Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 5"

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 5"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!

Kali ini Miss Aila kembali menyeretku dan membawaku ke ruangan kepala sekolah lagi untuk menemui kepala sekolah miss Sisa,
Dan kulihat Miss Sisa, menatapku dengan tatapan tajam , entah kenapa semuanya terasa aneh suasana di sekolah ini yang aku pikir akan tenang mendadak berubah menjadi suasana penuh dengan tanda tanya,
“kamu boleh keluar, dan kamu Elfii, silahkan duduk??”
Kulihat Miss Aila keluar ruangan setelah mendapatkan perintah  , dan Miss Sisa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arahku dengan langkah pelan aku hanya tertunduk diam dalam keheningan,
Kemudian dia mendekatiku dan membisikkan padaku, “apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa kau ingin menentangku, katakan ..?”

Aku hanya menatapnya sesekali aku membuang muka, aku sudah tidak perduli apa yang nanti akan aku dapatkan dari hukuman ini, tapi yang jelas aku tidak bersalah dan tak ada unsure aku menyakiti dia atau entah siapa itu?
Dan Miss Sisa mendekati sebuah rak buku, kulihat dia mengambil sebuah buku dan membukanya, dan dia hanya mengatakan entah kalimat apa itu tapi aku tidak pernah mendengarnya seperti sebuah mantra,

Semakin lama aku mendengar mantra itu semakin aku merasakan tubuhku menggigil seolah nyawaku akan terangkat dan mendadak mataku menjadi gelap seolah ada sesuatu yang terjadi pada tubuhku,  kulihat aku kembali memuntahkan darah amis dari sebuah darah ayam, di meja itu, hingga sesuatu keluar dari tubuhku, ahhhhh… aku berteriak dan semuanya ..

Aku masih dalam keadaan sadar yang kulihat hanya sosok samar samar di belakang Miss Sisa, yaitu Miss Sisilia, dan kulihat dia menatap ke arahku, dengan tatapan yang membuat aku tidak bisa melakukan apa apa kecuali ,, menahan rasa sakit di tenggorokanku,
Ketika ku sadar aku terduduk di ruangan itu dengan tenaga sisa aku sangat kelelahan dan masih menahan rasa sakit di tenggorokanku,
Tapi tak kulihat darah di meja itu, padahal yang aku ingat aku memuntahkan darah di atas meja itu, aku melihat Miss Sisa duduk terdiam melihat kaca, dan sedang membaca buku, aku tampak heran dengan apa yang baru saja terjadi padaku,

Sesaat aku akan bertanya sebenarnya apa yang terjadi padaku, Miss Sisa memotong pembicaraanku,
“kamu sudah bangun , sukurlah, kamu baru saja pingsan aku pikir sakit parah rupanya hanya kelelahan,”
Apa yang terjadi padaku miss?? Aku mencoba bertanya padanya,
“kamu hanya kelelahan, dan sekarang kamu bisa pergi ke kamarmu, “
“apa?” dalam hati aku bingung bukankah aku kesini akan mendapatkan hukuman setelah aku berkelahi dengan sahabatku sendiri Rina, lalu kenapa Miss Sisa tidak menghukumku, pertanyaan itu terus membayangiku, namun aku beranjak pergi setelah memberi salam pada Miss Sisa, dan melangkah meninggalkan ruangan itu,

Sesaat aku membuka pintu, kulihat Miss Aila tersenyum padaku entah kenapa setelah aku terbangun semuanya seolah aneh dan kenapa Miss Aila tersenyum padahal sebelumnya dia bahkan tak pernah tersenyum sedikitpun padaku,
Aku melangkah menuju ke kamarku, dan kulihat murit murit lain di sepanjang perjalanan melihatku aneh dan kadangkala menjuhiku, seolah ada yang sedang dan baru saja terjadi yang tidak aku ketahui,
  Sesaat ketika ku buka pintu kamarku aku melihat Rina duduk terdiam seolah baru saja menangis, dengan kepala tertunduk, aku menatapnya dan kemudian Rina menatapku setelah mendengar aku yang baru saja membuka pintu, Rina menatapku dengan tatapan penuh linangan air mata,

Saat itu perasaan campur aduk dalam hatiku, aku masih menyimpan pertanyaan siapa sosok di depanku ini,
Kemudian yang membuatku terkejut adalah Rina berlari menghampiriku dan memelukku, kulihat tetesan air matanya menempel pada pipiku, aku bingung ada apa ini? Kenapa Rina yang sebelumnya sudah menfitnah ku mendadak memelukku?
“kamu gagk papa kan Elf, kamu gagk papa kan??”
Aku menatapnya dengan heran, dan aku pun bertanya sebenarnya apa yang terjadi Rin?”
Rina menarikku masuk dan menutup pintu itu, dan membawaku duduk di atas ranjang miliknya dengan kelihatan wajah pucat dia bertanya padaku,
“kamu gagk inget apa apa Elf??”
Aku hanya menggelengkan kepalaku dan mengatakan tidak.
“kamu tau kalau kamu sudah 3 hari kerasukan aku dan teman teman sudah mencoba menahan kamu tapi kamu terus menerus mengatakan , aku akan balas dendam dengan mata hanya menunjukkan kemarahan tanpa pupil kamu juga sering berteriak, berikan aku darah ayam, kami ketakutan dan akhirnya kami membawamu ke Miss Sisa, dan entah apa yang beliau lakukan tapi kami sangat senang kamu bisa kembali normal,”
Jadi selama ini aku lah yang merasakan ke anehan itu., akulah yang selama ini kerasukan, jadi semua yang aku lihat itu, Rina, dia  aku mengerti,  Miss Sisa yang sudah mengusir Miss Sisilia dari tubuhku, dan sosok yang keluar dari tubuhku adalah dia,
Pantas saja tenggorokan ini terasa sakit aku , mamakan darah ayam,


Dan sesaat aku benar benar bingung untuk apa dia merasukiku, aku hanya tertunduk diam di dalam pelukkan Rina, yang terlihat sangat hawatir melihatku, selama ini aku merasakan dia lah yang sudah berubah padahal akulah ..
Aku hanya menunduk dan tersenyum memiliki sahabat yang sebaik ini,
Tapi tetap saja dia pasti akan kembali, karna semuanya masih ada yang terlewatkan entah apa itu, aku yakin semua ini belum selesai,

Kini malam telah tiba, dan baru saja aku membuat semua penghuni asrama di sini gempar dengan melihat aku kesurupan semoga itu tidak akan terulang lagi,
Rina mengatakan “kamu tidur dulu saja , aku yang akan menjagamu sebelum kamu tidur..”
Aku pun segera memejamkan mata sesaat melihat Rina rela untuk mengijinkan aku terlelap dahulu,
Malam semakin larut aku merasakan ada yang baru saja membelai rambutku, aku pun terusik dan membuka mataku, tak kulihat siapapun di depanku, kulihat Rina terlelap dalam meja belajarku, aku sungguh tertegun melihatnya begitu memperhatikanku, ku ambil selimut dan kututupi tubuhnya agar dingin malam ini, tidak membuatnya sakit, dan sesaat aku akan tidur lagi, aku merasakan suara itu, suara yang sudah kesekian kali aku dengar tiba tiba muncul dan membuat jantungku berdegup,
“Elfii, Elfii”
Bila sebelumnya aku hanya mendengarnya sesekali kali ini aku seringkali mendengarnya, aku terdiam apa yang harus aku lakukan? Apakah aku bangunkan saja Rina?”
Tapi tiba tiba  suara pintu kamarku ada yang mengetuk dengan lirih,
“tok tok tok”
Aku semakin ketakutan dapat kurasakan kakiku tak henti hentinya bergetar hebat, dan membuat tangan ku serasa mati, kemudian dengan perlahan pintu itu terbuka dengan sendirinya,
“pruakkk”
Tak kulihat siapapun di balik pintu yang terbuka itu, dan kemudian aku mulai melangkah mendekati pintu itu, ku langkahkan kakiku perlahan lahan hingga kurasakan hembusan angin menyapu rambutku, suasana dingin membuatku mengiggil , dan ketika kulihat lorong itu kudapati seseorang bayangan putih baru saja melewatiku,
Entah apa yang membuatku melakukan hal gila ini, aku mengikuti bayangan itu, bahkan hingga membawaku menuju ke ruang utama itu dimana aku dapat melihat lukisan miss Sisilia, dan aku yakin pasti ada sebuah rahasia di asrama ini dan aku harus mengetahuinya, kulihat dengan jelas lukisan itu,
Ku tatap kembali rumah tua dan sebuah tali,. Lukisan ini sangat aneh, dan menggambarkan apa ?
Hingga suara itu memanggilku kembali, kali ini suara itu membawaku ke sebuah taman di asrama ini,
Semakin lama suara itu semakin keras, aku terus mengikutinya, dan aku sangat terkejut sosok Miss Sisilia berdiri de depanku, kali ini dia menampakkan dirinya menyerupai lukisan itu dengan rambut ikal panjang yang di ikat, dia tersenyum kepadaku membawa sebuah bunga dan melihatku,
 Sebenarnya aku sangat ketakutan melihat sosok dia meski kali ini dia menampakkan dirinya tak seseram sebelumnya kemudian dia terbang dan melayang menuju ke arahku,

Melihat itu sebenarnya mampu membuat jantungku berdegup sangat kencang dan membuatku sedikit memundurkan langkahku,
Kemudian, tepat di hadapanku,
Dia melakukan hal yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya,

“dia menangis di hadapanku dengan menunduk ke arahku”
Melihat itu aku sedikit menaruh simpati apa yag sebenarnya dia lakukan hingga menangis seperti ini,
Dan aku pun bertanya apa yang membuatmu menangis?’
Kemudian dia menunjuk sebuah tempat dimana kami siswi di asrama ini tidak boleh kesana karna itu keluar dari perbatasan asrama,

Tapi melihatnya seperti itu membuatku untuk pergi kesana ,
Dan sosok itu kemudian menghilang tepat di hadapanku,
Aku pun menuju kesana, perlahan lahan aku melihat sebuah tembok, dengan nekat aku memanjat tembok itu dan ku dapati sebuah sungai kecil dengan jembatan tua, aku kembali berfikir apakah aku harus melakukan ini, hinga akumendengar suara namaku lagi ya dia memanggilku terus menerus,
“Elfii, Elfii”
Aku pun berjalan di jembatan tua itu meski jembatan itu sudah sangat tua, tapi jembatan itu masih sangat kuat, satu hal yang menggngguku , bila aku berfikir , jembatan ini sepertinya sudah lama di tinggalkan lalu aku akan menuju kemana??

Pasti ke sebuah tempat yang sudah lama tidak terjamah dengan manusia
 Ternyata benar apa yang aku pikirkan dan semuanya kini sudah jelas aku melihat sebuah gudang yang aku kenali yaitu gudang tua dalam lukisan itu,
Aku pun perlahan membuka pintu itu, dan kurasakan suasana mencekam dalam gudang tua itu, seperti sebuah tempat yang di gunakan seorang petani bila menyimpan padi,
Dan kali ini suara itu membawaku masuk lebih jauh lagi ke gudang tua itu,
Semakin lama suara itu semakin keras, dan kudapati, sebuah pintu dengan rantai terkunci besi, aku mencoba membukanya tapi tidak bisa, aku mencoba mencari sebuah alat untuk membuka pintu itu,
Alasanku adalah pasti semua pertanyaanku akan terjawab di balik pintu ini dan aku yakin rahasia itu ada di balik pintu ini,
Entah apa itu,
Dan ku lihat sebuah besi tua ku ambil dengan kekuatan seadanya aku berusaha keras membuka pintu itu, dan sukurlah rantai itu dapat di patahkan akibat mungkin sudah terlalu lama rantai itu hingga menjadi besi karatan,
Dan kini pintu itu aku pasti bisa membukanya,
Dan ketika ku buka pintu itu, astaga aku terkejut melihat seseorang mayat yang sudah menjadi tengkorak dengan kaki dan tangan di pasung , kulihat pakaian sudah sobek bahkan aku mungkin dapat memperkirakan bila mayat ini mungkin sudah berumur 20 tahun kematianya,
Jangan jangan ini adalah mayat dari Miss Sisilia, dan karna itu dia gentayangan di asrama kami, apa bila aku melepaskanya aku akan membuatnya tenang segera aku mendekatimayat  tangan dari tengkorak itu dan sesaat aku menyentuhnya tiba tiba aku merasakan sesuatu yang tidak enak dalam hatiku, tapi aku tetap melanjutkan untuk melepasnya..

Selang beberapa menit,
Dan akhirnya aku berhasil melepaskanya, ku lepaskan pasung di kaki dan tanganya, hingga berhasil aku melepaskanya..
Aku pun bernafas lega sejenak semoga arwahnya kali ini akan tenang aku tinggal memanggil kepala sekolah agar mayat ini dapat di kuburkan dengan layak,
Sesaat aku akan beranjak pergi, aku di kejutkan oleh sebuah tangan yang menarik kakiku hingga membuatku terjatuh dan astaga!!
Aku melihat mayat itu bergerak dan menatapku tajam perlahan lahan wajah tengkorak itu menumbuhkan kulit dan menjadi sebuah wajah yag sangat mengerikan, dengan mulut penuh dengan darah  dia menarikku dan mengatakan
“kalian semua harus merasakan apa yang dulu aku rasakan , aku akan membalaskan dendam ku dendam 20 tahun kalian membuatku seperti ini?”
Dan dia mencekikku, mendadak semuanya pun gelap, dan ketika aku membuka mata aku melihat sebuah keramaian ada apa ini..

“ya kulihat dengan mata kepalaku sendiri “Miss Sisilia sedang di tarik oleh rombongan masyarakat dan di seret kulihat wajah penuh darah seolah baru saja dihakimi oleh masyarakat, dia di seret ke gudang itu dan memasung kaki serta tanganya , aku mendekati kerumunan itu, kulihat semua warga mencaci makinya dengan mengatakan “penganut setan kau pantas mati,, mengerti??”

Dan aku pun terhenyak dari tidurku, keringat bercucuran dalam keningku, melihat aku seperti itu Rina menghampiriku dan bertanya ada apa??
Aku hanya  tertegun dan mengatakan “aku hanya mimpi..sukurlah,
Aku tersenyum pada Rina , dan Rina kembali ke ranjangnya,
Dan ketika ku buka selimutku aku terkejut melihat….
Astaga!! Itu bukan mimpi aku baru saja melepaskan Miss sisilia??
Kulihat kakiku penuh dengan darah dimana Miss Sisilia tadi menarikku…








Bersambung….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar