Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 3

Rabu, 12 Juni 2013

Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 3

Malam itu aku hanya sendirian di apartementku melihat acara TV kesukaan ku ,
Yuli memutuskan untuk menginap di rumah teman SMU ku yang lain, karna dia sudah rindu dengan sahabat sahabat SMU nya apalagi setelah lama tinggal di Jerman.

Namun aku masih terfikirkan oleh permainan itu mungkin itu memang hanya sebuah permainan iseng karna hantu Toilet itu terdengar seperti lelucon ,
Namun entah kenapa malam ini aku merasakan ada yang aneh di apartement ku entah kenapa seperti aku merasakan kehadiran sosok lain yang ada di dalam ruangan ini.
Ku rasakan bulukudukku berdiri setiap aku melihat ke belakang tak kudapati apapun.
“ya ampun ada apa sih ini, gak biasanya apartementku kok mencekam kaya gini”

Aku bergumam sendirian menahan rasa takut ku itu, hingga tiba tiba aku mendengarkan suara seseorang sedang bersenandung.
Dan suaranya berasal dari dalam kamar mandi.

“suara apa itu.”
Aku beranjak dari sofa ku dan ku matikan TV ku dan melangkahkan kaki ku menuju ke kamar mandi.
Ku tahan sesak nafasku mendengar senandung itu dari luar kamar.

Semakin lama suara senandung seorang perempuan itu semakin aku dengar ,
Namun karna penasaran dengan siapa yang berada dalam kamar mandi aku mulai mebuka pintu itu.
Ku lihat sekeliling tidak ada apa apa.
Hanya kamar mandi yang kosong,

“siapa yang baru saja aku dengar itu padahal disini tidak ada siapa siapa”

Aku pun berjalan ke luar namun tiba tiba langkahku terhenti ketika melihat kaca wastafel ku ,
Jantungku berdegup kencang, mata ku melotot dan sesak nafasku membuatku terdiam dengan keringat yang bercucuran.
Aku melihat di dalam kaca itu seorang anak perempuan dengan rambut hitam yang panjang berdri menatapku dengan senyuman yang mengerikan ,
Ingin rasanya berteriak namun suaraku tidak kunjung bisa keluar aku menatap anak itu ,

Hingga perempuan itu mendekatiku,
Dan yang paling aneh aku hanya bisa melihat perempuan itu dari kaca Wastafel itu karna saat aku melihat tempat dimana dia berdiri sosok itu tidak ada,

Hingga telingaku mendengarkan sesuatu,

“wer bist du“

Dan mendengar dia mengatakan itu aku terdiam , itu seperti bahasa jerman namun aku tidak yakin hingga aku teringat pesan Yuli untuk mengatakan sebuah kalimat bila melihat Sandra,
mungkinkah sosok di cermin itu adalah Sandra seperti kisah legend Urban itu,
namun aku lupa aku harus mengatakan apa ,
di sela pikiranku yang semakin kacau , suara itu terus menerus berdengung di dalam telingaku membuat ketakutanku semakin memuncak hingga aku pun teringat dengan pasan itu,
ku tatap cermin itu dimana aku melihat sosok itu dan ku katakan ,
“aku bukan orang yang munafik “

Dan kemudian sosok itu melihatku dengan tatapan yang dingin membuat kaki ku semakin gemetaran melihat suasana mencekam itu dan kemudian sosok itu menghilang,
aku bersandar menahan takut itu di tembok itu,
“astaga apa itu tadi. Apa itu adalah Sandra bila benar maka aku akan melihatnya setiap aku di kamar mandi selama 12 hari seperti apa yang di katakan yuli“

Aku bangkit berdiri dan meyakinkan diriku bila aku tidak melihat apa apa, mungkin karna aku terlalu lelah hingga aku berhalusinasi,

ku ambil minuman air putih untuk menenangkan diriku,
“ya ampun apa itu tadi“
Sembari berfikir aku pun berjalan ke ruang tamu untuk sejenak merebahkan badanku namun aku mendengar suara handpone ku berbunyi,
ku cari sumber suara itu hingga aku mendengar kan suara Ine yang menelponku dengan suara yang lirih hingga aku tidak dapat mendengarkan secara jelas apa yang ingin dia katakan .

“Nita to to tooolloongg!!“

Mendengar itu aku bertanya padanya “halo, Ine ada apa. Apa ada yang terjadi“
Belum aku mendapatkan jawaban telepone itu terputus membuatku menjadi gelisah apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatku itu,

segera aku menghubungi Yuli dan akan menjemputnya dari rumah temanku,

ku pacu mobilku hingga aku sampai di tempat Yuli berada , dan ku lihat Yuli sudah menungguku .
“ada apa kak. Kok tiba tiba menghubungiku seperti ada yang baru saja terjadi“

“ayo kita ke rumah Ine , aku merasakan ada sesuatu yang buruk sedang terjadi di rumahnya“

Mendengar itu Yuli langsung masuk ke mobil dan segera ku pacu mobilku dengan kecepatan yang tinggi.

“Yul , aku mau tanya apa boleh.“
“tanya apa kak.“ Sahut Yuli menatapku penasaran.

“sebenarnya permainan yang kita maenkan itu apakah permainan itu benar benar nyata . maksutku sosok Sandra apa dia ada atau hanya tokoh fiksi yang di gunakan sebagai cerita rakyat biasa.“

Namun Yuli hanya diam dan sesekali menatap ke arah jalanan , karna aku penasaran aku menyentuh bahu sepupuku itu dan dia menatapku dengan tersenyum sembari mengatakan
“tentu saja itu hanya cerita rakyat biasa, untuk menakut nakuti anak anak biar gak lama lama kalau di kamar mandi, emang kenapa. Jangan bilang kakak baru saja melihat Sandra“

Aku cukup lega mendengakan itu namun apa arti diam yang baru saja aku lihat benarkah Yuli jujur padaku atau ada yang dia sembunyikan dari ku.
Aku penasaran dengan sikap Yuli yang misterisu akhir akhir ini.

Hingga aku sampai di Rumah Ine, ku tatap Rumah itu tampak sepi, dan lampu juga belum di nyalakan aku turun dari mobil di ikuti oleh Yuli yang berjalan mengikutiku,

berkali kali aku nyalakan bel rumah namun tidak ada jawaban sama sekali membuatku semakin ketakutan dan hawatir apa yang terjadi disini.

Terpaksa aku masuk secara paksa dan Yuli berjalan mengikutiku,
ku buka pintu itu yang ternyata tidak di kunci, dalam kegelapan ruangan itu aku melangkahkan kaki ku menelusuri rumah Ine yang mewah dan besar itu,
hingga aku berdiri di sebuah kamar Ine, ku coba membuka kamar itu namun terkunci dari dalam
namun dari luar kamar aku mendengarkan suara seseorang sedang menangis.

“apa kau mendengarnya Yul.“
“apa.“ Tanya Yuli yang menatapku.
“aku seperti mendengar suara seseorang menangis dari dalam kamar ini. Apa kamu tidak mendengarnya. Apa itu Ine “

“maaf kak. Tapi aku tidak mendengarkan apa apa“ jawab Yuli yang sembari mencoba mendengarkan suara itu.
Karna kami semakin hawatir dengan sahabat kami aku dan Yuli sepakat untuk membuka paksa pintu itu,
“Bruakakaka“

Suara pintu yang terdengar setelah kami mendobrak bersama sama.

Namun ku dapati kamar kosong dimana kamar itu baru saja di acak acak oleh seseorang.
Ine adalah anak yang selalu tampil rapi sungguh aneh melihat kamarnya berantakan seperti ini.

Ku panggil nama Ine berulang ulang kali namun tetap saja tidak ada jawaban dan membuatku semakin hawatir tidak karuan,
aku mencoba menghubungi handponya dan aku mendengar i-ring handonya dari suatu tempat.

“kau mendengarnya kan Yul, suara Handpone Ine“

“ya kak. Aku mendengarnya sepertinya suaranya dari bawah lantai ini“

Aku pun menuruni tangga lantai 2 itu dan berjalan mendekati suara handpone itu.
Hingga aku yakin suara itu berasal dari dalam kamar mandi ini.

Namun sama seperti kamar Ine . pintu itu terkunci
Ku panggil berkali-kali namun Ine tak juga menjawab hingga aku tiba tiba merasakan pasti ada yang baru saja terjadi dengan Ine..

Ini adalah hal yang tidak biasa aku lihat kenapa Ine tiba tiba menghubungiku dan ku dapati rumah ini seperti rumah yang tidak aku kenal sebelumnya apa yang sebenarnya terjadi, hingga terbesit pikiran bila Ine bunuh diri

“jangan jangan Ine Bunuh diri“ sembari ku tatap Yuli yang terkejut mendengar itu

“bunuh Diri kak. Tidak mungkin kita harus mendobrak pintu itu“

Aku dan Yuli pun kembali mendobrak pintu kamar mandi itu.

“bruakakakkaa“ suara yang sangat keras.

Dan ku dapati seseorang dengan pakaian putih duduk termenung di sudut kamar mandi dengan posisi menangis dan di samping sosok itu ku lihat Handpone yang masih berdering karna panggilanku.

“Ine apakah itu kau .“

Aku mendekati sosok itu di ikuti oleh Yuli yang ada di belakangku.

Semakin aku mendekat sosok itu semakin misterius dia menutupi wajahnya dengan lutut nya.

“Ine apakah itu kau“

Berulang- ulang aku bertanya namun tidak ada jawaban hingga aku menepuk bahu itu

“Ine apa kah itu kau“

Hingga sosok itu akhirnya mengangkat wajahnya dan menatapku ,
aku terkjut melihat Ine dengan mata menangis darah dan melihatku.

“Nita tolong aku“
Aku yang terkejut berjalan mundur dan di ikuti dengan Yuli namun kuyakinkan diriku bila itu adalah sahabatku Ine .
“Apa yang terjadi padamu Ine. Ada apa denganmu“

Aku berjalan mendekatinya dan menatapnya hingga dia menceritakan itu,

“Pagi ini aku ke kampus seperti biasa namun saat aku akan keluar dari rumah aku mendengarkan seseorang sedang bersenandung di suatu tempat karna penasaran aku pun mendekati suara itu dan mengarah pada kamar mandi ini.
Dan semakin lama suara itu semakin aku dengarkan dengan sangat jelas aku pun masuk ke dalam kamar mandi namun aku tidak menemukan siapapun , melihat itu aku berencana akan keluar namun tiba-tiba aku di kejutkan oleh sebuah Kaca dimana ada seorang perempuan menatapku dengan sangat mengerikan dia tersenyum dan di matanya sangat menakutkan,
aku yang ketakutan sontak menutup mata ku, dan saat aku menutup mataku aku mendengar perempuan itu berbicara di telingaku ..
bahasa yang aneh aku tidak dapat mengerti bahasanya,
dan mendengar itu aku berteriak dan berencana keluar dari dalam kamar namun kaki ku . dia menarik kaki ku dan kemudian saat aku membuka mataku sosok perempuan itu menatap ku .
dan tiba tiba aku tidak dapat melihat lagi seperti ini. Tolong aku Nita sebenarnya apa yang baru saja aku lihat itu“

mendengar itu aku terdiam menatap Yuli karna cerita itu sama seperti apa yang aku alami,
ada apa ini. Apa yang sebenarnya terjadi ini,
apa jangan jangan kami memang sedang bermain dengan Sandra lalu kenapa dengan Ine .
apa selama ini aku benar bila Yuli menyimpan maksut yang dia sembunyikan dari kami dan permainan ini memang seperti di sengaja,
apakah Yuli menyimpan dendam pada Ine karna Seorang lelaki . bila benar aku tidak akan terima apa yang dia lakukan meski aku adalah sepupunya namun cara ini tetap saja tidak di benarkan.
Apa yang kau rencanakan Yul,. Kenapa kau tega melakukan ini pada sahabatmu sendiri .
Aku akan menghentikan semua ini. Bahkan bila harus melakukan sesuatu yang tidak kau sukai..

Ku tatap Yuli dengan tatapan Serius..

Bersambung............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar