Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 2"

Sabtu, 27 Juli 2013

Cerita horor fiksi bersambung "Misteri Lukisan Miss Sisilia Part 2"

Hai sobat blogger,, !!! Kali ini "SAYA" akan memposting lanjutan cerita fiksi bersambung,,yang berjudul "Misteri Lukisan Miss Sisilia"..
Selamat membacaaaa !!


Siang ini adalah awal aku memulai pelajaran di sekolah ini, kulihat kamar Rina sudah tersusun rapi, mungkin dia sudah berangkat dahulu ke kelas, kami memang mendapatkan kelas yang berbeda, aku masuk di kelas A sedangkan Rina mendapatkan kelas B,
Kulihat jam masih menun...jukkan pukul 7 pagi masih ada satu jam lagi sebelum aku berangkat ke kelas, aku teringat kembali peristiwa semalam entah nyata atau mimpi yang jelas peristiwa itu sangat mengangguku,

Aku mulai berjalan keluar kamar dan kutelusuri lorong itu, meski aku masih merasakan ketakutan bila mengingat kejadian semalam tapi aku mencoba untuk tetap tenang ,
Sesaat setelah aku melewati lorong itu aku akan melewati ruang tengah tempat aku melihat lukisan sosok itu, sosok wanita dalam lukisan itu, kembali aku menatap lukisan itu,
Tapi sudahlah aku mulai meninggalkan tempat itu dan beranjak menuju ke kelas, tapi sesaat setelah aku melangkah mau pergi aku di kagetkan oleh suara seorang wanita yang memanggil namaku ,
“Elfii” namaku terus terdengar oleh telingaku seolah suara itu memanggilku, suara yang halus , dengan keringat bercucuran aku melihat lukisan itu,
“jangan jangan,
Sesaat aku menoleh, tiba tiba Rina menepukk punggungku dan membuatku terhenyak, sesaat keringat bercucuran dalam keningku, dan membuatku sedikit paranoit,

“hai, di panggil dari tadi kok gagk di jawab sih?”
Rina ? jadi yang memanggilku tadi Rina , aku bernafas lega..
“hei, di Tanya kok malah melamun sih? Ya udah gi, kita ke kelas, walaupun kelas berbeda tapi kita searah,
Rina mengajakku untuk berjalan bersamanya,
Aku pun mulai membuka pembicaraan dengan Rina di sela perjalanan kami,
“Rin, kamu ngerasa aneh gagk dengan asrama ini?”
Aku ingin tau apa yang dirasakan Rina semenjak pindah ke asrama ini,
“enggak kok biasa aja, emang kenapa?? Kamu masih kepikiran kejadian semalam”
Ternyata kejadian semalam bukan mimpi, gumamku dalam hati..
“ya, jawabku lirih,
Dengan tersenyum rina mengatakan.,
“udah lupain aja aku yakin semalam itu hanya perasaan kamu aja kok , aku aja gagk merasa apa apa??”
Emm, sebenarnya ucapan Rina sudah bisa membuatku sedikit tenang tapi tetap saja masih ada yang menjanggal,
“lalu bagaimana dengan lukisan itu??” aku mencoba bertanya tentang lukisan di ruang tengah aula itu, kali ini aku berharap Rina merasakan apa yang aku rasakan setiap aku melihat lukisan itu,

Kembali dengan tersenyum Rina mengatakan “owh, lukisan miss sisilia ya??
“miss sisilia siapa dia??”
Kembali aku bertanya dengan penasaran,
“dia adalah suster pendiri asrama ini, dia itu sudah meninggal sekitar 20 tahun yang lalu, kenapa emangnya?? Jangan bilang kamu melihatnya semalam,, hehehe

Tawa Rina memang terlihat seperti bercanda , tapi sosok itu, miss sisilia apa dia yang aku lihat semalam berjalan di lorong itu pada malam hari, tapi entahlah,
Kami pun berpisah dan masuk ke kelas kami masing masing,

Jam pelajaran pun di mulai, aku mulai mendengarkan guru menjelaskan materi pelajaran,
Kelasku berada di dekat taman, dan langsung mengarah ke sebuah aula ruang tengah di asrama itu dan tanpa aku duga, aku melihat ke ruang tengah itu, kulihat dengan samar samar lukisan itu,
Tiba tiba aku terkejut dengan apa yang aku lihat , lukisan miss sisilia, tak kudapati dalam gambar itu hanya kertas kosong,
Entah apa mataku ini benar atau salah ku coba untuk melihatnya kembali, lukisan itu menghilang hanya kertas kosong di dalam lukisan itu,
Kemudian suara itu aku mendengarnya kembali,
“Elfii, suara itu kembali aku mendengarnya , hingga tepukan tangan guruku membuyarkan lamunanku yang entah kemana,
Guruku bertanya “kamu sedang melihat apa fii??”
Aku kembali melihat ruangan itu, dan lukisan itu kembali ke tempatnya semula, sungguh aku seperti tidak percaya dengan apa yang aku lihat, kejadian aneh mulai banyak memberiku tekanan,

Bel berbunyi, tepat pukul jam 4 sore,
Aku pun segera
Membereskan bukuku dan beranjak kembali ke kamarku, hingga teriakan Rina menghentikan langkahku,
“hai, kamu mau kemana ??
Kembali ke kamar. Jawabku singkat..
“kemu mau ikut aku nggak ke pekan raya, sekarang..
Rina mengajakku ke pekan raya, tapi aku teringat dengan peraturan tidak boleh keluar dari kamar malam hari setelah mentari tenggelam, aku mencoba mengingatkan Rina akan peraturan yang dia jelaskan sendiri padaku,
Tapi dengan mudah Rina mengatakan sesuatu yang sama sekali tak ku harapkan,

“alah, Cuma sebentar kok lagian masih ada 1 jam , kok sebelum jam 6 kita pulang dan kita tidak akan melanggar peraturan sedikitpun , sekali kali kan gagk papa, lagian banyak anak yang kesana kok..”
Rina mencoba merayuku, sebenarnya aku tidak mau melanggar peraturan itu tapi aku juga tidak ingin mengecewakan teman baruku ini, aku pun meng iya kan permintaanya,
“hanya sekali ini saja kan Rin?? Aku mempertanyakan rencana itu,
“ya ,, dia pun menyeret tanganku dan membawaku pergi kesana,.

Sesampai di pekan raya , kami bersenang senang dan bermain dengan gembira hingga aku melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 6, tinggal satu jam lagi,
Aku mengingatkan Rina, tentang peraturan itu, tapi dia hanya menggelengkan kepala dan mengatakan tunggu sebentar tanggung ini udah kepalang basah, ya??
Kembali dia memohon padaku, sebenarnya aku sudah ingin meninggalkanya saat itu, hanya karna mengingkari satu janji kini dia mengingkari janji lain,

Kulihat jam menunjukkan pukul 6 sore kali ini aku menarik tangan Rina dan mengajaknya kembali ke asrama, karna kami bisa mendapatkan hukuman yang berat.,
Kurasakan tiba tiba tubuhku mengigil tidak enak seolah akan ada yang terjadi.
Kami pun dengan sembunyi sembunyi masuk keasrama, berharap pengawas asrama tidak melihat kami,
Sesaat kami melewati ruang tengah itu aku merasakan hawa yang mengerikan , sesaat mataku menjadi buram aku berhenti sejenak, dan yang aku dengar suara lirih Rina yang memanggilku,
“Elfi, kenapa kamu diam, ayo kita harus segera sampai di kamar,
Suara Rina semakin kecil aku mendengarnya, dan mataku semakin buram tak mampu melihat apa apa,
Hinga aku tersadar aku sudah berada di dalam kamar, kulihat di kepalaku sudah terpasang kompresan es, yang di berikan Rina padaku,
Aku bertanya “apa yang terjadi padaku Rin??”
Rina hanya mengatakan bila tadi aku pingsan, dan untung saja pengawas tidak melihat kita saat itu, aku membopongmu sendiri ke kamar, dan kulihat badan kamu tadi panas, dan satu lagi kamu itu gendut, jadi capek nie badan aku membopong kamu??”
Aku tersenyum dan mengatakan , “dasar,, aku ini sexy tau..
Kami pun bercanda ria,
Kulihat malam semakin larut, dan Rina sudah terlelap dalam tidurnya , aku mencoba memanggilnya apakah dia benar benar sudah tidur,
“Rin, Rin, Rin kamu sudah tidur,
Tapi hanya keheningan malam yang aku dengar, ternyata Rina memang sudah terlelap dalam mimpinya,
Aku mencoba untuk tidur, tapi suara itu kembali aku mendengarnya, dan kali ini di sertai suara langkah kaki yang mendekati kamarku,
“Elfii” suara itu begitu halus hingga membuat jantungku berdegup kencang, dan kurasakan kaki ku mati rasa, keringat bercucuran sangat deras,
Dan kemudian tak kudengar kembali suara itu entah apa sudah menghilang atau..??

Sesaat aku memejamkan mata,
“bruakakakka”
Kembali pintu kamar kami ada yang menggedor dengan keras kali ini di sertai suara yang sangat mengerikan, entah itu apa , seperti ada sebuah benda yang di pukulkan ke arah pintu kamar kami,
Aku menutupi wajahku dengan selimut aku berharap Rina mendengarnya , tapi tidak Rina semakin lelap dalam tidurnya,
Aku menangis, sekuat tenaga, kali ini aku yakin ini bukan mimpi seperti yang Rina katakan padaku,
Aku semakin ketakutan ketika ketukan pintu itu semakin keras, aku terhenyak dari selimutku dan berlari kearah Rina,
Rina yang terkejut melihatku menangis dengan panic bertanya padaku,
“kenapa kamu menangis?? “
Suara puntu itu, aku mendengarnya kembali,
Kami pun diam sesaat dan menunggu suara itu kembali tapi kembali suara itu menghilang,

Rina terlihat hawatir melihatku dan dia memelukku sambil mengatakan sudah, kamu itu Cuma mimpi kok , gagk usah di pikirkan cepat tidur lagi deh kamu, aku yang akan jagain kamu,?”

Tiba tiba…
“bruakakkakakaka”
Kembali pintu kamar kami ada yang menggedor dan kali ini Rina juga mendengarnya,
Aku pun memeluk Rina sambil menangis, Rina yang tampak tidak percaya, mulai beranjak dari ranjang dan mendekati pintu itu, kulihat dia sedang menuju ke pintu itu,

Aku mencoba bertanya pada Rina, “Rin, apa yang akan kamu lakukan? Jangan bilang kamu akan membuka pintu itu??”
Kulihat Rina menyentuh handle pintu itu dan akan membuka pintu itu,
Dan seperti yang aku takutkan , dia membuka pintu itu,
“bruak”
Dan pintu terbuka, tapi tak kudapati sosok apapun berdiri di balik pintu itu, keringat dingin mulai mengalir di keningku, jantungku serasa akan behenti berdetak,
Aku menghela nafas yang panjang, dan sedikit lega kulihat di ekspresi wajah Rina,
Rina menatapku dengan tersenyum dan mengatakan,
“lihat kan tidak ada apa apa??”
Hingga aku melihat dia?
Sosok wanita berpakaian putih dengan style pakaian kuno berdiri di belakang Rina dengan merundukkan kepalanya, gaya rambut kuno dan seperti lukisan miss sisilia, berdiri di belakang Rina,
Seketika itu aku berteriak sekencang mungkin,
“arrrrrghhhhhhhhh”
Rina yang terkejut berlari kearah ku dan bertanya padaku,
“kamu kenapa ?”
Aku pun kembali melihat pintu itu tapi sosok itu hilang, kemudian aku menceritakan pada Rina,
Tapi Rina hanya mengelus rambutku, sepertinya di sini memang ada yang aneh,
Kami pun menutup pintu itu dan menguncinya, malam ini kami yakin ada sesuatu yang aneh dengan tempat ini, apakah asrama ini berhantu dan di huni oleh sosok misterius , yang sudah menjadi cerita urban di asrama ini, sosok miss sisilia,
Siapa dia?? Apakah dia adalah pendiri, dan menghantui asrama ini?
Tapi untuk apa, apakah kematianya mengundang misteri , dan kenapa kami yang menjadi target sosok itu,
Aku dan Rina berpelukkan, memikirkan apa yang akan terjadi dengan kami , di asrama berhantu ini??


Bersambung…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar