Kau apa yang sebenarnya mau kau
lakukan kenapa kau memainkan itu, apa yang ingin kau tau sebenarnya ..” teriak
Yuli menatapku dengan tatapan ketakutan.
aku tidak tau kenapa Yuli mengatakan itu namun dari ekspresinya bila aku yakin dalam permainan ini memang tersimpan rahasia yang hanya dirinya yang tau ,
“apa maksutmu, sebenarnya apa yang mau kau katakan .”
Dan Yuli berbalik melihat kaca wastafel dan menatap kaca itu kemudian memecahkanya menggunakan bendan kecil membuat kamar mandi itu berceceran dengan kaca.
“Sandra akan segera kembali “
Sebuah kalimat kecil yang aku dengar dari suara Lirih Yuli menatapku,
“apa maksutmu, apa yang sebenarnya kau sembunyikan selama ini dan kenapa.”
“aku muak dengan semua ini kak, aku muak dengan Ine dan aku ingin memberinya pelajaran namun kenapa kau malah membuat ini jadi salah,”
Tepat seperti dugaanku bila Yuli memang menyimpan Rahasia itu. Dan ini semua karna Ine namun apa maksutnya bila aku melakukan kesalahan, memang apa yang aku lakukan hingga aku teringat bila aku baru saja memainkan permainan itu sendirian,
“kau baru saja memanggil Sandra kak, dan mungkin kini dia akan mencarimu namun tetap saja awal permainan ini hanya untuk mencari orang yang munafik di antara kita, namun setelah permainan ini berubah maka kau lah yang menjadi sasaran gadis itu.
Sandra mati di atas bak mandi , dna tentu saja setiap kakak ke kamar mandi dia akan muncul dan bertanya namun bukan tentang kemunafikan namun tentang kematianya ,
Karna itu aku pernah mengatakan bila dia akan muncul untuk bertanya tentang 2 hal apakah anda orang yang munafik atau anda adalah orang yang membunuhnya,”
“tapi bukankah Sandra mati karna dia sendiri yang bunuh diri bukan kah itu yang kau ceritakan lalu hubunganya apa dengan kemunafikan dan kematianya.” Aku bertanya sembari menatap mata nya..
“kematian Sandra masih menjadi teka teki , namun yang aku tahu kini kakak harus bisa menjauhi kamar mandi untuk 12 hari yang akan datang karna permainan ini bersifat mengikat Sandra hanya akan muncul di dalam kamar mandi”
“lalu kenapa kau melakukan ini kepada Ine kenapa .”
“karna aku benci denganya apalagi setelah semua ini, dia merebut seseorang yang teramat penting bahkan sangat penting namun kini semuanya sudah hancur berkeping keeping”
“tapi dia sahabatmu Yul, dia adalah sahabat kita sejak kita masih SMU dia selalu ada untuk kita”
Yuli terdiam sesaat dan meratapi semua ini,
“kamu ingat apa yang kita lakukan di taman sekolah itu kita berjanji tidak akan saling menyakiti karna seorang lelaki namun apakah kamu tetap tidak merelakan sahabatmu sendiri dengan seseorang yang kamu cintai, apakah bukan kau sendiri yang munbafik atau egois dalam semua ini, ini bukan jawaban untuk semua ini Yul, aku merindukan Yuli yang dahulu yang ceria dan bersikap terbuka pada semua nya “
Hingga mata Yuli mulai meneteskan air mata dan menatap semakin dalam ke mata ku,
“tapi kak aku hancur “
“akan lebih hancur lagi bila kau melakukan kebodohan dengan mencelakakan sahabatmu hanya untuk memenuhi keinginan bodoh itu”
Dan di sela peredebadan kami tiba tiba handponku berbunyi,,.. “tutuuuuuuttt”
“halo.” Jawabku pada penelphone itu yang ternyata adalah Yuda kekasih Ine,
“Siapa kak” Tanya Yuli,
“Nita kamu bisa datang ke rumah sakit ada yang terjadi dengan Ine entah kenapa dia berteriak terus menerus sepertinya dia kerasukan dan terus menerus memanggil namamu”
Aku terdiam dan menatap Yuli,
“ada apa kak “ Tanya Yuli yang mulai terlihat Cemas.
“makhluk itu ada di sana, di kamar Ine kita harus menghentikanya Yul.”
Kami pun berlari bersama dan segera menuju ke Rumah sakit tempat Ine di rawat dan segera ku pacu mobilku dengan keepatan yang tinggi ,
Dan sampailah aku disana,
Aku segera menuju ke kamar Ine berada di ikuti oleh Yuli hingga aku melihat Yuda yang tampak cemas di luar kamar dan menatapku kemudian mendekatiku,
“ada apa yud.”
“Ine ada yang salah dengan Ine , dia terus menerus berteriak tentang nama mu.”
Aku mendekati kamar itu yang sengaja di kunci oleh Yuda, dan ketika ku intip dari sela pintu itu,
Tampak Ine menatapku dengan tatapan melotot yang menakutkan namun ada yang aneh dari Ine,
Seluruh tubuhnya menjadi putih pucat pasai, seolah berendam di dalam air sangat lama,.
Dan di tanganya banyak ku lihat goresan sayatan sebuah benda tajam dan bercak kemerah merahan , seperti bukan Ine namun menyerupai makhluk itu Sandra,
Aku pun mulai masuk ke dalam kamar itu,
“kak Hati hati itu adalah Sandra “ bisik Yuli dalam telingaku.
Aku mengangguk dan mendekati lebih jauh tempat sosok itu duduk di sudut kamar tatapanya semakin menakutkan membuatku sedikit gemetaran dengan sosok ini.
“Ine itu kau kan.” Tanyaku sembari menatap matanya yang tajam itu,
Namun sosok itu hanya diam dan terus diam , dan aku mulai menyentuh tanganya yang terlihat sayatan itu, namun aku di kejutkan olehnya yang menyergapku sembari mencekik ku ,
Dia terus menerus berteriak ke arahku dengan memanggil manggil namaku ,
“apa yang sebenarnya dia lakukan padaku.”
Melihat itu Yuda dan Yuli berusaha menyelamatkan aku namun sosok itu lebih kuat dan dengan mudah melemparkan Yuda, namun Yuli terus menerus berusaha menyelamatkan aku, hingga terjadi percakapan yang tidak aku mengerti..
“Lassen Sie mich zum Narren (lepaskan aku bodoh )“
“ Ich würde nicht zu-was auch immer geschieht (Aku tidak akan melepaskanya apapun yang terjadi)“
Namun Yuli pun terlempar dengan sekali sentuhan sosok itu, aku terus menerus berusaha melepaskan cekikan itu yang membuat ku semakin lama semakin sulit untuk bernafas,
“lepaskan aku , aku mohon“
Namun sosok itu terus menerus berteriak padaku hingga aku mulai tampak lemah tergulai menatap sosok itu yang terus menerus berteriak padaku.
“ Ich werde dich töten. grundlegende Heuchler (Aku akan membunuhmu dasar munafik!!)“
Hingga Yuli menyiram sosok itu dengan gelas yang berisi Air itu dan membuta sosok itu ketakutan dan melepaskan cekikan itu,
“ Raus Sie Sandra (Enyahlah kau Sandra)“
Dan sosok itu kemudian lenyap dan membuat Ine kembali ke betuk semula nya,
Yuda yang melihat itu tampak hanya menatap ke arah kami dengan tatapan seribu pertanyaan .
“Apa yang sebenarnya terjadi disini“
*****
di lorong itu aku menanyakan itu pada Yuli,
“sebenarnya apa yang ingin dia lakukan padaku kenapa dia melakukan itu padaku.“
Namun Yuli hanya diam, aku terus menerus bertanya hingg aYuli berteriak kepadaku,
“Aku tidak Tau apa apa“
Dan tanpa ku sadari aku menatap ke sebuah taman itu dan mengatakan itu,.
“mungkin dia menganggapku orang lain, dan orang itu lah yang membunuh Sandra“
“apa maksutmu kak“
“Entahlah aku merasakan ada yang sedang dia inginkan dariku, tatapan itu adalah tatapan penuh kebencian yang pernah aku lihat , dan dari tatapan itu aku seolah tau kenapa dia menginginkan aku“
Yuli kemudian mengalihkan pandanganya ke taman dan mengatakan itu,
“Ada satu jalan untuk bisa mengetahui semua ini dan mengakhiri permainan ini“
“apa maksutmu. Apakah aku bisa menyelesaikan permainan ini“
“ada kak, kakak harus bermain dengan permainan ini, kakak harus kembali ke masa dimana Sandra namun permainan ini terlalu berhaya karna nyawa adalah pertaruhanya“
“lakukan Yul. Aku akan melakukanya bila benar dapat mengakhiri semua ini biar kan aku yang bertemu dengan Sandra dan mencari tau tentang kematianya“
Hingg tatapan mata Yuli tampak sangat serius dan kami sepakat akan melakukan permainan ini di dalam Apartementku .. entah permainan apalagi yang akan kami mainkan.. tapi aku akan siap semua nya..
Misteri apa yang menyelimuti kematian Sandra..
Bersambung....
aku tidak tau kenapa Yuli mengatakan itu namun dari ekspresinya bila aku yakin dalam permainan ini memang tersimpan rahasia yang hanya dirinya yang tau ,
“apa maksutmu, sebenarnya apa yang mau kau katakan .”
Dan Yuli berbalik melihat kaca wastafel dan menatap kaca itu kemudian memecahkanya menggunakan bendan kecil membuat kamar mandi itu berceceran dengan kaca.
“Sandra akan segera kembali “
Sebuah kalimat kecil yang aku dengar dari suara Lirih Yuli menatapku,
“apa maksutmu, apa yang sebenarnya kau sembunyikan selama ini dan kenapa.”
“aku muak dengan semua ini kak, aku muak dengan Ine dan aku ingin memberinya pelajaran namun kenapa kau malah membuat ini jadi salah,”
Tepat seperti dugaanku bila Yuli memang menyimpan Rahasia itu. Dan ini semua karna Ine namun apa maksutnya bila aku melakukan kesalahan, memang apa yang aku lakukan hingga aku teringat bila aku baru saja memainkan permainan itu sendirian,
“kau baru saja memanggil Sandra kak, dan mungkin kini dia akan mencarimu namun tetap saja awal permainan ini hanya untuk mencari orang yang munafik di antara kita, namun setelah permainan ini berubah maka kau lah yang menjadi sasaran gadis itu.
Sandra mati di atas bak mandi , dna tentu saja setiap kakak ke kamar mandi dia akan muncul dan bertanya namun bukan tentang kemunafikan namun tentang kematianya ,
Karna itu aku pernah mengatakan bila dia akan muncul untuk bertanya tentang 2 hal apakah anda orang yang munafik atau anda adalah orang yang membunuhnya,”
“tapi bukankah Sandra mati karna dia sendiri yang bunuh diri bukan kah itu yang kau ceritakan lalu hubunganya apa dengan kemunafikan dan kematianya.” Aku bertanya sembari menatap mata nya..
“kematian Sandra masih menjadi teka teki , namun yang aku tahu kini kakak harus bisa menjauhi kamar mandi untuk 12 hari yang akan datang karna permainan ini bersifat mengikat Sandra hanya akan muncul di dalam kamar mandi”
“lalu kenapa kau melakukan ini kepada Ine kenapa .”
“karna aku benci denganya apalagi setelah semua ini, dia merebut seseorang yang teramat penting bahkan sangat penting namun kini semuanya sudah hancur berkeping keeping”
“tapi dia sahabatmu Yul, dia adalah sahabat kita sejak kita masih SMU dia selalu ada untuk kita”
Yuli terdiam sesaat dan meratapi semua ini,
“kamu ingat apa yang kita lakukan di taman sekolah itu kita berjanji tidak akan saling menyakiti karna seorang lelaki namun apakah kamu tetap tidak merelakan sahabatmu sendiri dengan seseorang yang kamu cintai, apakah bukan kau sendiri yang munbafik atau egois dalam semua ini, ini bukan jawaban untuk semua ini Yul, aku merindukan Yuli yang dahulu yang ceria dan bersikap terbuka pada semua nya “
Hingga mata Yuli mulai meneteskan air mata dan menatap semakin dalam ke mata ku,
“tapi kak aku hancur “
“akan lebih hancur lagi bila kau melakukan kebodohan dengan mencelakakan sahabatmu hanya untuk memenuhi keinginan bodoh itu”
Dan di sela peredebadan kami tiba tiba handponku berbunyi,,.. “tutuuuuuuttt”
“halo.” Jawabku pada penelphone itu yang ternyata adalah Yuda kekasih Ine,
“Siapa kak” Tanya Yuli,
“Nita kamu bisa datang ke rumah sakit ada yang terjadi dengan Ine entah kenapa dia berteriak terus menerus sepertinya dia kerasukan dan terus menerus memanggil namamu”
Aku terdiam dan menatap Yuli,
“ada apa kak “ Tanya Yuli yang mulai terlihat Cemas.
“makhluk itu ada di sana, di kamar Ine kita harus menghentikanya Yul.”
Kami pun berlari bersama dan segera menuju ke Rumah sakit tempat Ine di rawat dan segera ku pacu mobilku dengan keepatan yang tinggi ,
Dan sampailah aku disana,
Aku segera menuju ke kamar Ine berada di ikuti oleh Yuli hingga aku melihat Yuda yang tampak cemas di luar kamar dan menatapku kemudian mendekatiku,
“ada apa yud.”
“Ine ada yang salah dengan Ine , dia terus menerus berteriak tentang nama mu.”
Aku mendekati kamar itu yang sengaja di kunci oleh Yuda, dan ketika ku intip dari sela pintu itu,
Tampak Ine menatapku dengan tatapan melotot yang menakutkan namun ada yang aneh dari Ine,
Seluruh tubuhnya menjadi putih pucat pasai, seolah berendam di dalam air sangat lama,.
Dan di tanganya banyak ku lihat goresan sayatan sebuah benda tajam dan bercak kemerah merahan , seperti bukan Ine namun menyerupai makhluk itu Sandra,
Aku pun mulai masuk ke dalam kamar itu,
“kak Hati hati itu adalah Sandra “ bisik Yuli dalam telingaku.
Aku mengangguk dan mendekati lebih jauh tempat sosok itu duduk di sudut kamar tatapanya semakin menakutkan membuatku sedikit gemetaran dengan sosok ini.
“Ine itu kau kan.” Tanyaku sembari menatap matanya yang tajam itu,
Namun sosok itu hanya diam dan terus diam , dan aku mulai menyentuh tanganya yang terlihat sayatan itu, namun aku di kejutkan olehnya yang menyergapku sembari mencekik ku ,
Dia terus menerus berteriak ke arahku dengan memanggil manggil namaku ,
“apa yang sebenarnya dia lakukan padaku.”
Melihat itu Yuda dan Yuli berusaha menyelamatkan aku namun sosok itu lebih kuat dan dengan mudah melemparkan Yuda, namun Yuli terus menerus berusaha menyelamatkan aku, hingga terjadi percakapan yang tidak aku mengerti..
“Lassen Sie mich zum Narren (lepaskan aku bodoh )“
“ Ich würde nicht zu-was auch immer geschieht (Aku tidak akan melepaskanya apapun yang terjadi)“
Namun Yuli pun terlempar dengan sekali sentuhan sosok itu, aku terus menerus berusaha melepaskan cekikan itu yang membuat ku semakin lama semakin sulit untuk bernafas,
“lepaskan aku , aku mohon“
Namun sosok itu terus menerus berteriak padaku hingga aku mulai tampak lemah tergulai menatap sosok itu yang terus menerus berteriak padaku.
“ Ich werde dich töten. grundlegende Heuchler (Aku akan membunuhmu dasar munafik!!)“
Hingga Yuli menyiram sosok itu dengan gelas yang berisi Air itu dan membuta sosok itu ketakutan dan melepaskan cekikan itu,
“ Raus Sie Sandra (Enyahlah kau Sandra)“
Dan sosok itu kemudian lenyap dan membuat Ine kembali ke betuk semula nya,
Yuda yang melihat itu tampak hanya menatap ke arah kami dengan tatapan seribu pertanyaan .
“Apa yang sebenarnya terjadi disini“
*****
di lorong itu aku menanyakan itu pada Yuli,
“sebenarnya apa yang ingin dia lakukan padaku kenapa dia melakukan itu padaku.“
Namun Yuli hanya diam, aku terus menerus bertanya hingg aYuli berteriak kepadaku,
“Aku tidak Tau apa apa“
Dan tanpa ku sadari aku menatap ke sebuah taman itu dan mengatakan itu,.
“mungkin dia menganggapku orang lain, dan orang itu lah yang membunuh Sandra“
“apa maksutmu kak“
“Entahlah aku merasakan ada yang sedang dia inginkan dariku, tatapan itu adalah tatapan penuh kebencian yang pernah aku lihat , dan dari tatapan itu aku seolah tau kenapa dia menginginkan aku“
Yuli kemudian mengalihkan pandanganya ke taman dan mengatakan itu,
“Ada satu jalan untuk bisa mengetahui semua ini dan mengakhiri permainan ini“
“apa maksutmu. Apakah aku bisa menyelesaikan permainan ini“
“ada kak, kakak harus bermain dengan permainan ini, kakak harus kembali ke masa dimana Sandra namun permainan ini terlalu berhaya karna nyawa adalah pertaruhanya“
“lakukan Yul. Aku akan melakukanya bila benar dapat mengakhiri semua ini biar kan aku yang bertemu dengan Sandra dan mencari tau tentang kematianya“
Hingg tatapan mata Yuli tampak sangat serius dan kami sepakat akan melakukan permainan ini di dalam Apartementku .. entah permainan apalagi yang akan kami mainkan.. tapi aku akan siap semua nya..
Misteri apa yang menyelimuti kematian Sandra..
Bersambung....
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar