Selamat membacaaaa !!
Kami
saling menatap dengan perasaan campur aduk membuatku ingin tau siapa sosok di
depanku ini, Rina yang ku kenal bahkan seolah aku tidak mengenalinya sama
sekali,
Kemudian
kulihat dia mendekatiku, dan dengan tersenyum mengenggam tanganku , Rina
mengatakan “kamu gagk papa kan?? Gagk di hukum kan??”
Walaupun
Rina tersenyum dan mencoba menghiburku tetap saja rasa curiga itu masih ada
dalam hatiku, dan senyuman itu meski terlihat sangat tulus tapi aku tau itu
bukan senyuman dari sahabat baikku,
Hari
ini aku banyak menghabiskan waktuku membaca buku di perpustakaan sekolah,
Semenjak
itu aku jauh lebih suka sendiri, layaknya Rina dia juga sibuk dengan dunianya
aku pun juga ingin sibuk dengan duniaku,
Kami jarang
berbicara bahkan menghabiskan waktu hanya untuk saling bercerita kehidupan kami
masing masing layaknya waktu pertama kami bertemu, kadangkala terbesit kenapa
dengan temanku?
Sore
ini aku memutuskan kembali ke kamar asrama, dan aku tau semenjak aku melanggar
peraturan itu pengawasan di asrama jauh lebih ketat dari sebelumnya, sesaat aku
masuk ke ruang tengah aku melihat kembali lukisan itu, dan kudekati lukisan
itu,
Sebenarnya
lukisan ini hanya saja menyimpan sesuatu yang aku bahkan tidak tau, siapa miss
sisilia apakah dia benar nyata atau hanya legenda urban???
Kuusap
tanganku aku ingin mengetahui detail lukisan itu, tapi aku merasakan ke anehan
dalam lukisan itu, seperti lukisan lain pemakaian warna adalah kunci sebuah
lukisan , seharusnya warna dalam lukisan menggambarkan sifat apstrak, dimana
bila kita menyentuh lukisan itu seharusnya sentuhan kasar itu lah yang akan
Nampak, sebaik baiknya lukisan itu di poles akan tetap kasar dalam
penyentuhanya,
Aku tau
sedikit mengenai lukisan karna aku pernah mengikuti pelajaran kesenian , dan
aku cukup tau mengenai dasar penciptaan sebuah lukisan, tapi tidak lukisan ini
lukisan ini, sangat halus bahkan aku tidak melihat ada unsure kasar di bagian
manapun dalam lukisan ini,
Aku
bertanya dalam hati “bahan apakah yang di gunakan untuk melukis lukisan ini?
Hingga
aku perhatikan lebih mendetail mengenai lukisan itu, dan yang membuat perhatian
ku tiba tiba tertujuh pada sebuah gambar di belakang lukisan itu, seolah
menggambarkan perbedaan tempat dimana aku melihat sebuah rumah lumbung namun
memiliki perbedaan penggambaran dengan gambar, sebuah tali , tepat berada di
belakang,
Gambar
itu membuatku penasaran, dimana lokasi penggambaran dari lukisan ini, seolah
mengambil konsep sebuah cermin,
Ya aku
yakin siapapun yang menciptakan lukisan ini adalah seseorang yang memakai
konsep cermin, tapi sangat aneh ketika seorang pelukis mengambil konsep cermin
bila obyek ada di depanya kecuali……????
Kubuyarkan
sesaat asumsiku yang mulai melayang entah kemana itu ,
Aku pun
kembali berjalan menuju ke kamar, meski pertanyaan pertanyaan itu masih
membekas dalam penasaranku, aku mulai berjalan menaiki tangga,
Hingga
suara hentakan kakiku di tangga menimbulkan suara yang menggema, dan kudengar
suara langkah kaki lain di sertai hembusan nafas seseorang aku pun terdiam dan
berhenti sejenak, memastikan apa yang aku dengar itu benar,
Ya, aku
mendengarnya suara hentakan kaki menaiki tangga kutunggu siapa itu ,
Tapi
tak ada apapun yang muncul, tak seorang pun dalam hati “siapa itu?”
Aku pun
kembali ke kamar, sesampai di kamar, aku melihat Rina sudah merapikan tempat
tidurnya dan membaca buku, aku melihatnya dengan curiga sembari meletakkan
tasku ke meja belajarku,
Kulihat
Rina juga menatapku dan dia tersenyum padaku, aku pun membalas senyuman nya dan
segera membasuh kakiku, dan melangkah ke ranjangku, kuambil buku di dalam
tasku, meski kami saling tersenyum tapi tak ada dialog apapun antara kami
seolah kami saling tidka mengenali,
Tapi
yang menarik perhatianku bukan dia tidak berbicara padaku melainkan, dia bahkan
duduk dengan posisi yang tidak biasanya bila biasanya dia duduk bersilah dan
membaca dengan santai, tapi sekarang kaki terayun dalam ranjang seolah
menunjukkan cara membaca seorang bangsawan yang mengutamakan tata cara formal, tapi
aku tidak bisa membuktikan apa apa apakah dia Rina sahabat kamarku atau bukan??
Kulihat
malam semakin larut dan Rina juga sudah terlelap dalam tidurnya aku pun
meletakkan buku ku di atas meja belajarku di samping tas sekolahku, dan segera
membereskan selimutku untuk segera tidur,
Tik tok
tik tok, suara jam mulai berdetak, dan mulailah aku tidur dan memulai mimpiku,
Hingga
sesaat aku terbangun dan kulihat kali ini Rina berdiri dari ranjangnya dengan
hanya menggunakan piama putihnya dan sedang menuju keluar ruangan ,
Aku
melihatnya tapi aku tetap berpura pura tidur, aku tidak ingin Rina tau bila aku
sudah terbangun, kulirik jam menunjukkan pukul 12 malam ,
“dia
mau kemana di malam selarut ini?”
Dalam
hati aku bergumam,
Hingga
sesaat Rina membuka pintu dia berhenti dan seketika melihatku yang masih
berpura pura tidur dengan mengintipkan mataku melihat Rina menatapku aku segera
menutup mataku, agar dia tidak curiga,
Kulihat
suasana sudah menjadi hening, dan aku membuka mataku, sosok Rina sudah tidak
ada,
dengan
pintu yang sudah tertutup rapat, aku segera menuju ke pintu dan sesaat aku
menyentuh handle pintu itu aku terdiam, aku berfikir apa aku harus keluar dan
melihat itu?
Padahal
aku dalam keadaan sedang mendapatkan peringatan mengenai peraturan yang aku
langgar,
Tapi,
sudahlah, aku keluar dan mulai berjalan menuju lorong,
Suasana
dingin mencekam, membuat jantungku tidak bisa berdetak dengan normal bahkan
sesekali kaki ku bergetar ketakutan., tapi tetap saja rasa penasaranku dengan
Rina membuatku mengikuti hatiku,
Ku
dengar seseorang sedang berjalan turun, dan aku tau itu pasti Rina, aku
mengikutinya dengan hati hati , agar Rina tidak tau bila aku mengikuti
langkahnya,
Dan aku
melewati lukisan itu kembali, hinga sosok secepat angin melintasi punggungku
seperti ada yang baru melewatiku ketika ku tengok tidak ada siapa siapa,
Jantungku
semakin berdetak lebih cepat ketika seperti ada yang sedang melihatku di
ruangan itu membuatku berkeringat dingin,
Hingga
aku mendekatkan diri pada sebuah jendela, dan kulihat Rina sedang berjalan
menuju ke taman, segera aku mengejarnya dan berjalan mendekatinya,
Ku
ikuti kemana Rina pergi, hingga dia berhenti di taman bunga dan menundukkan
kepalanya, apa yang dia mau lakukan aku mengamatinya di balik semak semak, hingga
suara desahan nafas di leherku seperti sebelumnya membuatku terkejut dan
seketika mematikan langkahku,
Siapa
yang ada di belakangku??”
Ku
balikkan kepalaku pelan untuk melihat siapa sosok di belakangku, dan astaga!!
Sosok
miss sisilia berdiri tepat di belakangku, dengan mata putih, dia melotot ke
arahku dan bau amis darah di leher dan mulutnya benar benar membuatku
terkejut, aku mencoba berteriak, tapi tangan penuh dengan kuku kuku tajam
segera membungkam mulutku, aku semakin ketakutan ketika tangan lainya menyentuh
kepalaku,
Seketika
itu aku melihat sebuah ruangan dengan buku yang sangat banyak dan aku hanya
melihat sebuah bayangan beberapa orang sedang membicarakan sesuatu,
“kita
harus membunuhnya, bila kita ingin mendapatkan harta itu, ini adalah tanah yang
dia gunakan untuk menyembunyikan hartanya..”
Entah
siapa yang , melakukan dialog itu,
Dan
kembali aku melihat sebuah gudang tua, seperti gudang dalam,
Dalam
lukisan itu, aku semakin dalam melihat sebuah kamar, dan aku mendengar sebuah
teriakan seorang gadis seperti gadis yang aku kenal baik,
“tolooong,
toolooong…”
Dan aku
yakin dia adalah Rina.. jadi siapa dia?”
Dan aku
tersadar dalam tidurku, aku terbangun dengan keringat bercucuran, aku pun
segera memuntahkan sebuah darah di selimutku tapi itu bukan darahku, aku
merintih Manahan sakit mulutku seolah itu tadi bukanlah sebuah mimpi,
Kuliahat
ke jendela hari sudah pagi, aku berfikir sejenak apa maksutnya semua itu,
Siapa
yang akan di bunuh,?? Dan siapa yang berteriak minta tolong itu?”
Dan
darah amis di selimutku ini seperti darah ayam , entahlah aku menyentuh
kepalaku yang pusing , hingga suara handle seseoarang akan masuk ke kamar
membuyarkan lamunanku,
Aku
segera melipat selimut yang aku muntahi dengan darah amis itu, dan melipatnya
agar tidak ada yang tau,
Semuanya
seperti nyata tapi entahlah, hingga aku melihat Rina yang baru saja mandi masuk
ke kamar dan melihatku dengan tatapan aneh , melihatku sepertinya
menyembunyikan sesuatu,
Kemudian
Rina tersenyum padaku dan mengatakan, “kamu tidak mandi airnya sangat segar?”
Aku
jawab dengan senyuman juga, ‘’ya sebentar lagi aku akan mandi”
Kulihat
Rina mengambil sebuah gelas dan mengaduk gula dengan campuran teh , dan
meminumnya perlahan dengan kelingking menghadap ke atas , seolah aku pernah
melihat gaya minum itu, seperti gaya minum seorang bangsawan, aku semakin
curiga ketika dia meletakkan minuman itu di atas meja belajar kami,
Rina
menuju ke almari dan mengambil sebuah baju seragam, dan saat itu tiba tiba saja
mulutku mengatakan hal yang sudah aku pendam saat ini,
“siapa
kamu??”
Rina
menatapku dan bertanya “kamu bicara denganku,??”
Kembali aku
bertanya hal yang sama kali ini aku sedikit mengencangkan suaraku,
“SIAPA
KAMU??”
dengan
tersenyum Rina mengatakan “apa maksut ucapanmu ini aku Rina teman sekamarmu
lalu siapa lagi??”
aku
berdiri beranjak dari ranjangku dan mendekati gelas teh itu, aku
tersenyum melihat gelas teh itu,
ada
bebarap sifat aneh Rina yang aku kenal dan itu sudah menjadi kebiasaanya meski
aku baru saja mengenalinya tapi aku tau semua nya karna dia sudah menceritakan
semua itu,
Rina
memang menyukai minuman Teh hangat apalagi di saat pagi seperti ini, tapi satu
hal yang paling dia benci adalah bila dia membuat teh, Rina tidak pernah
mengaduk gula dan membiarkanya mengendap dalam gelas Teh itu, dan mencampurnya
dengan air lalu dia minum semuanya dan satu lagi Rina tidak pernah meminum Teh
dengan gaya formal sepertimu itu, dan yang paling membuatku tau kau bukan
Rina, kau meletakkan Teh itu di atas meja belajar ini , sedangkan Rina tidak
akan melakukan hal itu karna dia tau aku peling benci dengan benda yang bisa
membuat pecah karna aku takut dengan tahayul, dan kau pasti tau maksutku,
maksut tahayul Segelas Teh di atas tempat belajarku ini kan??
Kemudian
kulihat sosok Rina menundukkan kepalanya dan tersenyum sinis menatapku,
“bila
aku bukan Rina kau mau apa??
Kulihat
senyuman licik menghiasi paras itu, dan kembali aku bertanya dimana Rina
yang asli,??”
“kenapa
aku harus memberitau mu??”
Kau
benar benar” aku semakin geram dengan manatap matanya, mungkinkah gudang itu,
gudang tua itu Rina berada lalu siapa sosok di depanku ini??
Siapa
dia??
Kuambil
gelas teh itu dan kulemparkan kepadanya,
Pyuaaaaarrrrrrr!!!
Suara
gelas teh yang pecah, membuat teman teman ku yang menjadi tetangga di kamarku,
mendadak melihat ke kamarku semua,
Dengan
pintu terbuka mereka melihatku dan Rina yang saling menatap, salah satu teman
kami menghampiriku dan bertanya “ada apa?? Apa kalian baru saja bertengkar,”
Tapi
aku hanya diam dan melihat Rina semakin geram, hingga tiba tiba Rina berteriak,
“arghhh”
dengan tangan memegang kepalanya Rina menahan rasa sakit, dan aku melihat darah
keluar dari kepalanya, padahal lemparanku hanya mengenai tembok belakang Rina ,
aku tidak melemparkanya pada kepalanya,
Semua
teman teman kami mendekati Rina dan bertanya kamu tidak apa apa?
Dengan
terisak tangis Rina mengatakan Bila aku sudah membuatnya terluka hingga darah
di keningnya adalah akibat ulahku,
Dalam
hati “dasar !!”
Dan
kemudian aku mendengar suara Miss Aila datang masuk ke kamar kami dan meilihat
kami , melihat Rina yang bersimbah darah dengan pecahan gelas, Miss Aila
menatap tajam aku,
Kali
ini aku akan mendapatkan masalah yang lebih serius lagi dan itu semua karna
makhluk di balik Rina siapa dia??
Aku
tertunduk diam dan berfikir, apa maksut mimpi ku semalam, misteri apa yang ada
di asrama ini? Dan siapa sosok di balik Rina, lalu dimana Rina yang asli, aku
terdiam melihat apa yang akan terjadi padaku,
Bersambung………..
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar