??
Miss Sisilia, aku segera berlari ke tangga tua dan aku terkejut ketika kaki ku tiba tiba lumpuh dan kulihat hidung dan mulutku mengeluarkan darah, kembali ku ambil garam itu, tapi sosok itu melemparkan aku, dengan terseok seok aku berusaha untuk bangun, tapi kulihat Rina berdiri tepat di belakang tangga itu,

“Rina , cepat turunkan jasad itu?? Cepat?
Mendengar itu Rina berlari menuju ke Tangga sosok itu berusaha mengejarnya , aku yang tampak lemah berusaha mengingat sair itu, meski aku hanya mengingat beberapa bait dari sair atau mantra itu tidak ada salahnya aku mencoba, dan kulihat dia sosok itu menahan rasa sakit sepertinya aku bisa, namun aku mendapatkan efek yang harus aku bayar ketika aku membaca sair itu,
Mataku mengeluarkan darah, meski perih aku berusaha menahanya , kulihat Rina hamper selesai menurunkan Jasad itu, aku segera menghentikan itu dan berlari menuju ke kantong hitam itu,
Blukk, suara jasad itu yang berhasil Rina turunkan, Sosok itu kini menatapku tajam dan menuju ke arahku, namun aku masih beruntung berhasil meraih kantong hitam itu, dan ku taburkan garam pada jasad itu, kulihat dia mulai berteriak, keras sekali, aku pun menutup kedua telingaku, petir semakin keras menyambar, dan segera ku taburkan juga bunga melati itu pada jasad itu ,

Kini kurasakan aku sedikit lega dan aku menunduk menangis, semoga ini semua benar benar sudah berakhir, kulihat Rina baru saja menuruni anak tangga dan menatapku, aku tersenyum padanya
Kupikir ini semua sudah berakhir rind an sesaat aku berdiri, Rina melihatku dengan tatapan yang menyuruhku melihat ke belakang, aku pun memalingkan wajahku, sosok itu masih hidup bahkan dia berdiri dan langsung menarik tanganku hingga aku terjatuh, dan dia melihatku dengan darah yang menetes pada wajahku, apakah aku akan berakhir disini,
Hingga dengan sigap Rina mengambil sebuah Garpu yang biasa di gunakan petani untuk memindahkan Bambu, yang sudah berkarat tentu saja ini adalah gudang penyimpan lumbung padi , jadi benda seperti itu pasti ada di tempat ini,
Rina tepat menancapkan pada kepalanya, Garpu yang tertancap pada kepalanya bahkan tak mampu menghentikan sosok itu,
Rina meraih tanganku dan menarikku untuk berlari keluar, pintu masih terkunci kami terjebak, kulihat banyak tumpukkan padi, aku lupa bila aku harus membakar jasad itu setelah menabur garam dan bunga melati itu,
Segera aku membakar tumpukkan jerami itu yang menyebabkan kebakaran hebat, kami masih terjebak kami berusaha mendobrak dengan tenaga seadanya dimana api semakin besar kami terus berusaha hingga pintu pun akhirnya terbuka,
Bruakakkak”
Kami pun terpelosok ke tanah dan merangkak menjauh dari gudang tua itu, kulihat api semakin besar dan mulai membakar gudang tua itu, meski hujan masih terjadi tapi tak mampu menghentikan api itu yang semakin besar kami terus menatap rumah itu,
Apakah dia masih akan mengejar kami, bukankah dengan api dia akan musnah, tapi perkiraan kami salah dia menghampiri kami dengan tubuh terbakar, bahakan dia merangkak menuju kea rah kami dengan kepala tertancap garpu dan tubuh terbakar dia berusaha meraih kami,
Kami sudah tidak memiliki kekuatan lagi akibat kelelahan, kami merangkak menjauh hingga tubuh itu mendadak mulai menjadi debu..
Kali ini semua berakhir, Rina memelukku , aku menangis kulihat darah bersimbah di wajah ku dan Rina membasuh wajahku dengan bajunya dan mengatakan “semuanya sudah berakhir, dia tidak akan muncul lagi??”

Kami kembali ke asrama dengan Rina membopong tubuhku yang sangat kelelahan, kulihat Miss Sisa Dan Miss Aila yang tidak berbeda dengan kami , terlihat darah bersimbah pada tubuh mereka, mereka memelukku,
“kalian tidak apa apa ??”
Miss Sisa yang tampak hawatir dengan keaadaan kami,

Seminggu kemudian..
Setelah kami tenang dan merahasiakan semua ini dari semua murit siswi asrama ini,.
Miss Sisa menemuiku dan menceritakan siapa Miss Sisilia, aku hanya tertegun mendengar cerita itu dan mengatakan “kami sudah lama mencari jasad itu tapi kami tidak pernah menemukanya, kami berharap sekarang dia bisa tenang bila semua ini sudah berakhir??”
Aku hanya tertunduk diam melihat Lukisan itu yang masih tergantung di ruang utama, meski kami mengalami kejadian itu tapi lukisan teteplah lukisan,
Dan semuanya sudah selesai..


3 Tahun berlalu…

 kini adalah hari kelulusan ku dari sekolah ini meski aku tidak meraih nilai yang bagus, tapi aku cukup puas, dan yang paling membuatku senang adalah Rina sahabat terbaik yang pernah aku miliki,
“besok kamu akan kembali ke kotamu ya?? Rina bertanya padaku,
“aku  mengangguk dan mengatakan “kapan kapan mainlah kesana ?? aku akan membawamu berkeliling di sana dan kamu pasti menyukainya,
Kami terseyum bersama dan menghabiskan waktu bersama,
Kini aku mengemasi barang barangku dan Rina sudah kembali ke kota nya kemarin sore meski dia pergi duluan tapi aku senang sudah bisa mengahbiskan waktu bersamanya ..
Dan tak kan aku lupakan , sesaat aku berjalan melewati ruang tengah kembali aku menatap lukisan itu, kulihat lukisan itu masih menyimpan misteri tiap aku melihatnya, tapi itu ..
Aku pun segera melangkah pergi hingga langkahku terhenti, setelah aku mendengar suara memanggil namaku “Elfii”
Aku terhenyak diam dan melihat lukisan itu tapi tak kudapati ada apa apa, mungkin hanya hayalanku, aku pun kembali melangkahkan kakiku pergi dan kembali ke kotaku,
Kini legenda urban mengenai misteri di balik lukisan Sisilia menjadi legenda urban yang cukup berhasil menakut nakuti anak baru tapi apapun itu, yang aku tau bila Dia memang ada…….



The End <3   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar