Hari telah berganti
menjadi Sore,
Tak kusangaka kami sudah menghabiskan banyak waktu di rumah Ine , dan ku ajak Yuli untuk pulang .
“Eh udah Sore, yuk kita pulang?” ajak ku pada Yuli.
Namun Yuli menolaknya dan mengatakan “hari ini aku mau menginap di rumah Ine aku masih kangen sama dia. Kalau kamu mau pulang, Pulang aja dulu ya” jawabnya sembari tersenyum padaku,
Aku merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku Yuli, semenjak kami berada di situasi itu.
“kamu mau nginep di Rumah Ine. ya kalau Ine mengijinkan, Ayo ah katanya kamu mau nginep di Aparetement ku” ajak ku sedikit memaksa sepupuku itu.
“gak ah pasti boleh ya kan Ne” tanya yuli kepada Ine dengan tatapan yang membuatku yakin ada yang Yuli sembunyiin.
“ya gak papa kok . biar Yuli nginep di rumahku aja. Lagian kami udah lama gak bercanda kaya gini?”
Jawab Ine dengan senyum yang manis.
“kalau begitu aku juga mau nginep aja deh disini? Enak aja kalian mau seneng seneng tanpa aku “
Jawabku singkat . karna tetep aja aku merasakan ada perasaan yang janggal disini.
Dan kemudian kami tertawa bersama..
Kini Sore sudah berganti menjadi malam,
Seperti saat kami masih bersekolah kami akan bermain perang bantal, setelah memakai piyama Ine yang aku pinjam dan semuanya sudah siap kami pun mulai bermain,
Tawa riang canda telah kami lewati malam ini, dan kami saling melepas kerinduan saat dulu kami masih berseragam anak sekolah,
Hingga akhirnya rasa lelah membuat kami merebahkan diri kami di atas ranjang itu.
“udah lama banget ya kita gak ngelakuin ini? Aku jadi pengen ke sekolah lagi?”
Ine mengatakan itu sembari menatap langit langit di kamar itu..
“ya ya jadi kangen sama bapak guru yang killer dulu kan Cuma Nita yang paling suka di incer habisnya bodoh sih?
Yuli mengatakan itu membuat Ine tertawa lepas, aku yang mendengar itu berdiri dan langsung menarik hidung adik ku ,
“ampun kak” rintih adik ku,
Dan Ine semakin tertawa lepas melihat itu sembari mengatakan
“kalian belum berubah ya? Masih aja suka tarik menarik hidung jadi inget waktu kalian ngelakuin itu di perpustakaan ? sampe sampe di liatin semua orang.”
Itu memang kenangan yang gak akan kami lupakan , masa masa itu kini hanya menajdi kenangan dan aku masih akan terus mengingatnya, hingga ku lihat Yuli beranjak dari Ranjang itu dan melihat Foto Ine dan Yuda. Aku yang melihat itu hanya diam melihat Yuli menatap Foto teman dan gebetanya sewaktu SMU. Aku sedikit memahami perasaan Yuli bila aku menjadi Yuli entah apa yang akan aku lakukan melihat sahabatku merebut sesuatu yang berharga di hidupku.
Hingga kemudia Yuli menatap ke arah kami dan mengatakan ..
“Eh ada yang mau maen gak??”
“apa? Tanyaku dengan wajah penasaran.
Yuli melangkakan kaki nya mendekati kami dan mengatan .
“kita maen Ghosts bathroom ?”
Apa itu?” tanyaku semakin penasaran dari nama nya seperti sebuah permainan yang pasti ada hubunganya dengan mistis.
Dan Yuli mulai menjelaskan permainan itu,
“Saat aku di Germany permainan ini sangat populer lo bahkan sampai sekarang. kami menyebut nya permainan kedewasaan.
Sebelum kita memulai permainan ini sebaiknya aku mulai menceritakan apa yang di maksut dengan Ghosts bathroom ya?
Pada suatu hari ada seorang gadis namanya adalah Sandra , dia gadis berumur 16 tahun yang sangat misterius banyak yang mengatakan dia menderita kelainan jiwa karna saat di dalam kamar mandi dia bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam . kebayang lah 12 jam apa coba yang dia lakuin di dalam kamar mandi. Dan karna kemisteriusan nya itu dia di panggil anak Toilet.
Hingga suatu hari dia di temukan Tewas di kamar mandi dengan mata terbuka di atas bak air mandinya, dan kematianya masih menjadi misteri sampai sekarang. menurut Rumor yang berkembang Sandra adalah Gadis yang bisa menyebrang ke dunia orang mati.
Kini kami meyakini Arwahnya masih tidak tenang, di Germany seseorang dapat di katakan dewasa bila dia sudah berani bermain ini.
Karna itu kalian mau gak maen ini? Ya kecuali kalian masih anak kecil yang suka ngompol?”
Sepertinya Yuli meledek kami , namun aku ragu dengan permainan ini karna Yuli paling tau kalau aku itu paling benci dengan yang ada hubunganya sama yang mistis mistis..
Namun Ine spontan menjawab “wah kayanya seru tuh ?? ayo maen.”
Ine sejak dulu adalah anak yang paling suka dengan yang ada hubunganya dengan Mistis, kadang aku pernah melihat Ine menatap suatu tempat dengan serius saat aku bertanya dia melihat apa, dia menjawab kalau dia melihat Hantu aku sedikit ragu tapi sepertinya dia tidak berbohong.
Mendengar itu aku ragu apakah akan bermain.
Hingga Yuli menjelaskan peraturanya.
“dalam permainan ini kita harus melakukan tata cara pemanggilan sosok Sandra.. namun ada juga peraturan yang mengharuskan pemain minimal 3 orang atau lebih yang terpenting harus berjumlah ganjil.
Dan kebetulan kita ada 3 orang jadi kita bisa bermain itu pun kalau Nita mau ikut?”
Ine dan yuli sontak menatap ke arah ku dengan tatapan yang membuatku bingung harus mengatakan apa.
“Nita kamu ikut ya?? “ tanya Ine dengan wajah memohon.
Namun belum aku menjawab tiba tiba Yuli memotong pembicaaanku
“Alah Nita itu suka ngompol sejak kecil mana mau dia bermain seperti ini? Hahaha?”
Mendengar itu emosiku tersulut dan ku katakan “ayo siapa takut? Awas aja kalau kamu yang ngompol?”
Mendengar itu Yuli dan Ine tertawa dan kami akan bermain ini Legend Urban..
Yuli menjelaskan lebih jauh tentang permainan ini.
“sebelum kita bermain mari kita lihat kamar mandi Ine apakah memenuhi kriteria? Karna permainan hanya bisa di lakukan di kamar mandi yang memiliki Wastafel di mana ada kaca, juga harus ada toilet duduk, dan yang terakhir adalah bak mandi yang terisi dengan air yang penuh karna saat melakukan permainan ini bila berhasil maka Sandra akan muncul di salah satu tempat itu?”
Aku hanya terdiam mendengar itu jantungku rasanya mau copot. Karna aku takut bila permainan ini memang nyata dan Sandra akan muncul..
Hingga Ine bertanya pada Yuli.
“kalau Sandra muncul apa yang dia akan lakukan?? Apa dia akan membunuh kita?”
“Sandra adalah Gadis yang hidup dari kepalsuan, dia tidak memiliki orang tua, dan dia di angkat anak oleh seorang yang kaya raya namun Sandra menyimpan dendam pada orang orang itu entah bagaimana Sandra tau bila kedua orang tuanya mati karna orang tua angkatnya? Karna itu Sandra sangat membenci orang yang munafik,”
Dari penjelasan Yuli aku menemukan keganjilan karna dia tidak menjawab pertanyaan itu dia hanya mengatakan Sandra adalah orang yang membenci kemunafikan apa ada maksut terselubung di balik permainan ini. Aku menyimpan tanda tanya dalam diriku .
Akhirnya permainan pun di mulai kulihat Yuli menutup pintu kamar mandi dan menaburkan garam di sekitar pintu itu, dan mulai mengisi bak mandi dengan air hingga memenuhi ruangan itu dengan air membuat lantai menjadi becek. Dan Yuli juga menciprati kaca dengan air di Wastafel itu hingga bayangan dalam kaca menjadi buram dan terakhir dia meletakkan sabun di dalam Toilet duduk itu.
Ingin aku tanyakan untuk apa semua itu? Namun perlahan aku mulai tau sepertiya dia ingin menggambarkan tempat ini saat saat dimana Sandra di temukan Tewas di kamar mandi?
Hingga Yuli berbalik dan menatap kami,
“ayo kita maen.. sebelum kita maen aku ingin kalian tau bila permainan ini akan berlangsung selama 12 hari karna angka 12 adalah angka kematian Sandra. Dan dari sini bila kalian setiap masuk ke kamar mandi dimanapun maka jangan kaget bila Sandra sewaktu waktu muncul. Saat dia muncul katakan pada dia “aku bukan orang munafik” karna dengan begitu dia akan pergi”
Setelah mendengar itu aku melangkah kan kaki kami di depan Wastafel dan menatap ke arah kaca.
“kalian harus memasukkan pasta ini ke dalam gigi kalian dan jatuhkan sikat gigi ini di dalam Wastafel, kemudian kumur dengan air di dalam hati kalian katakan “aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”
Ku ambil nafas panjang sebelum memulai permainan ini, aku mulai merasakan ada yang berubah di kamar mandi ini. Sepertinya ini bukan sekedar permaian namun ini seperti sebuah rencana. Aku banyak mencium keganjilan disini. Ada apa ini, Apa yang mau dilakukan oleh Yuli.
Dan kami pun melakukanya dan memasukkan pasta itu ke dalam mulut kami , namun tiba tiba lampu di kamar mandi perlahan menjadi mati aku terkejut dan ketakutan ku raba tangan Yuli dan Ine,
“kenapa ini?”
Hingga lampu kembali menyala dan kini kami mulai bergumam dalam hati kami.
“aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”
Dan kami memuntahkan itu serentak dan seolah aku tidak percaya pasta putih itu menjadi pasta merah seolah darah ada di dalam pasta kami,
“ada apa ini? Apakah kita berhasil?”
Yuli tampak tersenyum melihat itu, wajah ketakutan terpampang jelas di dalam diriku terlebih Ine yang juga merasa terheran heran dengan apa yang kami lihat itu.
Dan mendadak kamar mandi itu menjadi tempat yang sangat mencekam membuat bulukudukk kami berdiri.
Hingga aku melihat seseorang sedang bersenandung di dalam bak mandi itu,
“la la la la” suara itu sangat merdu namun mengerikan aku ingin melihat nya tapi terhalangi oleh tirai itu dari pantulan cahaya itu aku melihat sosok berambut panjang yang tengah berendam dalam bak mandi itu.
“ada apa Nita? “ tanya Ine padaku
“kalian mendengar suara senandung itu?” tanyaku pada Ine dan Yuli.
“tidak “ jawab serempak mereka berdua.
Aku pun mulai mendekati bak mandi itu yang masih tertutupi oleh Tirai. Dan suara itu semakin terdengar olehku.
Ku buka perlahan Tirai itu hingga ku dapati “Bak mandi yang kosong “
Aku menahan nafas lega melihat itu namun saat aku berbalik melihat Yuli dan Ine aku melihatnya.
Perempuan berambut panjang yang menatap ku dari dalam Toilet dengan mata merah di tutupi rambut panjang hitam yang sangat mengerikan ..
“AAArggghh?” teriak ku yang langsung memekikkan telinga ..
“ada apa?” tanya Ine dan Yuli serempak.
“Toilet itu. Ada yang baru saja muncul dari dalam Toilet itu? Perempuan berambut panjang?”
“jangan jangan itu Sandra lagi?” jawab Yuli yang membuatku semakin merinding.
Apakah permainan ini memang nyata bila benar maka dalam 12 hari aku akan melihat Sandra setiap aku masuk ke dalam kamar mandi,
Sebenarnya permaian apa ini. Kenapa aku memainkanya. Apa yang ingin Yuli tau dengan permainan ini
Aku menahan air mataku melihat itu karna aku sudah tidak sanggup lagi berdiri setelah melihat sosok itu yang kali pertama aku melihatnya
Namun kami sudah bermain ini. Semoga ini bukanlah malapetaka yang akan membawa kami menuju ke dalam malapetaka yang lebih jauh..
Aku menatap Yuli dan ku tanyakan itu
“bagaimana cara mengakhiri permainan ini?”
“permainan ini Cuma bisa di akhiri dengan satu hal yaitu berhenti menjadi munafik selama 12 hari bila tidak bisa maka kematian lah yang menjemputnya?”
Apa benar kematian yanga akan menjemput nya. Namun tiba tiba ku lihat Ine seolah ingin memuntahkan sesuatu.
“kamu kenapa Ine? Tanya ku pada Ine yang memegang perutnya itu.
Hingga muntahan itu pun keluar dari mulutnya dan aku terkejut melihat itu.
seekor kala jengking keluar dari dalam mulut Ine dan membuatku melihat ada yang aneh disini
apa benar ini hanyalah permaianan atau sebuah kutukan.
Aku mulai menemukan keraguan di balik sepupuku Yuli apa yang ingin dia sembunyikan sebenarnya ..
Tujuan apa di balik permainan konyol ini.
Dan aku yakin hanya Yuli yang tau tentang permainan ini..
Bersambung……
Tak kusangaka kami sudah menghabiskan banyak waktu di rumah Ine , dan ku ajak Yuli untuk pulang .
“Eh udah Sore, yuk kita pulang?” ajak ku pada Yuli.
Namun Yuli menolaknya dan mengatakan “hari ini aku mau menginap di rumah Ine aku masih kangen sama dia. Kalau kamu mau pulang, Pulang aja dulu ya” jawabnya sembari tersenyum padaku,
Aku merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku Yuli, semenjak kami berada di situasi itu.
“kamu mau nginep di Rumah Ine. ya kalau Ine mengijinkan, Ayo ah katanya kamu mau nginep di Aparetement ku” ajak ku sedikit memaksa sepupuku itu.
“gak ah pasti boleh ya kan Ne” tanya yuli kepada Ine dengan tatapan yang membuatku yakin ada yang Yuli sembunyiin.
“ya gak papa kok . biar Yuli nginep di rumahku aja. Lagian kami udah lama gak bercanda kaya gini?”
Jawab Ine dengan senyum yang manis.
“kalau begitu aku juga mau nginep aja deh disini? Enak aja kalian mau seneng seneng tanpa aku “
Jawabku singkat . karna tetep aja aku merasakan ada perasaan yang janggal disini.
Dan kemudian kami tertawa bersama..
Kini Sore sudah berganti menjadi malam,
Seperti saat kami masih bersekolah kami akan bermain perang bantal, setelah memakai piyama Ine yang aku pinjam dan semuanya sudah siap kami pun mulai bermain,
Tawa riang canda telah kami lewati malam ini, dan kami saling melepas kerinduan saat dulu kami masih berseragam anak sekolah,
Hingga akhirnya rasa lelah membuat kami merebahkan diri kami di atas ranjang itu.
“udah lama banget ya kita gak ngelakuin ini? Aku jadi pengen ke sekolah lagi?”
Ine mengatakan itu sembari menatap langit langit di kamar itu..
“ya ya jadi kangen sama bapak guru yang killer dulu kan Cuma Nita yang paling suka di incer habisnya bodoh sih?
Yuli mengatakan itu membuat Ine tertawa lepas, aku yang mendengar itu berdiri dan langsung menarik hidung adik ku ,
“ampun kak” rintih adik ku,
Dan Ine semakin tertawa lepas melihat itu sembari mengatakan
“kalian belum berubah ya? Masih aja suka tarik menarik hidung jadi inget waktu kalian ngelakuin itu di perpustakaan ? sampe sampe di liatin semua orang.”
Itu memang kenangan yang gak akan kami lupakan , masa masa itu kini hanya menajdi kenangan dan aku masih akan terus mengingatnya, hingga ku lihat Yuli beranjak dari Ranjang itu dan melihat Foto Ine dan Yuda. Aku yang melihat itu hanya diam melihat Yuli menatap Foto teman dan gebetanya sewaktu SMU. Aku sedikit memahami perasaan Yuli bila aku menjadi Yuli entah apa yang akan aku lakukan melihat sahabatku merebut sesuatu yang berharga di hidupku.
Hingga kemudia Yuli menatap ke arah kami dan mengatakan ..
“Eh ada yang mau maen gak??”
“apa? Tanyaku dengan wajah penasaran.
Yuli melangkakan kaki nya mendekati kami dan mengatan .
“kita maen Ghosts bathroom ?”
Apa itu?” tanyaku semakin penasaran dari nama nya seperti sebuah permainan yang pasti ada hubunganya dengan mistis.
Dan Yuli mulai menjelaskan permainan itu,
“Saat aku di Germany permainan ini sangat populer lo bahkan sampai sekarang. kami menyebut nya permainan kedewasaan.
Sebelum kita memulai permainan ini sebaiknya aku mulai menceritakan apa yang di maksut dengan Ghosts bathroom ya?
Pada suatu hari ada seorang gadis namanya adalah Sandra , dia gadis berumur 16 tahun yang sangat misterius banyak yang mengatakan dia menderita kelainan jiwa karna saat di dalam kamar mandi dia bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam . kebayang lah 12 jam apa coba yang dia lakuin di dalam kamar mandi. Dan karna kemisteriusan nya itu dia di panggil anak Toilet.
Hingga suatu hari dia di temukan Tewas di kamar mandi dengan mata terbuka di atas bak air mandinya, dan kematianya masih menjadi misteri sampai sekarang. menurut Rumor yang berkembang Sandra adalah Gadis yang bisa menyebrang ke dunia orang mati.
Kini kami meyakini Arwahnya masih tidak tenang, di Germany seseorang dapat di katakan dewasa bila dia sudah berani bermain ini.
Karna itu kalian mau gak maen ini? Ya kecuali kalian masih anak kecil yang suka ngompol?”
Sepertinya Yuli meledek kami , namun aku ragu dengan permainan ini karna Yuli paling tau kalau aku itu paling benci dengan yang ada hubunganya sama yang mistis mistis..
Namun Ine spontan menjawab “wah kayanya seru tuh ?? ayo maen.”
Ine sejak dulu adalah anak yang paling suka dengan yang ada hubunganya dengan Mistis, kadang aku pernah melihat Ine menatap suatu tempat dengan serius saat aku bertanya dia melihat apa, dia menjawab kalau dia melihat Hantu aku sedikit ragu tapi sepertinya dia tidak berbohong.
Mendengar itu aku ragu apakah akan bermain.
Hingga Yuli menjelaskan peraturanya.
“dalam permainan ini kita harus melakukan tata cara pemanggilan sosok Sandra.. namun ada juga peraturan yang mengharuskan pemain minimal 3 orang atau lebih yang terpenting harus berjumlah ganjil.
Dan kebetulan kita ada 3 orang jadi kita bisa bermain itu pun kalau Nita mau ikut?”
Ine dan yuli sontak menatap ke arah ku dengan tatapan yang membuatku bingung harus mengatakan apa.
“Nita kamu ikut ya?? “ tanya Ine dengan wajah memohon.
Namun belum aku menjawab tiba tiba Yuli memotong pembicaaanku
“Alah Nita itu suka ngompol sejak kecil mana mau dia bermain seperti ini? Hahaha?”
Mendengar itu emosiku tersulut dan ku katakan “ayo siapa takut? Awas aja kalau kamu yang ngompol?”
Mendengar itu Yuli dan Ine tertawa dan kami akan bermain ini Legend Urban..
Yuli menjelaskan lebih jauh tentang permainan ini.
“sebelum kita bermain mari kita lihat kamar mandi Ine apakah memenuhi kriteria? Karna permainan hanya bisa di lakukan di kamar mandi yang memiliki Wastafel di mana ada kaca, juga harus ada toilet duduk, dan yang terakhir adalah bak mandi yang terisi dengan air yang penuh karna saat melakukan permainan ini bila berhasil maka Sandra akan muncul di salah satu tempat itu?”
Aku hanya terdiam mendengar itu jantungku rasanya mau copot. Karna aku takut bila permainan ini memang nyata dan Sandra akan muncul..
Hingga Ine bertanya pada Yuli.
“kalau Sandra muncul apa yang dia akan lakukan?? Apa dia akan membunuh kita?”
“Sandra adalah Gadis yang hidup dari kepalsuan, dia tidak memiliki orang tua, dan dia di angkat anak oleh seorang yang kaya raya namun Sandra menyimpan dendam pada orang orang itu entah bagaimana Sandra tau bila kedua orang tuanya mati karna orang tua angkatnya? Karna itu Sandra sangat membenci orang yang munafik,”
Dari penjelasan Yuli aku menemukan keganjilan karna dia tidak menjawab pertanyaan itu dia hanya mengatakan Sandra adalah orang yang membenci kemunafikan apa ada maksut terselubung di balik permainan ini. Aku menyimpan tanda tanya dalam diriku .
Akhirnya permainan pun di mulai kulihat Yuli menutup pintu kamar mandi dan menaburkan garam di sekitar pintu itu, dan mulai mengisi bak mandi dengan air hingga memenuhi ruangan itu dengan air membuat lantai menjadi becek. Dan Yuli juga menciprati kaca dengan air di Wastafel itu hingga bayangan dalam kaca menjadi buram dan terakhir dia meletakkan sabun di dalam Toilet duduk itu.
Ingin aku tanyakan untuk apa semua itu? Namun perlahan aku mulai tau sepertiya dia ingin menggambarkan tempat ini saat saat dimana Sandra di temukan Tewas di kamar mandi?
Hingga Yuli berbalik dan menatap kami,
“ayo kita maen.. sebelum kita maen aku ingin kalian tau bila permainan ini akan berlangsung selama 12 hari karna angka 12 adalah angka kematian Sandra. Dan dari sini bila kalian setiap masuk ke kamar mandi dimanapun maka jangan kaget bila Sandra sewaktu waktu muncul. Saat dia muncul katakan pada dia “aku bukan orang munafik” karna dengan begitu dia akan pergi”
Setelah mendengar itu aku melangkah kan kaki kami di depan Wastafel dan menatap ke arah kaca.
“kalian harus memasukkan pasta ini ke dalam gigi kalian dan jatuhkan sikat gigi ini di dalam Wastafel, kemudian kumur dengan air di dalam hati kalian katakan “aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”
Ku ambil nafas panjang sebelum memulai permainan ini, aku mulai merasakan ada yang berubah di kamar mandi ini. Sepertinya ini bukan sekedar permaian namun ini seperti sebuah rencana. Aku banyak mencium keganjilan disini. Ada apa ini, Apa yang mau dilakukan oleh Yuli.
Dan kami pun melakukanya dan memasukkan pasta itu ke dalam mulut kami , namun tiba tiba lampu di kamar mandi perlahan menjadi mati aku terkejut dan ketakutan ku raba tangan Yuli dan Ine,
“kenapa ini?”
Hingga lampu kembali menyala dan kini kami mulai bergumam dalam hati kami.
“aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”
Dan kami memuntahkan itu serentak dan seolah aku tidak percaya pasta putih itu menjadi pasta merah seolah darah ada di dalam pasta kami,
“ada apa ini? Apakah kita berhasil?”
Yuli tampak tersenyum melihat itu, wajah ketakutan terpampang jelas di dalam diriku terlebih Ine yang juga merasa terheran heran dengan apa yang kami lihat itu.
Dan mendadak kamar mandi itu menjadi tempat yang sangat mencekam membuat bulukudukk kami berdiri.
Hingga aku melihat seseorang sedang bersenandung di dalam bak mandi itu,
“la la la la” suara itu sangat merdu namun mengerikan aku ingin melihat nya tapi terhalangi oleh tirai itu dari pantulan cahaya itu aku melihat sosok berambut panjang yang tengah berendam dalam bak mandi itu.
“ada apa Nita? “ tanya Ine padaku
“kalian mendengar suara senandung itu?” tanyaku pada Ine dan Yuli.
“tidak “ jawab serempak mereka berdua.
Aku pun mulai mendekati bak mandi itu yang masih tertutupi oleh Tirai. Dan suara itu semakin terdengar olehku.
Ku buka perlahan Tirai itu hingga ku dapati “Bak mandi yang kosong “
Aku menahan nafas lega melihat itu namun saat aku berbalik melihat Yuli dan Ine aku melihatnya.
Perempuan berambut panjang yang menatap ku dari dalam Toilet dengan mata merah di tutupi rambut panjang hitam yang sangat mengerikan ..
“AAArggghh?” teriak ku yang langsung memekikkan telinga ..
“ada apa?” tanya Ine dan Yuli serempak.
“Toilet itu. Ada yang baru saja muncul dari dalam Toilet itu? Perempuan berambut panjang?”
“jangan jangan itu Sandra lagi?” jawab Yuli yang membuatku semakin merinding.
Apakah permainan ini memang nyata bila benar maka dalam 12 hari aku akan melihat Sandra setiap aku masuk ke dalam kamar mandi,
Sebenarnya permaian apa ini. Kenapa aku memainkanya. Apa yang ingin Yuli tau dengan permainan ini
Aku menahan air mataku melihat itu karna aku sudah tidak sanggup lagi berdiri setelah melihat sosok itu yang kali pertama aku melihatnya
Namun kami sudah bermain ini. Semoga ini bukanlah malapetaka yang akan membawa kami menuju ke dalam malapetaka yang lebih jauh..
Aku menatap Yuli dan ku tanyakan itu
“bagaimana cara mengakhiri permainan ini?”
“permainan ini Cuma bisa di akhiri dengan satu hal yaitu berhenti menjadi munafik selama 12 hari bila tidak bisa maka kematian lah yang menjemputnya?”
Apa benar kematian yanga akan menjemput nya. Namun tiba tiba ku lihat Ine seolah ingin memuntahkan sesuatu.
“kamu kenapa Ine? Tanya ku pada Ine yang memegang perutnya itu.
Hingga muntahan itu pun keluar dari mulutnya dan aku terkejut melihat itu.
seekor kala jengking keluar dari dalam mulut Ine dan membuatku melihat ada yang aneh disini
apa benar ini hanyalah permaianan atau sebuah kutukan.
Aku mulai menemukan keraguan di balik sepupuku Yuli apa yang ingin dia sembunyikan sebenarnya ..
Tujuan apa di balik permainan konyol ini.
Dan aku yakin hanya Yuli yang tau tentang permainan ini..
Bersambung……
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar