Selamat membacaaaa !!
Kali
ini Miss Aila kembali menyeretku dan membawaku ke ruangan kepala sekolah lagi
untuk menemui kepala sekolah miss Sisa,
Dan
kulihat Miss Sisa, menatapku dengan tatapan tajam , entah kenapa semuanya
terasa aneh suasana di sekolah ini yang aku pikir akan tenang mendadak berubah
menjadi suasana penuh dengan tanda tanya,
“kamu
boleh keluar, dan kamu Elfii, silahkan duduk??”
Kulihat
Miss Aila keluar ruangan setelah mendapatkan perintah , dan Miss Sisa
berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arahku dengan langkah pelan
aku hanya tertunduk diam dalam keheningan,
Kemudian
dia mendekatiku dan membisikkan padaku, “apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa
kau ingin menentangku, katakan ..?”
Aku
hanya menatapnya sesekali aku membuang muka, aku sudah tidak perduli apa yang
nanti akan aku dapatkan dari hukuman ini, tapi yang jelas aku tidak bersalah
dan tak ada unsure aku menyakiti dia atau entah siapa itu?
Dan
Miss Sisa mendekati sebuah rak buku, kulihat dia mengambil sebuah buku dan
membukanya, dan dia hanya mengatakan entah kalimat apa itu tapi aku tidak
pernah mendengarnya seperti sebuah mantra,
Semakin
lama aku mendengar mantra itu semakin aku merasakan tubuhku menggigil seolah
nyawaku akan terangkat dan mendadak mataku menjadi gelap seolah ada sesuatu
yang terjadi pada tubuhku, kulihat aku kembali memuntahkan darah amis
dari sebuah darah ayam, di meja itu, hingga sesuatu keluar dari tubuhku,
ahhhhh… aku berteriak dan semuanya ..
Aku
masih dalam keadaan sadar yang kulihat hanya sosok samar samar di belakang Miss
Sisa, yaitu Miss Sisilia, dan kulihat dia menatap ke arahku, dengan tatapan
yang membuat aku tidak bisa melakukan apa apa kecuali ,, menahan rasa sakit di
tenggorokanku,
Ketika
ku sadar aku terduduk di ruangan itu dengan tenaga sisa aku sangat kelelahan
dan masih menahan rasa sakit di tenggorokanku,
Tapi
tak kulihat darah di meja itu, padahal yang aku ingat aku memuntahkan darah di
atas meja itu, aku melihat Miss Sisa duduk terdiam melihat kaca, dan sedang
membaca buku, aku tampak heran dengan apa yang baru saja terjadi padaku,
Sesaat
aku akan bertanya sebenarnya apa yang terjadi padaku, Miss Sisa memotong
pembicaraanku,
“kamu
sudah bangun , sukurlah, kamu baru saja pingsan aku pikir sakit parah rupanya
hanya kelelahan,”
Apa
yang terjadi padaku miss?? Aku mencoba bertanya padanya,
“kamu
hanya kelelahan, dan sekarang kamu bisa pergi ke kamarmu, “
“apa?”
dalam hati aku bingung bukankah aku kesini akan mendapatkan hukuman setelah aku
berkelahi dengan sahabatku sendiri Rina, lalu kenapa Miss Sisa tidak
menghukumku, pertanyaan itu terus membayangiku, namun aku beranjak pergi
setelah memberi salam pada Miss Sisa, dan melangkah meninggalkan ruangan itu,
Sesaat
aku membuka pintu, kulihat Miss Aila tersenyum padaku entah kenapa setelah aku
terbangun semuanya seolah aneh dan kenapa Miss Aila tersenyum padahal
sebelumnya dia bahkan tak pernah tersenyum sedikitpun padaku,
Aku
melangkah menuju ke kamarku, dan kulihat murit murit lain di sepanjang
perjalanan melihatku aneh dan kadangkala menjuhiku, seolah ada yang sedang dan
baru saja terjadi yang tidak aku ketahui,
Sesaat
ketika ku buka pintu kamarku aku melihat Rina duduk terdiam seolah baru saja
menangis, dengan kepala tertunduk, aku menatapnya dan kemudian Rina menatapku
setelah mendengar aku yang baru saja membuka pintu, Rina menatapku dengan
tatapan penuh linangan air mata,
Saat
itu perasaan campur aduk dalam hatiku, aku masih menyimpan pertanyaan siapa
sosok di depanku ini,
Kemudian
yang membuatku terkejut adalah Rina berlari menghampiriku dan memelukku,
kulihat tetesan air matanya menempel pada pipiku, aku bingung ada apa ini?
Kenapa Rina yang sebelumnya sudah menfitnah ku mendadak memelukku?
“kamu
gagk papa kan Elf, kamu gagk papa kan??”
Aku
menatapnya dengan heran, dan aku pun bertanya sebenarnya apa yang terjadi Rin?”
Rina
menarikku masuk dan menutup pintu itu, dan membawaku duduk di atas ranjang
miliknya dengan kelihatan wajah pucat dia bertanya padaku,
“kamu
gagk inget apa apa Elf??”
Aku
hanya menggelengkan kepalaku dan mengatakan tidak.
“kamu
tau kalau kamu sudah 3 hari kerasukan aku dan teman teman sudah mencoba menahan
kamu tapi kamu terus menerus mengatakan , aku akan balas dendam dengan mata
hanya menunjukkan kemarahan tanpa pupil kamu juga sering berteriak, berikan aku
darah ayam, kami ketakutan dan akhirnya kami membawamu ke Miss Sisa, dan entah
apa yang beliau lakukan tapi kami sangat senang kamu bisa kembali normal,”
Jadi
selama ini aku lah yang merasakan ke anehan itu., akulah yang selama ini
kerasukan, jadi semua yang aku lihat itu, Rina, dia aku mengerti,
Miss Sisa yang sudah mengusir Miss Sisilia dari tubuhku, dan sosok yang keluar
dari tubuhku adalah dia,
Pantas
saja tenggorokan ini terasa sakit aku , mamakan darah ayam,
Dan
sesaat aku benar benar bingung untuk apa dia merasukiku, aku hanya tertunduk
diam di dalam pelukkan Rina, yang terlihat sangat hawatir melihatku, selama ini
aku merasakan dia lah yang sudah berubah padahal akulah ..
Aku
hanya menunduk dan tersenyum memiliki sahabat yang sebaik ini,
Tapi
tetap saja dia pasti akan kembali, karna semuanya masih ada yang terlewatkan
entah apa itu, aku yakin semua ini belum selesai,
Kini
malam telah tiba, dan baru saja aku membuat semua penghuni asrama di sini
gempar dengan melihat aku kesurupan semoga itu tidak akan terulang lagi,
Rina
mengatakan “kamu tidur dulu saja , aku yang akan menjagamu sebelum kamu
tidur..”
Aku pun
segera memejamkan mata sesaat melihat Rina rela untuk mengijinkan aku terlelap
dahulu,
Malam
semakin larut aku merasakan ada yang baru saja membelai rambutku, aku pun
terusik dan membuka mataku, tak kulihat siapapun di depanku, kulihat Rina
terlelap dalam meja belajarku, aku sungguh tertegun melihatnya begitu
memperhatikanku, ku ambil selimut dan kututupi tubuhnya agar dingin malam ini,
tidak membuatnya sakit, dan sesaat aku akan tidur lagi, aku merasakan suara
itu, suara yang sudah kesekian kali aku dengar tiba tiba muncul dan membuat
jantungku berdegup,
“Elfii,
Elfii”
Bila
sebelumnya aku hanya mendengarnya sesekali kali ini aku seringkali
mendengarnya, aku terdiam apa yang harus aku lakukan? Apakah aku bangunkan saja
Rina?”
Tapi
tiba tiba suara pintu kamarku ada yang mengetuk dengan lirih,
“tok
tok tok”
Aku
semakin ketakutan dapat kurasakan kakiku tak henti hentinya bergetar hebat, dan
membuat tangan ku serasa mati, kemudian dengan perlahan pintu itu terbuka
dengan sendirinya,
“pruakkk”
Tak
kulihat siapapun di balik pintu yang terbuka itu, dan kemudian aku mulai
melangkah mendekati pintu itu, ku langkahkan kakiku perlahan lahan hingga
kurasakan hembusan angin menyapu rambutku, suasana dingin membuatku mengiggil ,
dan ketika kulihat lorong itu kudapati seseorang bayangan putih baru saja
melewatiku,
Entah
apa yang membuatku melakukan hal gila ini, aku mengikuti bayangan itu, bahkan
hingga membawaku menuju ke ruang utama itu dimana aku dapat melihat lukisan
miss Sisilia, dan aku yakin pasti ada sebuah rahasia di asrama ini dan aku
harus mengetahuinya, kulihat dengan jelas lukisan itu,
Ku
tatap kembali rumah tua dan sebuah tali,. Lukisan ini sangat aneh, dan
menggambarkan apa ?
Hingga
suara itu memanggilku kembali, kali ini suara itu membawaku ke sebuah taman di
asrama ini,
Semakin
lama suara itu semakin keras, aku terus mengikutinya, dan aku sangat terkejut
sosok Miss Sisilia berdiri de depanku, kali ini dia menampakkan dirinya
menyerupai lukisan itu dengan rambut ikal panjang yang di ikat, dia tersenyum
kepadaku membawa sebuah bunga dan melihatku,
Sebenarnya
aku sangat ketakutan melihat sosok dia meski kali ini dia menampakkan dirinya
tak seseram sebelumnya kemudian dia terbang dan melayang menuju ke arahku,
Melihat
itu sebenarnya mampu membuat jantungku berdegup sangat kencang dan membuatku
sedikit memundurkan langkahku,
Kemudian,
tepat di hadapanku,
Dia
melakukan hal yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya,
“dia
menangis di hadapanku dengan menunduk ke arahku”
Melihat
itu aku sedikit menaruh simpati apa yag sebenarnya dia lakukan hingga menangis
seperti ini,
Dan aku
pun bertanya apa yang membuatmu menangis?’
Kemudian
dia menunjuk sebuah tempat dimana kami siswi di asrama ini tidak boleh kesana
karna itu keluar dari perbatasan asrama,
Tapi
melihatnya seperti itu membuatku untuk pergi kesana ,
Dan
sosok itu kemudian menghilang tepat di hadapanku,
Aku pun
menuju kesana, perlahan lahan aku melihat sebuah tembok, dengan nekat aku
memanjat tembok itu dan ku dapati sebuah sungai kecil dengan jembatan tua, aku
kembali berfikir apakah aku harus melakukan ini, hinga akumendengar suara
namaku lagi ya dia memanggilku terus menerus,
“Elfii,
Elfii”
Aku pun
berjalan di jembatan tua itu meski jembatan itu sudah sangat tua, tapi jembatan
itu masih sangat kuat, satu hal yang menggngguku , bila aku berfikir , jembatan
ini sepertinya sudah lama di tinggalkan lalu aku akan menuju kemana??
Pasti
ke sebuah tempat yang sudah lama tidak terjamah dengan manusia
Ternyata
benar apa yang aku pikirkan dan semuanya kini sudah jelas aku melihat sebuah
gudang yang aku kenali yaitu gudang tua dalam lukisan itu,
Aku pun
perlahan membuka pintu itu, dan kurasakan suasana mencekam dalam gudang tua
itu, seperti sebuah tempat yang di gunakan seorang petani bila menyimpan padi,
Dan
kali ini suara itu membawaku masuk lebih jauh lagi ke gudang tua itu,
Semakin
lama suara itu semakin keras, dan kudapati, sebuah pintu dengan rantai terkunci
besi, aku mencoba membukanya tapi tidak bisa, aku mencoba mencari sebuah alat
untuk membuka pintu itu,
Alasanku
adalah pasti semua pertanyaanku akan terjawab di balik pintu ini dan aku yakin
rahasia itu ada di balik pintu ini,
Entah
apa itu,
Dan ku
lihat sebuah besi tua ku ambil dengan kekuatan seadanya aku berusaha keras
membuka pintu itu, dan sukurlah rantai itu dapat di patahkan akibat mungkin
sudah terlalu lama rantai itu hingga menjadi besi karatan,
Dan
kini pintu itu aku pasti bisa membukanya,
Dan
ketika ku buka pintu itu, astaga aku terkejut melihat seseorang mayat yang
sudah menjadi tengkorak dengan kaki dan tangan di pasung , kulihat pakaian
sudah sobek bahkan aku mungkin dapat memperkirakan bila mayat ini mungkin sudah
berumur 20 tahun kematianya,
Jangan
jangan ini adalah mayat dari Miss Sisilia, dan karna itu dia gentayangan di
asrama kami, apa bila aku melepaskanya aku akan membuatnya tenang segera aku
mendekatimayat tangan dari tengkorak itu dan sesaat aku menyentuhnya tiba
tiba aku merasakan sesuatu yang tidak enak dalam hatiku, tapi aku tetap
melanjutkan untuk melepasnya..
Selang
beberapa menit,
Dan
akhirnya aku berhasil melepaskanya, ku lepaskan pasung di kaki dan tanganya,
hingga berhasil aku melepaskanya..
Aku pun
bernafas lega sejenak semoga arwahnya kali ini akan tenang aku tinggal
memanggil kepala sekolah agar mayat ini dapat di kuburkan dengan layak,
Sesaat
aku akan beranjak pergi, aku di kejutkan oleh sebuah tangan yang menarik kakiku
hingga membuatku terjatuh dan astaga!!
Aku
melihat mayat itu bergerak dan menatapku tajam perlahan lahan wajah tengkorak
itu menumbuhkan kulit dan menjadi sebuah wajah yag sangat mengerikan, dengan
mulut penuh dengan darah dia menarikku dan mengatakan
“kalian
semua harus merasakan apa yang dulu aku rasakan , aku akan membalaskan dendam
ku dendam 20 tahun kalian membuatku seperti ini?”
Dan dia
mencekikku, mendadak semuanya pun gelap, dan ketika aku membuka mata aku
melihat sebuah keramaian ada apa ini..
“ya
kulihat dengan mata kepalaku sendiri “Miss Sisilia sedang di tarik oleh rombongan
masyarakat dan di seret kulihat wajah penuh darah seolah baru saja dihakimi
oleh masyarakat, dia di seret ke gudang itu dan memasung kaki serta tanganya ,
aku mendekati kerumunan itu, kulihat semua warga mencaci makinya dengan
mengatakan “penganut setan kau pantas mati,, mengerti??”
Dan aku
pun terhenyak dari tidurku, keringat bercucuran dalam keningku, melihat aku
seperti itu Rina menghampiriku dan bertanya ada apa??
Aku
hanya tertegun dan mengatakan “aku hanya mimpi..sukurlah,
Aku
tersenyum pada Rina , dan Rina kembali ke ranjangnya,
Dan
ketika ku buka selimutku aku terkejut melihat….
Astaga!!
Itu bukan mimpi aku baru saja melepaskan Miss sisilia??
Kulihat
kakiku penuh dengan darah dimana Miss Sisilia tadi menarikku…
Bersambung….
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar