Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 3"

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 3"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!


Dalam asrama ini memang pernah terdengar dongeng urban mengenai asrama ini, banyak yang pernah mengatakan bila keluar pada larut malam akan melihat sosok miss sisilia berjalan menelusuri asrama ini, dahulu kala dia memang yang menciptakan asrama ini,
Dia adalah orang dengan watak yang keras dimana dia ingin semua muritnya mengikuti semua peraturanya, namun di lain hal banyak yang mengatakan dia adalah pengikut setan terbukti dia sering di temui sedang meminum darah ayam segar namun apapun dia itu hanya sebuah cerita yang mungkin di buat hanya untuk menakut nakuti murit yang ada di sini,

Itulah cerita yang ku dapat dari kakak kakak kelas kami mengenai siapa miss sisilia, memang  semenjak aku melihat sosok itu, rasanya sedetik pun aku tidak bisa memejamkan mata, dan semenjak saat itu aku sering kali mendengar suara seseorang memanggilku, tapi aku tidak akan ,menceritakan ini dengan Rina,
Akan tetapi aku mulai merasakan semenjak kejadian itu Rina menjadi sedikit berubah kini dia tampak lebih pendiam dari sebelumnya meski aku masih melihat nya sering tersenyum padaku, tapi aku yakin dia sedikit berubah entah apa yang sedang dia sembunyikan,

Hari ini kelas kami akan mendapat pelajaran tambahan yang akan membuat kami pulang malam, namun akibat jam tambahan ini, aku akan sampai di asrama pukul 9 malam,
Akan tetapi denagn alasan jam tambahan tidak akan di kenakan sanksi bila demi sekolah, aku dan semua anak kelas A akan mendapat jam tambahan,

Akan tetapi Rina yang murit di kelas B sudah kembali ke asrama sejak pukul 4 sore tadi, sebenarnya aku juga ingin pulang ke asrma apalagi aku sangat ketakutan saat melihat lukisan itu,
Tapi aku sedikit lega memiliki teman sebangku ku yang bernama Fifi, dia adalah gadis yang menempati kamar sebelahku, mungkin jarak kami tidak terlalu jauh hanya terpisahkan oleh beberapa kamar meski aku harus berpisah denganya tepat di persimpangan lantai 2,
Tapi yang paling penting adalah aku dapat terhindar melihat lukisan itu sendirian, semenjak itu ku dan Rina tidak ingin membuat berita heboh dengan apa yang kami alami ini,
Kami merahasiakan semua ini dari teman teman sekolah kami agar tidak tercipta isu yang akan membuat sekolah dan asrama ini menjadi tercemar,
Kami lebih memilih untuk merahasiakan apa yang kami alami ini, dan jam menunjukkan pukul 9 malam, yang artinya kini kami akan pulang,
Kukemasi barang barangku, kulihat fifi sudah menungguku di depan kelas, aku pun keluar dan menuju ke asrama kami, sampailah kami di ruang tamu itu kembali aku merasakan hawa yang lain yang selalu membuatku gemetaran , lukisan itu tampak hidup di mataku dan selalu seolah olah mengawasiku, entah apa yang membuat lukisan itu selalu menatapku seolah ekspresi tersenyum itu , mengambarkan kemarahan terhadapku,
Aku mencoba untuk berfikiran positif dan melangkah dengan pasti dan mulai menjauhi lukisan itu,
Kini aku berada di lantai 2 dan artinya di persimpangan inilah kami berpisah, fifi memasuki kamarnya dan aku masih harus berjalan beberapa langkah lagi sebelum sampai di kamarku, tak pernah aku selega ini kini aku sudah sampai di kamar ini dan ketika ku buka pintu kamarku,
Aku terkejut tak kudapati Rina di dalam kamar padahal seharusnya dia sudah disini, entah tidur atau mambaca buku seperti kebiasaanya sehari hari,
Kini aku mulai kebingungan kemana Rina sekarang?
Hingga aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan melanggar peraturan itu untuk melihat dimana keberadaan Rina sekarang,
Aku pun segera berlari keluar, ku rasakan hawa dingin menyelimuti tubuhku, aku mulai berjalan menelusuri tangga itu, dan kali ini aku melewati lukisan itu,
Dan baru saja aku pijakkan kakiku di lantai itu, aku sungguh terkejut melihat lukisan itu, kali ini dengan tatapan tajam dan melihatku, dan sosok itu muncul di hadapanku,
Aku tak mampu melakukan apa apa,
Kakuku lemas, dengan keringat yang bahkan bercucuran sangat banyak, membuatku tak tau apa yang aku lakukan, makhluk apa ini ,

Sosok itu terbang mendekatiku, dan mulai mendekatiku, dengan keadaan yang bahkan tidak pernah aku rasakan sebelumnya, hingga aku tersadar dengan tepukan, dari Rina..
Aku tekejut Rina berada di hadapanku, dan aku memeluknya sembari menangis tentang apa yang aku lihat ini,
“kau baru saja darimana?”
Aku baru saja keluar hanya untuk mengambil sebuah bukuku yang ketinggalan di perpustakaan,
,
Kami pun segera menuju ke kamar, Rina kembali bertanya padaku,
“apa yang baru saja kau lihat,??
Tapi aku hanya diam ,
Kemudian Rina mengatakan bila apa yang kita alami , mungkin bukan kebetulan semata, sosok itu sosok yang kau lihat itu memang ada, namun itu menjadi legenda urban disini,
Kini semua tergantung kita, sepertinya sosok itu hanya ingin menunjukkan sesuatu pada kita entah apa?
Mendengar itu aku mulai merasakan ke anehan yang semakin nyata mengenai apa yang aku benar benar alami ini,

Malam semakin larut kami saling terjaga , kami berharap tidak akan mendapatkan terror itu lagi,
Lama kami berdiam kami terlelap dalam tidur kami masing masing, hingga aku terbangun dari tidurku,
Dan kulihat ranjang Rina kembali kosong , kemana Rina pergi ??
Dalam hati aku bertanya, hingga aku melihat pintu kamar kami terbuka, mungkinkah Rina keluar,
Sebenarnya aku enggan untuk keluar dari kamar apalagi di tengah malam selarut ini, tapi aku juga hawatir dengan sahabat satu kamarku itu dan akhirnya dengan perasaan nekat aku mulai memberanikan diri keluar dari kamar,

Aku mulai berjalan pelan menelusuri lorong lorong gelap, kurasakan hembusan angin malam menemani setiap perjalananku, hingga aku mendengar kan suara itu lagi, suara yang sudah berulang ulang aku dengarkan,
“Elfii”
Suara itu semakin keras saat aku mendekati ruangan utama itu, kini aku beranikan diri, apa yang sebenarnya mengganggu kami ini,
Hingga aku melihat lukisan itu tepat di hadapanku, kurasakan bulukudukku merinding, tangan ku bergetar hebat, kaki ku goyah tak mampu menahan jantung yang semakin kencang berdegup ini,

Hingga suatu bayangan putih melintasi tepat di belakangku , aku pun terkaget dan menoleh ke belakang, tak kudapati siapapun berdiri di hadapanku,
Dan kembali suara itu muncul, “Elfii” kali ini suara itu dari taman asrama yang banyak di tumbuhi bermacam macam bunga, ku berjalan perlahan kesana,
Semakin aku mendekati sumber suara itu, hatiku semakin tidak tenang, hingga dari arah kejauhan aku melihat sosok bayangan , seorang wanita yang sedang berada duduk di kursi taman dan sedang mencium bau bunga tepat di hadapanku, aku mendekatinya karna aku penasaran dengan sosok itu,

Perlahan lahan aku mendekati sosok itu, dan aku mencoba bertanya padanya,
“siapa kamu?? Apa yang kamu lakukan malam malam begini?”
Tapi dia hanya diam, bahkan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya,
Rasa penasaranku yang semakin memuncak membuat tanganku menepuk bahunya, hingga dia membalikkan wajahnya,
Astaga , mata putih tanpa ada pupil di depanku dengan melotot ke arahku, terlihat jelas darah di mulutnya , sungguh mengerikan,
Aku pun segera berlari dari tempat itu, aku berhasil sampai di ruang tengah dengan nafas  terengah engah aku menahan sakit  jantungku yang berdegup lebih cepat dari biasanya,
Hingga aku tersadar akan sosok itu kembali dalam lukisan itu,
“miss sisilia” dalam hati aku bergumam, dan ketika ku lihat lukisan itu, seperti pernah aku lihat sosok lukisan itu hilang , dan hanya meninggalkan kertas putih kosong dengan bingkai nya, aku bertanya kemana sosok itu,
Hingga aku merasakan nafas di leher belakangku, dan ketika ku lihat ,
Dengan kaki tidak menyentuh lantai dia melotot ke arahku dengan mata yang seolah mau keluar, aku pun berteriak sekuat tenaga,
“arghhhh”
Aku tutup kedua mataku dengan tanganku, hingga kurasakan ada yang menarik tanganku ,
Aku meronta sekuat tenaga, dan berusaha melepaskan genggamanya itu,
Hingga mulai aku menyadari dengan suara yang aku dengar, bila itu adalah tangan Miss Aila,
Pengawa asrama putri kami,
Melihat Miss Aila, aku langsung menangis dan mengatakan “lukisan itu?? Lukisan itu adalah lukisan hantu”
Mendengar itu Miss Aila terlihat bingung dan bertanya apdaku,
“apa yang kamu lakukan disini? Ha? Bukankah sudah jelas dengan peraturan di asrama ini? Bila tidak boleh keluar ruangan apalagi di malam selarut ini”
Terlihat Miss Aila begitu marah padaku entah kenapa?
Dan dia mengantarku kembali ke kamar setelah memberiku  peringatan serius padaku,
Kulihat kembali lukisan itu sesaat kami menuju ke kamar, lukisan itu sudah kembali ke tempat nya semula,

Aku menceritakan bila aku tidak melihat Rina di kamar, jadi aku memutuskan untuk keluar karna aku ingin mencarinya ?
Dan sesaat kamar kami terbuka , aku melihat Rina di ranjangnya dalam keadaan tertidur pulas, sungguh aneh padahal aku tidak melihatnya tadi,
Miss Aila pun pergi dan meninggalkan kami, aku menatap kearah Rina dan berfikir bagaimana mungkin aku bisa tidak melihatnya , apa yang sebenarnya terjadi ku tatap rina yang tertidur pulas dalam mimpinya,
Miss Aila memintaku ke kantor untuk menemui kepala sekolah untuk menjelaskan kenapa aku melanggar peraturan tadi,

Keesokan pagi,
Aku melihat Rina merapikan tempat tidurnya dan kali ini aku melihatnya tampak aneh tidak seperti biasanya dia terlihat memiliki tatapan kosong aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi,
Rina melirikku tapi aku segera berpura pura tidur hingga dia  pergi meninggalkan kamar,
Ada apa dengan Rina kenapa hanya dalam waktu sehari saja dia sudah berubah menjadi aneh?

Kulihat sekarang adalah pukul 12 siang dan aku berencana  memenuhi panggilan kepala sekolah, sesaat aku berjalan ketika ku lihat Rina sedang duduk di taman dengan posisi mencium sebuah bunga seperti makhluk yang aku lihat semalam , aku melihatnya dan mengamatinya, dari balik tembok, seperti dia posisinya dan gaya mencium bunga itu tidak salah lagi, ada apa dengan Rina? Sahabatku,
Hingga tiba tiba Rina menatap kea rah tembok tempatku bersembunyi,. Aku segera berbalik dan untung saja aku bisa dengan cepat menghindarinya, keringat bercucuran dalam keningku, betapa aneh Rina kenapa dia menjadi sosok yang seolah olah tidak aku kenal padahal kami sudah dapat di katakan sahabat baik,

Aku melanjutkan ke ruang kepala sekolah, yaitu Miss Sisa,

Tokk tokk tokk..
Silahkan masuk” suara miss Sisa mengijinkan ku masuk ke ruanganya,
Aku pun masuk dan beliau mempersilahkan aku untuk duduk, seperti Miss Aila, beliau bertanya padaku tentang kejadian semalam, kembali aku menjelaskan bila aku keluar untuk mencari temanku,
Namun Miss Aila sudah menceritakan kejadian itu pada Miss Sisa, bila Rina berada dalam kamar dan sedang tertidur pulas,
Kali ini aku tidak bisa mengelak karna memang kenyataan nya Rina berada dalam kamar,
Aku pun di beri kan peringatan untuk tidak melakukan hal yang sudah menjadi peraturan di asrama ini,
Aku pun tertunduk diam, namun pernyataan itu membuatku tiba tiba mengatakan hal yang bahkan tidak pernah aku rencanakan,
“kenapa ada peraturan sekonyol itu? Ku ucapkan dengan suara lirih namun aku tau kepala sekolah mendengarnya,
“apa? Miss Sisa bertanya dengan nada tinggi,
“apa alasan ada peraturan itu? “ kali ini aku memperjelas pertanyaanku,
Dan dengan membentak kan tanganya ke bangku, dia memintaku untuk keluar, aku pun segera keluar, hingga kudapati di pintu keluar Rina menatapku dengan tatapan Aneh,
Aku semakin yakin, bila sosok yang berdiri di depanku bukanlah Rina aku semakin merasakan kehadiranya membuat hawa di sekitarku dingin padahal kulihat matahari tepat berada di atas kami dengan setangkai bunga di tanganya dia terus menatapku dengan tajam seolah ada yang ingin dia katakan padaku entah apa itu tapi aku harus mewaspadai siapa sosok di depanku ini??
Apakah dia adalah Rina ataukah dia adalah…???


Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar