Selamat membacaaaa !!
Siang
ini adalah awal aku memulai pelajaran di sekolah ini, kulihat kamar Rina sudah
tersusun rapi, mungkin dia sudah berangkat dahulu ke kelas, kami memang
mendapatkan kelas yang berbeda, aku masuk di kelas A sedangkan Rina mendapatkan
kelas B,
Kulihat
jam masih menun...jukkan pukul 7 pagi masih ada satu jam lagi sebelum aku
berangkat ke kelas, aku teringat kembali peristiwa semalam entah nyata atau
mimpi yang jelas peristiwa itu sangat mengangguku,
Aku
mulai berjalan keluar kamar dan kutelusuri lorong itu, meski aku masih
merasakan ketakutan bila mengingat kejadian semalam tapi aku mencoba untuk
tetap tenang ,
Sesaat
setelah aku melewati lorong itu aku akan melewati ruang tengah tempat aku
melihat lukisan sosok itu, sosok wanita dalam lukisan itu, kembali aku menatap
lukisan itu,
Tapi
sudahlah aku mulai meninggalkan tempat itu dan beranjak menuju ke kelas, tapi
sesaat setelah aku melangkah mau pergi aku di kagetkan oleh suara seorang
wanita yang memanggil namaku ,
“Elfii”
namaku terus terdengar oleh telingaku seolah suara itu memanggilku, suara yang
halus , dengan keringat bercucuran aku melihat lukisan itu,
“jangan
jangan,
Sesaat
aku menoleh, tiba tiba Rina menepukk punggungku dan membuatku terhenyak, sesaat
keringat bercucuran dalam keningku, dan membuatku sedikit paranoit,
“hai,
di panggil dari tadi kok gagk di jawab sih?”
Rina ?
jadi yang memanggilku tadi Rina , aku bernafas lega..
“hei,
di Tanya kok malah melamun sih? Ya udah gi, kita ke kelas, walaupun kelas
berbeda tapi kita searah,
Rina
mengajakku untuk berjalan bersamanya,
Aku pun
mulai membuka pembicaraan dengan Rina di sela perjalanan kami,
“Rin,
kamu ngerasa aneh gagk dengan asrama ini?”
Aku
ingin tau apa yang dirasakan Rina semenjak pindah ke asrama ini,
“enggak
kok biasa aja, emang kenapa?? Kamu masih kepikiran kejadian semalam”
Ternyata
kejadian semalam bukan mimpi, gumamku dalam hati..
“ya,
jawabku lirih,
Dengan
tersenyum rina mengatakan.,
“udah
lupain aja aku yakin semalam itu hanya perasaan kamu aja kok , aku aja gagk
merasa apa apa??”
Emm,
sebenarnya ucapan Rina sudah bisa membuatku sedikit tenang tapi tetap saja
masih ada yang menjanggal,
“lalu
bagaimana dengan lukisan itu??” aku mencoba bertanya tentang lukisan di ruang
tengah aula itu, kali ini aku berharap Rina merasakan apa yang aku rasakan
setiap aku melihat lukisan itu,
Kembali
dengan tersenyum Rina mengatakan “owh, lukisan miss sisilia ya??
“miss
sisilia siapa dia??”
Kembali
aku bertanya dengan penasaran,
“dia
adalah suster pendiri asrama ini, dia itu sudah meninggal sekitar 20 tahun yang
lalu, kenapa emangnya?? Jangan bilang kamu melihatnya semalam,, hehehe
Tawa
Rina memang terlihat seperti bercanda , tapi sosok itu, miss sisilia apa dia
yang aku lihat semalam berjalan di lorong itu pada malam hari, tapi entahlah,
Kami
pun berpisah dan masuk ke kelas kami masing masing,
Jam
pelajaran pun di mulai, aku mulai mendengarkan guru menjelaskan materi
pelajaran,
Kelasku
berada di dekat taman, dan langsung mengarah ke sebuah aula ruang tengah di
asrama itu dan tanpa aku duga, aku melihat ke ruang tengah itu, kulihat dengan
samar samar lukisan itu,
Tiba
tiba aku terkejut dengan apa yang aku lihat , lukisan miss sisilia, tak
kudapati dalam gambar itu hanya kertas kosong,
Entah
apa mataku ini benar atau salah ku coba untuk melihatnya kembali, lukisan itu
menghilang hanya kertas kosong di dalam lukisan itu,
Kemudian
suara itu aku mendengarnya kembali,
“Elfii,
suara itu kembali aku mendengarnya , hingga tepukan tangan guruku membuyarkan
lamunanku yang entah kemana,
Guruku
bertanya “kamu sedang melihat apa fii??”
Aku
kembali melihat ruangan itu, dan lukisan itu kembali ke tempatnya semula,
sungguh aku seperti tidak percaya dengan apa yang aku lihat, kejadian aneh
mulai banyak memberiku tekanan,
Bel
berbunyi, tepat pukul jam 4 sore,
Aku pun
segera
Membereskan
bukuku dan beranjak kembali ke kamarku, hingga teriakan Rina menghentikan
langkahku,
“hai,
kamu mau kemana ??
Kembali
ke kamar. Jawabku singkat..
“kemu
mau ikut aku nggak ke pekan raya, sekarang..
Rina
mengajakku ke pekan raya, tapi aku teringat dengan peraturan tidak boleh keluar
dari kamar malam hari setelah mentari tenggelam, aku mencoba mengingatkan Rina
akan peraturan yang dia jelaskan sendiri padaku,
Tapi
dengan mudah Rina mengatakan sesuatu yang sama sekali tak ku harapkan,
“alah,
Cuma sebentar kok lagian masih ada 1 jam , kok sebelum jam 6 kita pulang dan
kita tidak akan melanggar peraturan sedikitpun , sekali kali kan gagk papa,
lagian banyak anak yang kesana kok..”
Rina
mencoba merayuku, sebenarnya aku tidak mau melanggar peraturan itu tapi aku
juga tidak ingin mengecewakan teman baruku ini, aku pun meng iya kan
permintaanya,
“hanya
sekali ini saja kan Rin?? Aku mempertanyakan rencana itu,
“ya ,,
dia pun menyeret tanganku dan membawaku pergi kesana,.
Sesampai
di pekan raya , kami bersenang senang dan bermain dengan gembira hingga aku
melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 6, tinggal satu jam lagi,
Aku
mengingatkan Rina, tentang peraturan itu, tapi dia hanya menggelengkan kepala
dan mengatakan tunggu sebentar tanggung ini udah kepalang basah, ya??
Kembali
dia memohon padaku, sebenarnya aku sudah ingin meninggalkanya saat itu, hanya
karna mengingkari satu janji kini dia mengingkari janji lain,
Kulihat
jam menunjukkan pukul 6 sore kali ini aku menarik tangan Rina dan mengajaknya
kembali ke asrama, karna kami bisa mendapatkan hukuman yang berat.,
Kurasakan
tiba tiba tubuhku mengigil tidak enak seolah akan ada yang terjadi.
Kami
pun dengan sembunyi sembunyi masuk keasrama, berharap pengawas asrama tidak
melihat kami,
Sesaat
kami melewati ruang tengah itu aku merasakan hawa yang mengerikan , sesaat
mataku menjadi buram aku berhenti sejenak, dan yang aku dengar suara lirih Rina
yang memanggilku,
“Elfi,
kenapa kamu diam, ayo kita harus segera sampai di kamar,
Suara
Rina semakin kecil aku mendengarnya, dan mataku semakin buram tak mampu melihat
apa apa,
Hinga
aku tersadar aku sudah berada di dalam kamar, kulihat di kepalaku sudah
terpasang kompresan es, yang di berikan Rina padaku,
Aku
bertanya “apa yang terjadi padaku Rin??”
Rina
hanya mengatakan bila tadi aku pingsan, dan untung saja pengawas tidak melihat
kita saat itu, aku membopongmu sendiri ke kamar, dan kulihat badan kamu tadi
panas, dan satu lagi kamu itu gendut, jadi capek nie badan aku membopong
kamu??”
Aku
tersenyum dan mengatakan , “dasar,, aku ini sexy tau..
Kami
pun bercanda ria,
Kulihat
malam semakin larut, dan Rina sudah terlelap dalam tidurnya , aku mencoba
memanggilnya apakah dia benar benar sudah tidur,
“Rin,
Rin, Rin kamu sudah tidur,
Tapi
hanya keheningan malam yang aku dengar, ternyata Rina memang sudah terlelap
dalam mimpinya,
Aku
mencoba untuk tidur, tapi suara itu kembali aku mendengarnya, dan kali ini di
sertai suara langkah kaki yang mendekati kamarku,
“Elfii”
suara itu begitu halus hingga membuat jantungku berdegup kencang, dan kurasakan
kaki ku mati rasa, keringat bercucuran sangat deras,
Dan
kemudian tak kudengar kembali suara itu entah apa sudah menghilang atau..??
Sesaat
aku memejamkan mata,
“bruakakakka”
Kembali
pintu kamar kami ada yang menggedor dengan keras kali ini di sertai suara yang
sangat mengerikan, entah itu apa , seperti ada sebuah benda yang di pukulkan ke
arah pintu kamar kami,
Aku
menutupi wajahku dengan selimut aku berharap Rina mendengarnya , tapi tidak
Rina semakin lelap dalam tidurnya,
Aku
menangis, sekuat tenaga, kali ini aku yakin ini bukan mimpi seperti yang Rina
katakan padaku,
Aku
semakin ketakutan ketika ketukan pintu itu semakin keras, aku terhenyak dari
selimutku dan berlari kearah Rina,
Rina
yang terkejut melihatku menangis dengan panic bertanya padaku,
“kenapa
kamu menangis?? “
Suara
puntu itu, aku mendengarnya kembali,
Kami
pun diam sesaat dan menunggu suara itu kembali tapi kembali suara itu
menghilang,
Rina
terlihat hawatir melihatku dan dia memelukku sambil mengatakan sudah, kamu itu
Cuma mimpi kok , gagk usah di pikirkan cepat tidur lagi deh kamu, aku yang akan
jagain kamu,?”
Tiba
tiba…
“bruakakkakakaka”
Kembali
pintu kamar kami ada yang menggedor dan kali ini Rina juga mendengarnya,
Aku pun
memeluk Rina sambil menangis, Rina yang tampak tidak percaya, mulai beranjak
dari ranjang dan mendekati pintu itu, kulihat dia sedang menuju ke pintu itu,
Aku
mencoba bertanya pada Rina, “Rin, apa yang akan kamu lakukan? Jangan bilang
kamu akan membuka pintu itu??”
Kulihat
Rina menyentuh handle pintu itu dan akan membuka pintu itu,
Dan
seperti yang aku takutkan , dia membuka pintu itu,
“bruak”
Dan
pintu terbuka, tapi tak kudapati sosok apapun berdiri di balik pintu itu,
keringat dingin mulai mengalir di keningku, jantungku serasa akan behenti
berdetak,
Aku
menghela nafas yang panjang, dan sedikit lega kulihat di ekspresi wajah Rina,
Rina
menatapku dengan tersenyum dan mengatakan,
“lihat
kan tidak ada apa apa??”
Hingga
aku melihat dia?
Sosok
wanita berpakaian putih dengan style pakaian kuno berdiri di belakang Rina
dengan merundukkan kepalanya, gaya rambut kuno dan seperti lukisan miss
sisilia, berdiri di belakang Rina,
Seketika
itu aku berteriak sekencang mungkin,
“arrrrrghhhhhhhhh”
Rina
yang terkejut berlari kearah ku dan bertanya padaku,
“kamu
kenapa ?”
Aku pun
kembali melihat pintu itu tapi sosok itu hilang, kemudian aku menceritakan pada
Rina,
Tapi
Rina hanya mengelus rambutku, sepertinya di sini memang ada yang aneh,
Kami
pun menutup pintu itu dan menguncinya, malam ini kami yakin ada sesuatu yang
aneh dengan tempat ini, apakah asrama ini berhantu dan di huni oleh sosok
misterius , yang sudah menjadi cerita urban di asrama ini, sosok miss sisilia,
Siapa
dia?? Apakah dia adalah pendiri, dan menghantui asrama ini?
Tapi
untuk apa, apakah kematianya mengundang misteri , dan kenapa kami yang menjadi
target sosok itu,
Aku dan
Rina berpelukkan, memikirkan apa yang akan terjadi dengan kami , di asrama
berhantu ini??
Bersambung…..
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar