Malam itu aku terpaku menatap kamar
mandi ku bersama Yuli yang akan menunjukkan ku sebuah permainan lain,
“hai, apa benar kamu mau bermain ini, aku sudah mmebawa buku tentang permainan ini”
Yuli menatapku sembari menunjukkan sebuah buku,
“Yuli, aku ingin bertanya padamu, apakah Sandra masih ada di dalam tubuh Ine”
“ternyata kau menyadarinya . ya dai masiha ada disana.”
“baiklah aku mau melakukan ini semua .”
Dan Yuli mulai melakukan hal yang sama seperti dahulu kami memainkan permainan ini , dia mengisi bak air itu hingga penuh dan membasahi semua kaca hingga seprti embun membuat kaca tampak buram , di ikuti peletakkan sebuah sabun di dalam toilet itu.
Hingga Yuli menutup mataku dengan kedua tanganya dan menghadapakan aku pada sebuah cermin, Yuli mmebisikkan aku sebuah kalimat dengan bahasa jerman dan memintaku untuk mengikutinya,
“Sandra Sandra Ich bin kein Heuchler, laß mich deine Welt (Sandra Sandra ,aku bukan orang yang munafik , ijinkan aku melihat duniamu)”
Dan benar saja setelah mengatakan itu aku sudah merasakan ada yang terjadi pada diriku,
Kepalaku terasa sangat sakit di iringi suara teriakan yang memekikkan telingaku ,
Seorang gadis menjerit dan membuat gema yang keras di dalam kamar mandi ini. Di iringi percikkan air yang membuat seluruh tubuhku merinding.
Ingin aku membuka mataku namun Yuli menutupinya dengan tanganya dan terus menerus menekan mataku,
Suara itu terus menerus bergema hingga akhirnya Yuli melepaskan aku,
Saat pertama aku membuka mata ku tatap kaca yang masih buram akibat percikkan air itu,
Dan ku lihat Yuli melihatku sembari bertanya padaku,
“apakah berhasil”
“aku tidak tau, aku tidak merasakan apa apa!” ku katakan itu pada Yuli,
Aku tidak merasakan apa apa itu lah yang saat ini aku rasakan, Yuli tampak kecewa dan memalingkan wajahnya melihat bak mandi itu, dan kembali menatapku.
“apa kau tidak merasakan apa apa, maksutku apa ada yang aneh di sini.”
“tidak, aku hanya mendengar suara jeritan seorang gadis saja di ikuti percikkan air seperti seorang gadis yang di tenggelamkan di dalam sebuah air tapi hanya itu”
Yuli terdiam dan kemudian diam sembari berfikir, tiba tiba aku teringat akan sesuatu.
Aku berbalik dan menatap kaca yang buram akibat air itu , ku coba bersihkan kaca itu hingga kaca itu kembali dapat memantulkan sebuah bayangan kamar mandi itu dan benar saja ini adalah jawabanya.
Tanganku gemetaran dengan sendiri setelah melihat seorang gadis cantik berambut pirang tengah berdiri di belakang Yuli,
Yuli menatapku dan bertanya,
“Ada apa Nit”
“gadis itu , gadis itu , gadis itu dia ada di belakangmu”
“dimana “ Tanya Yuli menatapku,
“di cermin ini” aku menatap tempat gadis itu berdiri.. namun tidak ada apa apa yang aku lihat aku hanya dapat melihatnya di cermin ini, sama halnya aku Yuli bahkan tidak dapat melihat sosok gadis itu..
“apa yang kau lihat Nit ceritakan , apa yang dia lakukan di belakangku” Tanya Yuli dengan tatapan ketakutan.
“aku gak tau dia hanya diam di sana melihat kita tunggu !! gadis itu mulai berjalan dan dia menuju ke bak mandi itu.. gadis itu masuk ke dalam bak mandi itu Yul”
Dan tiba tiba air di bak mandi itu mendidih ,,. Dan memercikkan air hingga air memenuhi kamar mandi ini.
Aku dan Yuli terpaku menatap Bak mandi itu, kemudian berjalan mendekati bak mandi itu yang terus menerus memercikkan air.
Dan saat aku berada tepat di bak mandi itu aku melihat Bak mandi itu.. yang seolah olah mendidih itu,
“apa yang ada disini Nit, apa yang kamu lihat” Tanya Yuli sembari menatapku yang terpaku menatap bak mandi ini,
Aku menatap Yuli “aku tidak tau aku tidak melihat apa apa”
Hingga bayangan itu mulai muncul dan aku melihat sebuah jasad gadis itu yang mulai terapung ke permukaan gadis itu dengan mata terpejam aku berusaha melihat itu ..
“Yul aku melihat sebuah jasad gadis ini,”
“dimana Nit, aku tidak dapat melihat apa apa” ucap Yuli dengan nada parau nya..
Hingga tanganku bergerak sendiri dan berniat menyentuh pipinya yang menjadi pucat pasai itu,
Namun tiba tiba aku terkejut melihat jasad gadis itu membuka mata dan menarik ku ke dalam bak mandi itu,
Rambutku dia tarik namun aku masih bias menahan tarikanya itu dengan menyentuh sisi bak mandi itum
“Yul tolong aku .. tolooong”
Yuli yang melihatku seperti akan tertarik ke dalam Bak mandi itu menarik tubuhku namun tarikan gadis itu lebih kuat lagi,
“komm mit mir (ikutlah denganku)”
Gadis itu berteriak dengan nada besar itu, tatapan gadis itu sangat mengerikan.. luka penuh sayatan itu..
Dan ..
Byuurrrrr!!!
Aku masuk ke dalam bak mandi itu, namun ada yang aneh di dalam bak mandi ini aku seperti masuk ke dalam dunia yang lain, entah kenapa Bak mandi ini menjadi sedalam ini aku seperti berada di dalam air yang sangat dalam..
Aku berusaha menenangkan diriku dan berusaha berenang ke permukaan air namun sejenak aku trediam mendengar itu,
“Nita bangun .. Nita apa kau tidak apa apa”
Seperti suara Yuli yang memanggilku , aku pun segera berenang ke permukaan.
***16 mei 1989 – Berlin, German***
Dan aku melihatnya. Sebuah bak mandi yang tidak aku kenali.
“dimana aku”
Aku beranjak dan bangkit dari bak mandi itu yang sudah membasahi tubuhku..
Aku mulai berjalan menelusuri rumah yang sangat mewah itu, tembok putih dengan bangunan khas Eropa.
Aku berjalan menelusuri lorong itu hingga aku terhenti di sebuah Foto ,
4 orang dalam Foto itu dimana aku melihat salah satu dari 4 orang itu adalah Gadis itu, Sandra.
Aku mulai berjalan kembali ku dengarkan suara riang tawa dari sebuah halaman belakang rumah.
Ku tatap Gadis itu yang tengah berlarian dengan seorang perempuan yang mungkin lebih tua dariku ,
Mereka tertawa dan bermain bersama,
“Sandra “
Hingga mereka terhenti dan saling berbicara di bawah rindang pohon.
“Ich liebe Bruder (aku sayang kakak)”
“ich auch (aku juga)”
Dan kemudian ke dua gadis itu mulai beranjak dan masuk ke dalam rumah untuk pertama kalinya ku lihat wajah Sandra dari sangat dekat bahkan saat dia berjalan melewatiku dia sempat menatap ke arahku,
“apakah Sandra baru saja melihatku”
Yang aku tau aku berada di masalalunya,
Namun 2 gadis itu terhenti ketika ada seorang wanita tua meanggil mereka,
“Sandra schnell hier (Sandra Cepat kesini)”
Dan gadis itu kakak dari Sandra membisikkan sebuah kalimat.
“Hai, Ich warte auf dich im Badezimmer ja (Hai, aku tunggu di kamar mandi ya)”
“ja Bruder (ya kakak)” jawab Sandra sembari tersenyum,
Setelah ke dua gadis itu berpisah terlihat Sandra bertatap muka pada wanita tua itu,
“Niemand will zu Mama sagen (Ada yang mau ibu katakan )”
Namun tiba tiba Wanita tua itu menampar Sandra, hingga Sandra tersungkur dan bersimbah darah di pipi nya,
Aku terkejut melihat itu,
“Apa yang dia lakukan pada anak nya sendiri”
“Du bist nicht mein Sohn gehört, sind Sie und Ihr Bruder nur ein Pflegekind, so nennen Sie mich nicht wieder Mama (kau bukan anak ku dengar itu, kau dan kakak mu hanya lah anak angkat jadi jangan panggil aku ibu lagi)”
Tanpa ku sadari mata ku tertuju pada sebuah wajah seseorang di balik tirai itu dan ternyata dia adalah kakak nya Sandra.
Tatapan mata tajam kakak Sandra melihat wajah wanita tua itu tampak begitu nyata,
Aku tidak tau apa yang terjadi disini karna aku tidak tau bahasa mereka namun konflik apa yang baru saja terjadi disini mungkin ini akan menjadi kunci untuk mengakhiri permainan ini,
Sandra berlari dan menangis dan berlari menuju ke kamar mandi , aku mengikutinya namun saat Sandra masuk ke kamar mandi , tiba tiba pintu tertutup secara misterius,
“Bruder, wo (kakak dimana ) “ teriak Sandra berulang kali, dan tak kudapati sosok kakak nya di dalam kamar mandi ini,
Misteri apa yang ada di rumah ini sebenarnya ..
Apakah di kamar mandi ini Sandra akan mati,
Aku tidak tau namun semuanya akan semakin jelas..
Kemana kakak nya pergi, semua masih menjadi misteri yang tersusun rapi dalam hidupku ini..
Bersambung….
“hai, apa benar kamu mau bermain ini, aku sudah mmebawa buku tentang permainan ini”
Yuli menatapku sembari menunjukkan sebuah buku,
“Yuli, aku ingin bertanya padamu, apakah Sandra masih ada di dalam tubuh Ine”
“ternyata kau menyadarinya . ya dai masiha ada disana.”
“baiklah aku mau melakukan ini semua .”
Dan Yuli mulai melakukan hal yang sama seperti dahulu kami memainkan permainan ini , dia mengisi bak air itu hingga penuh dan membasahi semua kaca hingga seprti embun membuat kaca tampak buram , di ikuti peletakkan sebuah sabun di dalam toilet itu.
Hingga Yuli menutup mataku dengan kedua tanganya dan menghadapakan aku pada sebuah cermin, Yuli mmebisikkan aku sebuah kalimat dengan bahasa jerman dan memintaku untuk mengikutinya,
“Sandra Sandra Ich bin kein Heuchler, laß mich deine Welt (Sandra Sandra ,aku bukan orang yang munafik , ijinkan aku melihat duniamu)”
Dan benar saja setelah mengatakan itu aku sudah merasakan ada yang terjadi pada diriku,
Kepalaku terasa sangat sakit di iringi suara teriakan yang memekikkan telingaku ,
Seorang gadis menjerit dan membuat gema yang keras di dalam kamar mandi ini. Di iringi percikkan air yang membuat seluruh tubuhku merinding.
Ingin aku membuka mataku namun Yuli menutupinya dengan tanganya dan terus menerus menekan mataku,
Suara itu terus menerus bergema hingga akhirnya Yuli melepaskan aku,
Saat pertama aku membuka mata ku tatap kaca yang masih buram akibat percikkan air itu,
Dan ku lihat Yuli melihatku sembari bertanya padaku,
“apakah berhasil”
“aku tidak tau, aku tidak merasakan apa apa!” ku katakan itu pada Yuli,
Aku tidak merasakan apa apa itu lah yang saat ini aku rasakan, Yuli tampak kecewa dan memalingkan wajahnya melihat bak mandi itu, dan kembali menatapku.
“apa kau tidak merasakan apa apa, maksutku apa ada yang aneh di sini.”
“tidak, aku hanya mendengar suara jeritan seorang gadis saja di ikuti percikkan air seperti seorang gadis yang di tenggelamkan di dalam sebuah air tapi hanya itu”
Yuli terdiam dan kemudian diam sembari berfikir, tiba tiba aku teringat akan sesuatu.
Aku berbalik dan menatap kaca yang buram akibat air itu , ku coba bersihkan kaca itu hingga kaca itu kembali dapat memantulkan sebuah bayangan kamar mandi itu dan benar saja ini adalah jawabanya.
Tanganku gemetaran dengan sendiri setelah melihat seorang gadis cantik berambut pirang tengah berdiri di belakang Yuli,
Yuli menatapku dan bertanya,
“Ada apa Nit”
“gadis itu , gadis itu , gadis itu dia ada di belakangmu”
“dimana “ Tanya Yuli menatapku,
“di cermin ini” aku menatap tempat gadis itu berdiri.. namun tidak ada apa apa yang aku lihat aku hanya dapat melihatnya di cermin ini, sama halnya aku Yuli bahkan tidak dapat melihat sosok gadis itu..
“apa yang kau lihat Nit ceritakan , apa yang dia lakukan di belakangku” Tanya Yuli dengan tatapan ketakutan.
“aku gak tau dia hanya diam di sana melihat kita tunggu !! gadis itu mulai berjalan dan dia menuju ke bak mandi itu.. gadis itu masuk ke dalam bak mandi itu Yul”
Dan tiba tiba air di bak mandi itu mendidih ,,. Dan memercikkan air hingga air memenuhi kamar mandi ini.
Aku dan Yuli terpaku menatap Bak mandi itu, kemudian berjalan mendekati bak mandi itu yang terus menerus memercikkan air.
Dan saat aku berada tepat di bak mandi itu aku melihat Bak mandi itu.. yang seolah olah mendidih itu,
“apa yang ada disini Nit, apa yang kamu lihat” Tanya Yuli sembari menatapku yang terpaku menatap bak mandi ini,
Aku menatap Yuli “aku tidak tau aku tidak melihat apa apa”
Hingga bayangan itu mulai muncul dan aku melihat sebuah jasad gadis itu yang mulai terapung ke permukaan gadis itu dengan mata terpejam aku berusaha melihat itu ..
“Yul aku melihat sebuah jasad gadis ini,”
“dimana Nit, aku tidak dapat melihat apa apa” ucap Yuli dengan nada parau nya..
Hingga tanganku bergerak sendiri dan berniat menyentuh pipinya yang menjadi pucat pasai itu,
Namun tiba tiba aku terkejut melihat jasad gadis itu membuka mata dan menarik ku ke dalam bak mandi itu,
Rambutku dia tarik namun aku masih bias menahan tarikanya itu dengan menyentuh sisi bak mandi itum
“Yul tolong aku .. tolooong”
Yuli yang melihatku seperti akan tertarik ke dalam Bak mandi itu menarik tubuhku namun tarikan gadis itu lebih kuat lagi,
“komm mit mir (ikutlah denganku)”
Gadis itu berteriak dengan nada besar itu, tatapan gadis itu sangat mengerikan.. luka penuh sayatan itu..
Dan ..
Byuurrrrr!!!
Aku masuk ke dalam bak mandi itu, namun ada yang aneh di dalam bak mandi ini aku seperti masuk ke dalam dunia yang lain, entah kenapa Bak mandi ini menjadi sedalam ini aku seperti berada di dalam air yang sangat dalam..
Aku berusaha menenangkan diriku dan berusaha berenang ke permukaan air namun sejenak aku trediam mendengar itu,
“Nita bangun .. Nita apa kau tidak apa apa”
Seperti suara Yuli yang memanggilku , aku pun segera berenang ke permukaan.
***16 mei 1989 – Berlin, German***
Dan aku melihatnya. Sebuah bak mandi yang tidak aku kenali.
“dimana aku”
Aku beranjak dan bangkit dari bak mandi itu yang sudah membasahi tubuhku..
Aku mulai berjalan menelusuri rumah yang sangat mewah itu, tembok putih dengan bangunan khas Eropa.
Aku berjalan menelusuri lorong itu hingga aku terhenti di sebuah Foto ,
4 orang dalam Foto itu dimana aku melihat salah satu dari 4 orang itu adalah Gadis itu, Sandra.
Aku mulai berjalan kembali ku dengarkan suara riang tawa dari sebuah halaman belakang rumah.
Ku tatap Gadis itu yang tengah berlarian dengan seorang perempuan yang mungkin lebih tua dariku ,
Mereka tertawa dan bermain bersama,
“Sandra “
Hingga mereka terhenti dan saling berbicara di bawah rindang pohon.
“Ich liebe Bruder (aku sayang kakak)”
“ich auch (aku juga)”
Dan kemudian ke dua gadis itu mulai beranjak dan masuk ke dalam rumah untuk pertama kalinya ku lihat wajah Sandra dari sangat dekat bahkan saat dia berjalan melewatiku dia sempat menatap ke arahku,
“apakah Sandra baru saja melihatku”
Yang aku tau aku berada di masalalunya,
Namun 2 gadis itu terhenti ketika ada seorang wanita tua meanggil mereka,
“Sandra schnell hier (Sandra Cepat kesini)”
Dan gadis itu kakak dari Sandra membisikkan sebuah kalimat.
“Hai, Ich warte auf dich im Badezimmer ja (Hai, aku tunggu di kamar mandi ya)”
“ja Bruder (ya kakak)” jawab Sandra sembari tersenyum,
Setelah ke dua gadis itu berpisah terlihat Sandra bertatap muka pada wanita tua itu,
“Niemand will zu Mama sagen (Ada yang mau ibu katakan )”
Namun tiba tiba Wanita tua itu menampar Sandra, hingga Sandra tersungkur dan bersimbah darah di pipi nya,
Aku terkejut melihat itu,
“Apa yang dia lakukan pada anak nya sendiri”
“Du bist nicht mein Sohn gehört, sind Sie und Ihr Bruder nur ein Pflegekind, so nennen Sie mich nicht wieder Mama (kau bukan anak ku dengar itu, kau dan kakak mu hanya lah anak angkat jadi jangan panggil aku ibu lagi)”
Tanpa ku sadari mata ku tertuju pada sebuah wajah seseorang di balik tirai itu dan ternyata dia adalah kakak nya Sandra.
Tatapan mata tajam kakak Sandra melihat wajah wanita tua itu tampak begitu nyata,
Aku tidak tau apa yang terjadi disini karna aku tidak tau bahasa mereka namun konflik apa yang baru saja terjadi disini mungkin ini akan menjadi kunci untuk mengakhiri permainan ini,
Sandra berlari dan menangis dan berlari menuju ke kamar mandi , aku mengikutinya namun saat Sandra masuk ke kamar mandi , tiba tiba pintu tertutup secara misterius,
“Bruder, wo (kakak dimana ) “ teriak Sandra berulang kali, dan tak kudapati sosok kakak nya di dalam kamar mandi ini,
Misteri apa yang ada di rumah ini sebenarnya ..
Apakah di kamar mandi ini Sandra akan mati,
Aku tidak tau namun semuanya akan semakin jelas..
Kemana kakak nya pergi, semua masih menjadi misteri yang tersusun rapi dalam hidupku ini..
Bersambung….
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar