Selamat membacaaaa !!
Dalam
asrama ini memang pernah terdengar dongeng urban mengenai asrama ini, banyak
yang pernah mengatakan bila keluar pada larut malam akan melihat sosok miss
sisilia berjalan menelusuri asrama ini, dahulu kala dia memang yang menciptakan
asrama ini,
Dia
adalah orang dengan watak yang keras dimana dia ingin semua muritnya mengikuti
semua peraturanya, namun di lain hal banyak yang mengatakan dia adalah pengikut
setan terbukti dia sering di temui sedang meminum darah ayam segar namun apapun
dia itu hanya sebuah cerita yang mungkin di buat hanya untuk menakut nakuti
murit yang ada di sini,
Itulah
cerita yang ku dapat dari kakak kakak kelas kami mengenai siapa miss sisilia,
memang semenjak aku melihat sosok itu, rasanya sedetik pun aku tidak bisa
memejamkan mata, dan semenjak saat itu aku sering kali mendengar suara
seseorang memanggilku, tapi aku tidak akan ,menceritakan ini dengan Rina,
Akan
tetapi aku mulai merasakan semenjak kejadian itu Rina menjadi sedikit berubah
kini dia tampak lebih pendiam dari sebelumnya meski aku masih melihat nya
sering tersenyum padaku, tapi aku yakin dia sedikit berubah entah apa yang
sedang dia sembunyikan,
Hari
ini kelas kami akan mendapat pelajaran tambahan yang akan membuat kami pulang
malam, namun akibat jam tambahan ini, aku akan sampai di asrama pukul 9 malam,
Akan
tetapi denagn alasan jam tambahan tidak akan di kenakan sanksi bila demi
sekolah, aku dan semua anak kelas A akan mendapat jam tambahan,
Akan
tetapi Rina yang murit di kelas B sudah kembali ke asrama sejak pukul 4 sore
tadi, sebenarnya aku juga ingin pulang ke asrma apalagi aku sangat ketakutan
saat melihat lukisan itu,
Tapi
aku sedikit lega memiliki teman sebangku ku yang bernama Fifi, dia adalah gadis
yang menempati kamar sebelahku, mungkin jarak kami tidak terlalu jauh hanya
terpisahkan oleh beberapa kamar meski aku harus berpisah denganya tepat di persimpangan
lantai 2,
Tapi
yang paling penting adalah aku dapat terhindar melihat lukisan itu sendirian,
semenjak itu ku dan Rina tidak ingin membuat berita heboh dengan apa yang kami
alami ini,
Kami
merahasiakan semua ini dari teman teman sekolah kami agar tidak tercipta isu
yang akan membuat sekolah dan asrama ini menjadi tercemar,
Kami
lebih memilih untuk merahasiakan apa yang kami alami ini, dan jam menunjukkan
pukul 9 malam, yang artinya kini kami akan pulang,
Kukemasi
barang barangku, kulihat fifi sudah menungguku di depan kelas, aku pun keluar
dan menuju ke asrama kami, sampailah kami di ruang tamu itu kembali aku
merasakan hawa yang lain yang selalu membuatku gemetaran , lukisan itu tampak
hidup di mataku dan selalu seolah olah mengawasiku, entah apa yang membuat
lukisan itu selalu menatapku seolah ekspresi tersenyum itu , mengambarkan
kemarahan terhadapku,
Aku
mencoba untuk berfikiran positif dan melangkah dengan pasti dan mulai menjauhi
lukisan itu,
Kini
aku berada di lantai 2 dan artinya di persimpangan inilah kami berpisah, fifi
memasuki kamarnya dan aku masih harus berjalan beberapa langkah lagi sebelum
sampai di kamarku, tak pernah aku selega ini kini aku sudah sampai di kamar ini
dan ketika ku buka pintu kamarku,
Aku
terkejut tak kudapati Rina di dalam kamar padahal seharusnya dia sudah disini,
entah tidur atau mambaca buku seperti kebiasaanya sehari hari,
Kini
aku mulai kebingungan kemana Rina sekarang?
Hingga
aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan melanggar peraturan itu untuk
melihat dimana keberadaan Rina sekarang,
Aku pun
segera berlari keluar, ku rasakan hawa dingin menyelimuti tubuhku, aku mulai
berjalan menelusuri tangga itu, dan kali ini aku melewati lukisan itu,
Dan
baru saja aku pijakkan kakiku di lantai itu, aku sungguh terkejut melihat
lukisan itu, kali ini dengan tatapan tajam dan melihatku, dan sosok itu muncul
di hadapanku,
Aku tak
mampu melakukan apa apa,
Kakuku
lemas, dengan keringat yang bahkan bercucuran sangat banyak, membuatku tak tau
apa yang aku lakukan, makhluk apa ini ,
Sosok
itu terbang mendekatiku, dan mulai mendekatiku, dengan keadaan yang bahkan
tidak pernah aku rasakan sebelumnya, hingga aku tersadar dengan tepukan, dari
Rina..
Aku
tekejut Rina berada di hadapanku, dan aku memeluknya sembari menangis tentang apa
yang aku lihat ini,
“kau
baru saja darimana?”
Aku
baru saja keluar hanya untuk mengambil sebuah bukuku yang ketinggalan di
perpustakaan,
,
Kami
pun segera menuju ke kamar, Rina kembali bertanya padaku,
“apa
yang baru saja kau lihat,??
Tapi
aku hanya diam ,
Kemudian
Rina mengatakan bila apa yang kita alami , mungkin bukan kebetulan semata,
sosok itu sosok yang kau lihat itu memang ada, namun itu menjadi legenda urban
disini,
Kini
semua tergantung kita, sepertinya sosok itu hanya ingin menunjukkan sesuatu pada
kita entah apa?
Mendengar
itu aku mulai merasakan ke anehan yang semakin nyata mengenai apa yang aku
benar benar alami ini,
Malam
semakin larut kami saling terjaga , kami berharap tidak akan mendapatkan terror
itu lagi,
Lama
kami berdiam kami terlelap dalam tidur kami masing masing, hingga aku terbangun
dari tidurku,
Dan
kulihat ranjang Rina kembali kosong , kemana Rina pergi ??
Dalam
hati aku bertanya, hingga aku melihat pintu kamar kami terbuka, mungkinkah Rina
keluar,
Sebenarnya
aku enggan untuk keluar dari kamar apalagi di tengah malam selarut ini, tapi
aku juga hawatir dengan sahabat satu kamarku itu dan akhirnya dengan perasaan
nekat aku mulai memberanikan diri keluar dari kamar,
Aku
mulai berjalan pelan menelusuri lorong lorong gelap, kurasakan hembusan angin
malam menemani setiap perjalananku, hingga aku mendengar kan suara itu lagi,
suara yang sudah berulang ulang aku dengarkan,
“Elfii”
Suara
itu semakin keras saat aku mendekati ruangan utama itu, kini aku beranikan
diri, apa yang sebenarnya mengganggu kami ini,
Hingga
aku melihat lukisan itu tepat di hadapanku, kurasakan bulukudukku merinding,
tangan ku bergetar hebat, kaki ku goyah tak mampu menahan jantung yang semakin
kencang berdegup ini,
Hingga
suatu bayangan putih melintasi tepat di belakangku , aku pun terkaget dan
menoleh ke belakang, tak kudapati siapapun berdiri di hadapanku,
Dan
kembali suara itu muncul, “Elfii” kali ini suara itu dari taman asrama yang
banyak di tumbuhi bermacam macam bunga, ku berjalan perlahan kesana,
Semakin
aku mendekati sumber suara itu, hatiku semakin tidak tenang, hingga dari arah
kejauhan aku melihat sosok bayangan , seorang wanita yang sedang berada duduk
di kursi taman dan sedang mencium bau bunga tepat di hadapanku, aku
mendekatinya karna aku penasaran dengan sosok itu,
Perlahan
lahan aku mendekati sosok itu, dan aku mencoba bertanya padanya,
“siapa
kamu?? Apa yang kamu lakukan malam malam begini?”
Tapi
dia hanya diam, bahkan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya,
Rasa
penasaranku yang semakin memuncak membuat tanganku menepuk bahunya, hingga dia
membalikkan wajahnya,
Astaga
, mata putih tanpa ada pupil di depanku dengan melotot ke arahku, terlihat
jelas darah di mulutnya , sungguh mengerikan,
Aku pun
segera berlari dari tempat itu, aku berhasil sampai di ruang tengah dengan
nafas terengah engah aku menahan sakit jantungku yang berdegup
lebih cepat dari biasanya,
Hingga
aku tersadar akan sosok itu kembali dalam lukisan itu,
“miss
sisilia” dalam hati aku bergumam, dan ketika ku lihat lukisan itu, seperti
pernah aku lihat sosok lukisan itu hilang , dan hanya meninggalkan kertas putih
kosong dengan bingkai nya, aku bertanya kemana sosok itu,
Hingga
aku merasakan nafas di leher belakangku, dan ketika ku lihat ,
Dengan
kaki tidak menyentuh lantai dia melotot ke arahku dengan mata yang seolah mau
keluar, aku pun berteriak sekuat tenaga,
“arghhhh”
Aku
tutup kedua mataku dengan tanganku, hingga kurasakan ada yang menarik tanganku
,
Aku
meronta sekuat tenaga, dan berusaha melepaskan genggamanya itu,
Hingga
mulai aku menyadari dengan suara yang aku dengar, bila itu adalah tangan Miss
Aila,
Pengawa
asrama putri kami,
Melihat
Miss Aila, aku langsung menangis dan mengatakan “lukisan itu?? Lukisan itu
adalah lukisan hantu”
Mendengar
itu Miss Aila terlihat bingung dan bertanya apdaku,
“apa
yang kamu lakukan disini? Ha? Bukankah sudah jelas dengan peraturan di asrama
ini? Bila tidak boleh keluar ruangan apalagi di malam selarut ini”
Terlihat
Miss Aila begitu marah padaku entah kenapa?
Dan dia
mengantarku kembali ke kamar setelah memberiku peringatan serius padaku,
Kulihat
kembali lukisan itu sesaat kami menuju ke kamar, lukisan itu sudah kembali ke
tempat nya semula,
Aku
menceritakan bila aku tidak melihat Rina di kamar, jadi aku memutuskan untuk
keluar karna aku ingin mencarinya ?
Dan
sesaat kamar kami terbuka , aku melihat Rina di ranjangnya dalam keadaan
tertidur pulas, sungguh aneh padahal aku tidak melihatnya tadi,
Miss
Aila pun pergi dan meninggalkan kami, aku menatap kearah Rina dan berfikir
bagaimana mungkin aku bisa tidak melihatnya , apa yang sebenarnya terjadi ku
tatap rina yang tertidur pulas dalam mimpinya,
Miss
Aila memintaku ke kantor untuk menemui kepala sekolah untuk menjelaskan kenapa
aku melanggar peraturan tadi,
Keesokan
pagi,
Aku
melihat Rina merapikan tempat tidurnya dan kali ini aku melihatnya tampak aneh
tidak seperti biasanya dia terlihat memiliki tatapan kosong aku bertanya apa
yang sebenarnya terjadi,
Rina
melirikku tapi aku segera berpura pura tidur hingga dia pergi
meninggalkan kamar,
Ada apa
dengan Rina kenapa hanya dalam waktu sehari saja dia sudah berubah menjadi
aneh?
Kulihat
sekarang adalah pukul 12 siang dan aku berencana memenuhi panggilan
kepala sekolah, sesaat aku berjalan ketika ku lihat Rina sedang duduk di taman
dengan posisi mencium sebuah bunga seperti makhluk yang aku lihat semalam , aku
melihatnya dan mengamatinya, dari balik tembok, seperti dia posisinya dan gaya
mencium bunga itu tidak salah lagi, ada apa dengan Rina? Sahabatku,
Hingga
tiba tiba Rina menatap kea rah tembok tempatku bersembunyi,. Aku segera
berbalik dan untung saja aku bisa dengan cepat menghindarinya, keringat
bercucuran dalam keningku, betapa aneh Rina kenapa dia menjadi sosok yang
seolah olah tidak aku kenal padahal kami sudah dapat di katakan sahabat baik,
Aku
melanjutkan ke ruang kepala sekolah, yaitu Miss Sisa,
Tokk
tokk tokk..
Silahkan
masuk” suara miss Sisa mengijinkan ku masuk ke ruanganya,
Aku pun
masuk dan beliau mempersilahkan aku untuk duduk, seperti Miss Aila, beliau
bertanya padaku tentang kejadian semalam, kembali aku menjelaskan bila aku
keluar untuk mencari temanku,
Namun
Miss Aila sudah menceritakan kejadian itu pada Miss Sisa, bila Rina berada
dalam kamar dan sedang tertidur pulas,
Kali
ini aku tidak bisa mengelak karna memang kenyataan nya Rina berada dalam kamar,
Aku pun
di beri kan peringatan untuk tidak melakukan hal yang sudah menjadi peraturan
di asrama ini,
Aku pun
tertunduk diam, namun pernyataan itu membuatku tiba tiba mengatakan hal yang
bahkan tidak pernah aku rencanakan,
“kenapa
ada peraturan sekonyol itu? Ku ucapkan dengan suara lirih namun aku tau kepala
sekolah mendengarnya,
“apa?
Miss Sisa bertanya dengan nada tinggi,
“apa
alasan ada peraturan itu? “ kali ini aku memperjelas pertanyaanku,
Dan
dengan membentak kan tanganya ke bangku, dia memintaku untuk keluar, aku pun
segera keluar, hingga kudapati di pintu keluar Rina menatapku dengan tatapan
Aneh,
Aku
semakin yakin, bila sosok yang berdiri di depanku bukanlah Rina aku semakin
merasakan kehadiranya membuat hawa di sekitarku dingin padahal kulihat matahari
tepat berada di atas kami dengan setangkai bunga di tanganya dia terus
menatapku dengan tajam seolah ada yang ingin dia katakan padaku entah apa itu
tapi aku harus mewaspadai siapa sosok di depanku ini??
Apakah
dia adalah Rina ataukah dia adalah…???
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar