Got My Cursor @ 123Cursors.com
Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
Horor Story: Juni 2013

Rabu, 12 Juni 2013

Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part end

Setelah menunggu cukup lama akhirnya ku lihat pintu itu terbuka Sandra yang masih termangu di atas lututnya mulai menatap kearah pintu itu dimana handlenya mulai terbuka,

Dan ku temui sosok kakak nya Sandra berdiri di balik pintu itu yang terbuka lebar menatap Sandra dengan wajah misterius, 
“dingin sekali tatapanya” ucapku lirih menatap mata itu,

“älteren Bruder (kakak )” teriak Sandra yang berlari sembari memeluk kakaknya,

Namun saat Sandra memeluknya ku lihat senyuman aneh di wajah berparaskan cantik itu, ada apa ini.
Hingga ku lihat noda darah di baju itu, meski tidak tampak begitu jelas namun aku yakin itu adalah darah, karna penasaran aku melewati ke dua sosok itu yang berpelukan sembari berjalan menemusuri jalan itu aku ingin tau apa yang baru saja dia lakukan hingga menutup pintu itu,

Ketika aku berjalan aku mendapati ada yang aneh disini, dan aku yakin ini berawal dari dimana tempat wanita itu berada , hingga benar saja ku temui jasad wanita tua itu dengan kepala yang baru saja di gorok dan darah membasah lantai itu,
Aku terdiam merenung melihat jasad itu yang sudah menjadi putih tak berdaya, 
“pasti dia yang melakukanya aku yakin itu”

Aku yakinkan bila ini adalah perbuatan kakaknya Sandra namun untuk apa,
Hingga ku dapati sebuah foto yang terdapat di atas jasad itu dan itu adalah foto wanita tua itu dengan seorang wanita yang tengah menggendong seorang anak perempuan kecil,

“siapa gadis kecil ini, aku terpaku menatap foto itu “

Asumsi liarku bermunculan tentang gadis kecil itu dan wanita yang tengah mengendong gadis itu, namun yang bisa ku jelaskan ialah wanita ini adalah wanita yang ada disini . lalu hubunganya apa dengan Sandra . apakah ini adalah kakak Sandra dan Sandra adalah siapa, kenapa tidak ada dirinya disini”

Aku kembali berdiri dan berusaha mencari apa yang masih tersembunyi disini, pasti ada yang bisa aku temukan disini,

Dan aku mendengar suara teriakan yang memekikkan telingaku,

“Bruder Schwester, was zu tun ist. nicht Bruder (kakak apa yang mau kakak lakukan . jangan kakak)”

Aku berlari menuju ke sumber suara itu yang mengarah pada kamar mandi itu,
Dan ketika ku buka pintu itu aku melihat darah sudah berceceran di tempat itu, di tengah itu aku melihat gadis itu . kakak dari Sandra berusaha membunuh Sandra dengan menenggelamkan kepala Sandra ke bak mandi itu yang kini bercampur dengan darah ..

“Astaga apa yang dia lakukan terhadap adik nya sendiri”

“Entschuldigung Bruder. liebe dich Bruder, aber der Bruder hatte zu töten (maafkan kakak . kakak sayang sama kamu tapi kakak harus membunuhmu)” teriak kakak nya yang semakin membuatku bingung apa yang dia mau bicarakan .. hingga tanpa gadis itu sadari dia telah membunuh Sosok kecil Sandra itu dengan sangat tragis di atas bak mandi itu.
Aku terdiam melihat itu, dan kemudia sosok itu mulai berjalan melewatiku meninggalkan jasad adiknya yang masih tenggelam di dasar bak mandi itu, entah dia mau kemana. Aku berjalan mengikuti langkah gadis itu yang berjalan dengan terduyung duyung..

Dan dia masuk ke dalam kamar itu, dan membuka sebuah buku dari dalam almari itu.

Sosok gadis itu menangis sembari melihat isi buku itu, entah apa yang dia lihat hingga dia menangis seperti itu .
Ketika itu matanya tertuju pada sebuah gunting di atas meja itu, dan dia berusha mengambilnya .
Tatapan terkahir itu penuh dengan tatapan kosong,
“jangan jangan dia akan melakukan hal itu.”

Aku mulai mengikut langkah gadis itu yang tengah berjalan menuju ke kamar mandi itu.
Dan terangkat lah jasad adiknya dari dalam bak mandi itu yang sudah menjadi pucat pasai.
“apa yang mau kau lakukan lagi dengan jasad adikmu itu”

Dan dia mulai menyayat tanganya sendiri hingga darah benar benar bercucuran di atas lantai itu.
Dia menjatuhkan sebuah sabun di dalam toilet itu, air di dalam bak mandi itu terus menyala hingga memenuhi ruangan itu membuat lantai basah dan di penuhi oleh air di bak mandi itu.
Darah dan air menjadi satu dan mengalir menuju ke pembuangan , tangisan gadis itu membasahi pipi Sandra .

Dan hingga tiba lah dia membisikkan sebuah kalimat ke telinga Sandra yang sudah tak bernyawa itu.
Darah yang keluar dari nadi di tangan itu seolah menjadi penutup terakhir kematian Gadis itu.

Gadis itu mati di atas jasad Adiknya sendiri dengan posisi memeluk membuat ku sangat miris menyaksikan itu semua di depan mataku.

Kini semua sudah menjadi jelas bila kematian Sandra bukanlah bunuh diri seperti apa yang selama ini di ceritakan oleh semua orang namun karna seorang kakak nya , kematian itu masih menjadi pertanyaan kenapa dengan ini semua,
Apakah Wanita tua itu adalah pembunuh dari ibu dari gadis ini, namun Siapa Sandra hingga sebuah tepukan seseorang menyadarkan aku , dan ketika aku berbalik ku tatap seorang Gadis itu,

Kakak dari Sandra yang tengah berdiri di depanku membuatku tidak tau harus melakukan apa,
Namun dia hanya menyampaikan satu pesan sebuah tanda dengan tangan di bahu itu dan membuka bajunya dengan keadaan telanjang bulat di depanku aku terkejut melihat luka sayatan yang mengerikan pada tubuh gadis itu. apa ini , apa maksutnya sebelum tiba tiba aku terhenyak dari semua ini,

“hauauaa” ku buka mataku dan ku muntahkan air yang ada di dalam perutku.
“Nita kamu tidak papa” Tanya Yuli yang menatapku dengan wajah yang ketakutan itu,

Aku menjawab “aku tidak apa apa”

“apa yang kamu lihat “ Tanya Yuli,
“selama ini kau sudah salah kematian Sandra sebenarnya bukan karna dia bunuh diri seperti cerita yang kau sampaikan namun ada hal lain yang masih belum aku ketahui, kakaknya lah yang membunuhnya”
“kakaknya. Untuk apa kakaknya membunuhnya” Tanya yuli.

Aku terdiam dan berfikir misteri apa yang sebenarnya masih janggal disini.
Hingga aku teringat itu , “tunggu yul aku mau bertanya sesuatu apa kau tau maksut dari tangan di bahu”
Tanyaku menatap Yuli,
Dan Yuli pun mengatakan itu,

“itu adalah sebuah tanda persaudaraan yang terpisah karna kematian seseorang.” Jawab Yuli,

Hingga semuanya menjadi jelas,

Aku pun mengatakan itu pada Yuli, “aku sudah tau semua kita harus cepat menemui Ine dan menyelamatkanya”

Segera kami berangkat menuju ke Rumah Sakit tempat Ine di rawat.
Dan ku tatap Ine yang tengah duduk di atas sebuah ranjang itu.
“apa yang akan kita lakukan Nit pada Ine” Tanya Yuli,

“Yuda , apa kamu bisa membantu ku” Tanya ku pada Yuda yang sudah menjaga Ine sepanjang hari ini,
“apa “ Tanya Yuda dengan nada penasaran .

“bisakah kau membawa Tubuh Ine ke sebuah kamar mandi di Apartement ku itu “

“untuk apa” Yuda bertanya semakin penasaran.

“ada seseorang di dalam Tubuh Ine dan aku akan menunjukkan sesuatu “ jawabku .

Ketika itu Yuda mulai mengangkat tubuh Ine meskipun Ine meronta seperti orang yang sudah sangat marah apalagi ketika melihatku ..

Namun tubuh Yuda yang besar memudahkanya membawa Ine masuk ke dalam mobil dan segera ku pacu mobil itu ke Apartementku,
Ketika sampai di kamar mandi Apartementku, teriakan Histeris dari Ine semakin menjadi jadi, membuat Yuda dan Yuli tampak terkejut 
“apa yang mau kau lakukan pada Ine” Tanya Yuda yang melihatku dengan membawa sebuah gunting itu.

Ku sobek baju Ine tepat di bahunya, dan benar saja ku temui sebuah tanda lahir aneh.

“tanda ini sama seperti tanda milik kakaknya , artinya mereka memang bersaudara kandung”

Apa maksutmu Nit” Tanya Yuli,

Ku tatap Wajah Ine yang tampak marah padaku, dan ku panggil sepupuku itu “Yuli cepat kesini, aku membutuhkan mu untuk mengatakan sesuatu dengan bahasa jerman mu”

Yuli mendekatiku dan menatapku kemudian mengatakan itu,
“Aku siap Nit apa yang ingin kamu katakan aku akan terjemahkan semuanya”

“kau bilang benci dengan kemunafikan ternyata selama ini kamu sudah salah bila kau melihat ku teringat dengan seseorang maka aku bukanlah orang itu,
sosok yang kau anggap munafik itu ternyata adalah sosok yang selama ini mencintaimu , dan kamu sudah salah mengira itu semua,

kelahiranmu adalah luka pertama yang telah kau goreskan pada kakak mu , kelahiranmu adalah akhir kematian ibu mu, dan semenjak itu kamu dan dia tinggal di sebuah rumah yang selama ini kau anggap sebagai rumah mu bersama ibu mu namun kakak mu menyembunyikan luka itu,
tanpa kau sadari kakak mu lah yang selama ini melindungimu, bila kau lihat sekujur tubuhnya maka kau akan lihat luka yang maha dasyat yang bahkan tidak dapat kau jelaskan dan tau kah kenapa kakak mu menyembunyikan itu semua karna dia cinta sama kamu . kamu adalah adik yang paling dia sayangi .”

ketika Yuli menerjemahakan itu sosok itu berteriak padaku 
"warum hat er dann zu töten (lalu kenapa dia membunuhku)”

Aku pun menjelaskanya setelah Yuli mengatakan itu padaku ..

“karna dia tidak mau adik yang dia sayangi menerima beban bila kakaknya adalah pembunuh yang mengakhiri kematian dari wanita tua itu”

Dan sosok itu terdiam saat itu lah aku menatap kea rah Yuda, dan menganggukkan kepalaku . Yuda pun tau maksutku,
Yuda mulai mengangkat tubuh itu dan membawanya masuk ke dalam bak mandi itu , kami bertiga segera membantu Yuda untuk menenggelamkan Ine ke dalam air itu hingga suara rintihan Sandra mulai terdengar parau itu,

“Arhghhh”

Air jernih itu perlahan berubah menjadi air keruh dengan warna yang hitam legam bahkan membuatku tidak dapat melihat Ine yang masih terendam dalam bak mandi itu,

“Nita apa benar ini tidak apa apa !! bagaimana bila Ine mati “ teriak Yuda yang gusar melihat air keruh itu,
“aku yakin tidak apa apa!! Sebentar lagi makhluk itu akan keluar . Yuli cepat ambil kaca di atas wastafel itu” teriak ku kepada Yuli,
Dan Yuli mulai mengambil kaca itu dan menempatkanya pada air itu hingga kepala seseorang mulai keluar dari dalam bak mandi itu ,

“lihat lah kemunafikanmu sendiri Sandra!!!!!” teriak ku yang merebut kaaca itu dari Ine ..

Dan suara teriakan memekikkan sontak membuat kaca itu menjadi pecah , dan seketika itu semuanya berakhir aku terduduk lemah melihat itu,
“semuanya berakhir!!”

Aku menatap Ine yang terlihat pucat itu , dan seketika Yuda mengangkatnya hingga Ine memuntahkan air dari dalam tubunya setelah di bantu oleh Yuli menekan perutnya..

“dimana aku” Tanya Ine menatapku.

“kamu tidak apa apa kan” tanyaku sembari melihat bahu Ine dimana tanda itu sudah hilang, aku bernafas lega melihat itu..

*****

aku menatap Yuli , dan mengatakanya “selesaikanlah masalahmu dengan cara baik baik .. “ sembari tersenyum melihat Yuli,

“ya Nit , aku sudah rela dengan semua ini “ 
Yuli berjalan menuju Ine yang tengah duduk di sebuah kursi di taman itu.

Aku menatap kembali,

Kemunafikan memang sangat berbahaya bila di miliki oleh manusia bagai 2 mata pedang yang bisa menyakiti orang lain dan dirinya sendiri untuk itu pahamilah dan pikirkanlah sebelum mengambil sebuah keputusan mungkin ini hanya sebuah permainan namun yang aku pelajari dari kemunafikan adalah ada alas an di balik semua iitu dan aku bersyukur semua ini sudah berakhir..

Aku mulai berjalan menuju ke Yuli dan Ine yang sudah saling tersenyum melihatku, 
“masalahnya mungkin sudah selesai “

Kemunafikan dan persahabatan kadang memang tidak bisa di pisahkan semoga jalan yang mereka ambil akan membuat kami lebih menjadi dewasa dalam mengerti arti sahabat 

End..

Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 6

Malam itu aku terpaku menatap kamar mandi ku bersama Yuli yang akan menunjukkan ku sebuah permainan lain,
“hai, apa benar kamu mau bermain ini, aku sudah mmebawa buku tentang permainan ini”
Yuli menatapku sembari menunjukkan sebuah buku,

“Yuli, aku ingin bertanya padamu, apakah Sandra masih ada di dalam tubuh Ine”

“ternyata kau menyadarinya . ya dai masiha ada disana.”

“baiklah aku mau melakukan ini semua .”

Dan Yuli mulai melakukan hal yang sama seperti dahulu kami memainkan permainan ini , dia mengisi bak air itu hingga penuh dan membasahi semua kaca hingga seprti embun membuat kaca tampak buram , di ikuti peletakkan sebuah sabun di dalam toilet itu.

Hingga Yuli menutup mataku dengan kedua tanganya dan menghadapakan aku pada sebuah cermin, Yuli mmebisikkan aku sebuah kalimat dengan bahasa jerman dan memintaku untuk mengikutinya,

“Sandra Sandra Ich bin kein Heuchler, laß mich deine Welt (Sandra Sandra ,aku bukan orang yang munafik , ijinkan aku melihat duniamu)”

Dan benar saja setelah mengatakan itu aku sudah merasakan ada yang terjadi pada diriku,
Kepalaku terasa sangat sakit di iringi suara teriakan yang memekikkan telingaku ,
Seorang gadis menjerit dan membuat gema yang keras di dalam kamar mandi ini. Di iringi percikkan air yang membuat seluruh tubuhku merinding.

Ingin aku membuka mataku namun Yuli menutupinya dengan tanganya dan terus menerus menekan mataku,
Suara itu terus menerus bergema hingga akhirnya Yuli melepaskan aku,
Saat pertama aku membuka mata ku tatap kaca yang masih buram akibat percikkan air itu,
Dan ku lihat Yuli melihatku sembari bertanya padaku,
“apakah berhasil”

“aku tidak tau, aku tidak merasakan apa apa!” ku katakan itu pada Yuli,

Aku tidak merasakan apa apa itu lah yang saat ini aku rasakan, Yuli tampak kecewa dan memalingkan wajahnya melihat bak mandi itu, dan kembali menatapku.

“apa kau tidak merasakan apa apa, maksutku apa ada yang aneh di sini.”

“tidak, aku hanya mendengar suara jeritan seorang gadis saja di ikuti percikkan air seperti seorang gadis yang di tenggelamkan di dalam sebuah air tapi hanya itu”

Yuli terdiam dan kemudian diam sembari berfikir, tiba tiba aku teringat akan sesuatu.
Aku berbalik dan menatap kaca yang buram akibat air itu , ku coba bersihkan kaca itu hingga kaca itu kembali dapat memantulkan sebuah bayangan kamar mandi itu dan benar saja ini adalah jawabanya.
Tanganku gemetaran dengan sendiri setelah melihat seorang gadis cantik berambut pirang tengah berdiri di belakang Yuli,
Yuli menatapku dan bertanya,
“Ada apa Nit”

“gadis itu , gadis itu , gadis itu dia ada di belakangmu”

“dimana “ Tanya Yuli menatapku,

“di cermin ini” aku menatap tempat gadis itu berdiri.. namun tidak ada apa apa yang aku lihat aku hanya dapat melihatnya di cermin ini, sama halnya aku Yuli bahkan tidak dapat melihat sosok gadis itu..

“apa yang kau lihat Nit ceritakan , apa yang dia lakukan di belakangku” Tanya Yuli dengan tatapan ketakutan.
“aku gak tau dia hanya diam di sana melihat kita tunggu !! gadis itu mulai berjalan dan dia menuju ke bak mandi itu.. gadis itu masuk ke dalam bak mandi itu Yul”

Dan tiba tiba air di bak mandi itu mendidih ,,. Dan memercikkan air hingga air memenuhi kamar mandi ini.
Aku dan Yuli terpaku menatap Bak mandi itu, kemudian berjalan mendekati bak mandi itu yang terus menerus memercikkan air.
Dan saat aku berada tepat di bak mandi itu aku melihat Bak mandi itu.. yang seolah olah mendidih itu,

“apa yang ada disini Nit, apa yang kamu lihat” Tanya Yuli sembari menatapku yang terpaku menatap bak mandi ini,

Aku menatap Yuli “aku tidak tau aku tidak melihat apa apa”

Hingga bayangan itu mulai muncul dan aku melihat sebuah jasad gadis itu yang mulai terapung ke permukaan gadis itu dengan mata terpejam aku berusaha melihat itu ..

“Yul aku melihat sebuah jasad gadis ini,”

“dimana Nit, aku tidak dapat melihat apa apa” ucap Yuli dengan nada parau nya..

Hingga tanganku bergerak sendiri dan berniat menyentuh pipinya yang menjadi pucat pasai itu, 
Namun tiba tiba aku terkejut melihat jasad gadis itu membuka mata dan menarik ku ke dalam bak mandi itu,

Rambutku dia tarik namun aku masih bias menahan tarikanya itu dengan menyentuh sisi bak mandi itum

“Yul tolong aku .. tolooong”

Yuli yang melihatku seperti akan tertarik ke dalam Bak mandi itu menarik tubuhku namun tarikan gadis itu lebih kuat lagi,

“komm mit mir (ikutlah denganku)”

Gadis itu berteriak dengan nada besar itu, tatapan gadis itu sangat mengerikan.. luka penuh sayatan itu..
Dan ..

Byuurrrrr!!!
Aku masuk ke dalam bak mandi itu, namun ada yang aneh di dalam bak mandi ini aku seperti masuk ke dalam dunia yang lain, entah kenapa Bak mandi ini menjadi sedalam ini aku seperti berada di dalam air yang sangat dalam..

Aku berusaha menenangkan diriku dan berusaha berenang ke permukaan air namun sejenak aku trediam mendengar itu,

“Nita bangun .. Nita apa kau tidak apa apa”

Seperti suara Yuli yang memanggilku , aku pun segera berenang ke permukaan.

***16 mei 1989 – Berlin, German***

Dan aku melihatnya. Sebuah bak mandi yang tidak aku kenali.
“dimana aku”
Aku beranjak dan bangkit dari bak mandi itu yang sudah membasahi tubuhku..
Aku mulai berjalan menelusuri rumah yang sangat mewah itu, tembok putih dengan bangunan khas Eropa.
Aku berjalan menelusuri lorong itu hingga aku terhenti di sebuah Foto ,
4 orang dalam Foto itu dimana aku melihat salah satu dari 4 orang itu adalah Gadis itu, Sandra.

Aku mulai berjalan kembali ku dengarkan suara riang tawa dari sebuah halaman belakang rumah.

Ku tatap Gadis itu yang tengah berlarian dengan seorang perempuan yang mungkin lebih tua dariku ,
Mereka tertawa dan bermain bersama, 
“Sandra “

Hingga mereka terhenti dan saling berbicara di bawah rindang pohon.

“Ich liebe Bruder (aku sayang kakak)”
“ich auch (aku juga)”

Dan kemudian ke dua gadis itu mulai beranjak dan masuk ke dalam rumah untuk pertama kalinya ku lihat wajah Sandra dari sangat dekat bahkan saat dia berjalan melewatiku dia sempat menatap ke arahku,
“apakah Sandra baru saja melihatku”

Yang aku tau aku berada di masalalunya,

Namun 2 gadis itu terhenti ketika ada seorang wanita tua meanggil mereka,
“Sandra schnell hier (Sandra Cepat kesini)”

Dan gadis itu kakak dari Sandra membisikkan sebuah kalimat.
“Hai, Ich warte auf dich im Badezimmer ja (Hai, aku tunggu di kamar mandi ya)”

“ja Bruder (ya kakak)” jawab Sandra sembari tersenyum,

Setelah ke dua gadis itu berpisah terlihat Sandra bertatap muka pada wanita tua itu,
“Niemand will zu Mama sagen (Ada yang mau ibu katakan )”

Namun tiba tiba Wanita tua itu menampar Sandra, hingga Sandra tersungkur dan bersimbah darah di pipi nya,
Aku terkejut melihat itu,
“Apa yang dia lakukan pada anak nya sendiri”

“Du bist nicht mein Sohn gehört, sind Sie und Ihr Bruder nur ein Pflegekind, so nennen Sie mich nicht wieder Mama (kau bukan anak ku dengar itu, kau dan kakak mu hanya lah anak angkat jadi jangan panggil aku ibu lagi)”

Tanpa ku sadari mata ku tertuju pada sebuah wajah seseorang di balik tirai itu dan ternyata dia adalah kakak nya Sandra.
Tatapan mata tajam kakak Sandra melihat wajah wanita tua itu tampak begitu nyata,
Aku tidak tau apa yang terjadi disini karna aku tidak tau bahasa mereka namun konflik apa yang baru saja terjadi disini mungkin ini akan menjadi kunci untuk mengakhiri permainan ini,

Sandra berlari dan menangis dan berlari menuju ke kamar mandi , aku mengikutinya namun saat Sandra masuk ke kamar mandi , tiba tiba pintu tertutup secara misterius,

“Bruder, wo (kakak dimana ) “ teriak Sandra berulang kali, dan tak kudapati sosok kakak nya di dalam kamar mandi ini,

Misteri apa yang ada di rumah ini sebenarnya .. 
Apakah di kamar mandi ini Sandra akan mati, 

Aku tidak tau namun semuanya akan semakin jelas.. 
Kemana kakak nya pergi, semua masih menjadi misteri yang tersusun rapi dalam hidupku ini..

Bersambung….

Cerita Horor Urband Legend (Ghost Bathroom) Part 5

Kau apa yang sebenarnya mau kau lakukan kenapa kau memainkan itu, apa yang ingin kau tau sebenarnya ..” teriak Yuli menatapku dengan tatapan ketakutan.

aku tidak tau kenapa Yuli mengatakan itu namun dari ekspresinya bila aku yakin dalam permainan ini memang tersimpan rahasia yang hanya dirinya yang tau ,
“apa maksutmu, sebenarnya apa yang mau kau katakan .”

Dan Yuli berbalik melihat kaca wastafel dan menatap kaca itu kemudian memecahkanya menggunakan bendan kecil membuat kamar mandi itu berceceran dengan kaca.

“Sandra akan segera kembali “

Sebuah kalimat kecil yang aku dengar dari suara Lirih Yuli menatapku,
“apa maksutmu, apa yang sebenarnya kau sembunyikan selama ini dan kenapa.”

“aku muak dengan semua ini kak, aku muak dengan Ine dan aku ingin memberinya pelajaran namun kenapa kau malah membuat ini jadi salah,”

Tepat seperti dugaanku bila Yuli memang menyimpan Rahasia itu. Dan ini semua karna Ine namun apa maksutnya bila aku melakukan kesalahan, memang apa yang aku lakukan hingga aku teringat bila aku baru saja memainkan permainan itu sendirian,

“kau baru saja memanggil Sandra kak, dan mungkin kini dia akan mencarimu namun tetap saja awal permainan ini hanya untuk mencari orang yang munafik di antara kita, namun setelah permainan ini berubah maka kau lah yang menjadi sasaran gadis itu.

Sandra mati di atas bak mandi , dna tentu saja setiap kakak ke kamar mandi dia akan muncul dan bertanya namun bukan tentang kemunafikan namun tentang kematianya ,
Karna itu aku pernah mengatakan bila dia akan muncul untuk bertanya tentang 2 hal apakah anda orang yang munafik atau anda adalah orang yang membunuhnya,”

“tapi bukankah Sandra mati karna dia sendiri yang bunuh diri bukan kah itu yang kau ceritakan lalu hubunganya apa dengan kemunafikan dan kematianya.” Aku bertanya sembari menatap mata nya..

“kematian Sandra masih menjadi teka teki , namun yang aku tahu kini kakak harus bisa menjauhi kamar mandi untuk 12 hari yang akan datang karna permainan ini bersifat mengikat Sandra hanya akan muncul di dalam kamar mandi”

“lalu kenapa kau melakukan ini kepada Ine kenapa .”

“karna aku benci denganya apalagi setelah semua ini, dia merebut seseorang yang teramat penting bahkan sangat penting namun kini semuanya sudah hancur berkeping keeping”

“tapi dia sahabatmu Yul, dia adalah sahabat kita sejak kita masih SMU dia selalu ada untuk kita”

Yuli terdiam sesaat dan meratapi semua ini,

“kamu ingat apa yang kita lakukan di taman sekolah itu kita berjanji tidak akan saling menyakiti karna seorang lelaki namun apakah kamu tetap tidak merelakan sahabatmu sendiri dengan seseorang yang kamu cintai, apakah bukan kau sendiri yang munbafik atau egois dalam semua ini, ini bukan jawaban untuk semua ini Yul, aku merindukan Yuli yang dahulu yang ceria dan bersikap terbuka pada semua nya “

Hingga mata Yuli mulai meneteskan air mata dan menatap semakin dalam ke mata ku,

“tapi kak aku hancur “

“akan lebih hancur lagi bila kau melakukan kebodohan dengan mencelakakan sahabatmu hanya untuk memenuhi keinginan bodoh itu”

Dan di sela peredebadan kami tiba tiba handponku berbunyi,,.. “tutuuuuuuttt”

“halo.” Jawabku pada penelphone itu yang ternyata adalah Yuda kekasih Ine,

“Siapa kak” Tanya Yuli,

“Nita kamu bisa datang ke rumah sakit ada yang terjadi dengan Ine entah kenapa dia berteriak terus menerus sepertinya dia kerasukan dan terus menerus memanggil namamu”

Aku terdiam dan menatap Yuli,
“ada apa kak “ Tanya Yuli yang mulai terlihat Cemas.

“makhluk itu ada di sana, di kamar Ine kita harus menghentikanya Yul.”

Kami pun berlari bersama dan segera menuju ke Rumah sakit tempat Ine di rawat dan segera ku pacu mobilku dengan keepatan yang tinggi ,
Dan sampailah aku disana,

Aku segera menuju ke kamar Ine berada di ikuti oleh Yuli hingga aku melihat Yuda yang tampak cemas di luar kamar dan menatapku kemudian mendekatiku,

“ada apa yud.”

“Ine ada yang salah dengan Ine , dia terus menerus berteriak tentang nama mu.”
Aku mendekati kamar itu yang sengaja di kunci oleh Yuda, dan ketika ku intip dari sela pintu itu,
Tampak Ine menatapku dengan tatapan melotot yang menakutkan namun ada yang aneh dari Ine,
Seluruh tubuhnya menjadi putih pucat pasai, seolah berendam di dalam air sangat lama,.
Dan di tanganya banyak ku lihat goresan sayatan sebuah benda tajam dan bercak kemerah merahan , seperti bukan Ine namun menyerupai makhluk itu Sandra,

Aku pun mulai masuk ke dalam kamar itu,
“kak Hati hati itu adalah Sandra “ bisik Yuli dalam telingaku.

Aku mengangguk dan mendekati lebih jauh tempat sosok itu duduk di sudut kamar tatapanya semakin menakutkan membuatku sedikit gemetaran dengan sosok ini.

“Ine itu kau kan.” Tanyaku sembari menatap matanya yang tajam itu,

Namun sosok itu hanya diam dan terus diam , dan aku mulai menyentuh tanganya yang terlihat sayatan itu, namun aku di kejutkan olehnya yang menyergapku sembari mencekik ku ,

Dia terus menerus berteriak ke arahku dengan memanggil manggil namaku , 
“apa yang sebenarnya dia lakukan padaku.”

Melihat itu Yuda dan Yuli berusaha menyelamatkan aku namun sosok itu lebih kuat dan dengan mudah melemparkan Yuda, namun Yuli terus menerus berusaha menyelamatkan aku, hingga terjadi percakapan yang tidak aku mengerti..

“Lassen Sie mich zum Narren (lepaskan aku bodoh )“

“ Ich würde nicht zu-was auch immer geschieht (Aku tidak akan melepaskanya apapun yang terjadi)“
Namun Yuli pun terlempar dengan sekali sentuhan sosok itu, aku terus menerus berusaha melepaskan cekikan itu yang membuat ku semakin lama semakin sulit untuk bernafas,
“lepaskan aku , aku mohon“

Namun sosok itu terus menerus berteriak padaku hingga aku mulai tampak lemah tergulai menatap sosok itu yang terus menerus berteriak padaku.

“ Ich werde dich töten. grundlegende Heuchler (Aku akan membunuhmu dasar munafik!!)“

Hingga Yuli menyiram sosok itu dengan gelas yang berisi Air itu dan membuta sosok itu ketakutan dan melepaskan cekikan itu, 

“ Raus Sie Sandra (Enyahlah kau Sandra)“

Dan sosok itu kemudian lenyap dan membuat Ine kembali ke betuk semula nya,
Yuda yang melihat itu tampak hanya menatap ke arah kami dengan tatapan seribu pertanyaan .

“Apa yang sebenarnya terjadi disini“

*****

di lorong itu aku menanyakan itu pada Yuli, 
“sebenarnya apa yang ingin dia lakukan padaku kenapa dia melakukan itu padaku.“

Namun Yuli hanya diam, aku terus menerus bertanya hingg aYuli berteriak kepadaku,

“Aku tidak Tau apa apa“

Dan tanpa ku sadari aku menatap ke sebuah taman itu dan mengatakan itu,. 
“mungkin dia menganggapku orang lain, dan orang itu lah yang membunuh Sandra“

“apa maksutmu kak“

“Entahlah aku merasakan ada yang sedang dia inginkan dariku, tatapan itu adalah tatapan penuh kebencian yang pernah aku lihat , dan dari tatapan itu aku seolah tau kenapa dia menginginkan aku“

Yuli kemudian mengalihkan pandanganya ke taman dan mengatakan itu,
“Ada satu jalan untuk bisa mengetahui semua ini dan mengakhiri permainan ini“
“apa maksutmu. Apakah aku bisa menyelesaikan permainan ini“

“ada kak, kakak harus bermain dengan permainan ini, kakak harus kembali ke masa dimana Sandra namun permainan ini terlalu berhaya karna nyawa adalah pertaruhanya“

“lakukan Yul. Aku akan melakukanya bila benar dapat mengakhiri semua ini biar kan aku yang bertemu dengan Sandra dan mencari tau tentang kematianya“

Hingg tatapan mata Yuli tampak sangat serius dan kami sepakat akan melakukan permainan ini di dalam Apartementku .. entah permainan apalagi yang akan kami mainkan.. tapi aku akan siap semua nya..

Misteri apa yang menyelimuti kematian Sandra..

Bersambung....

Cerita Horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 3

Malam itu aku hanya sendirian di apartementku melihat acara TV kesukaan ku ,
Yuli memutuskan untuk menginap di rumah teman SMU ku yang lain, karna dia sudah rindu dengan sahabat sahabat SMU nya apalagi setelah lama tinggal di Jerman.

Namun aku masih terfikirkan oleh permainan itu mungkin itu memang hanya sebuah permainan iseng karna hantu Toilet itu terdengar seperti lelucon ,
Namun entah kenapa malam ini aku merasakan ada yang aneh di apartement ku entah kenapa seperti aku merasakan kehadiran sosok lain yang ada di dalam ruangan ini.
Ku rasakan bulukudukku berdiri setiap aku melihat ke belakang tak kudapati apapun.
“ya ampun ada apa sih ini, gak biasanya apartementku kok mencekam kaya gini”

Aku bergumam sendirian menahan rasa takut ku itu, hingga tiba tiba aku mendengarkan suara seseorang sedang bersenandung.
Dan suaranya berasal dari dalam kamar mandi.

“suara apa itu.”
Aku beranjak dari sofa ku dan ku matikan TV ku dan melangkahkan kaki ku menuju ke kamar mandi.
Ku tahan sesak nafasku mendengar senandung itu dari luar kamar.

Semakin lama suara senandung seorang perempuan itu semakin aku dengar ,
Namun karna penasaran dengan siapa yang berada dalam kamar mandi aku mulai mebuka pintu itu.
Ku lihat sekeliling tidak ada apa apa.
Hanya kamar mandi yang kosong,

“siapa yang baru saja aku dengar itu padahal disini tidak ada siapa siapa”

Aku pun berjalan ke luar namun tiba tiba langkahku terhenti ketika melihat kaca wastafel ku ,
Jantungku berdegup kencang, mata ku melotot dan sesak nafasku membuatku terdiam dengan keringat yang bercucuran.
Aku melihat di dalam kaca itu seorang anak perempuan dengan rambut hitam yang panjang berdri menatapku dengan senyuman yang mengerikan ,
Ingin rasanya berteriak namun suaraku tidak kunjung bisa keluar aku menatap anak itu ,

Hingga perempuan itu mendekatiku,
Dan yang paling aneh aku hanya bisa melihat perempuan itu dari kaca Wastafel itu karna saat aku melihat tempat dimana dia berdiri sosok itu tidak ada,

Hingga telingaku mendengarkan sesuatu,

“wer bist du“

Dan mendengar dia mengatakan itu aku terdiam , itu seperti bahasa jerman namun aku tidak yakin hingga aku teringat pesan Yuli untuk mengatakan sebuah kalimat bila melihat Sandra,
mungkinkah sosok di cermin itu adalah Sandra seperti kisah legend Urban itu,
namun aku lupa aku harus mengatakan apa ,
di sela pikiranku yang semakin kacau , suara itu terus menerus berdengung di dalam telingaku membuat ketakutanku semakin memuncak hingga aku pun teringat dengan pasan itu,
ku tatap cermin itu dimana aku melihat sosok itu dan ku katakan ,
“aku bukan orang yang munafik “

Dan kemudian sosok itu melihatku dengan tatapan yang dingin membuat kaki ku semakin gemetaran melihat suasana mencekam itu dan kemudian sosok itu menghilang,
aku bersandar menahan takut itu di tembok itu,
“astaga apa itu tadi. Apa itu adalah Sandra bila benar maka aku akan melihatnya setiap aku di kamar mandi selama 12 hari seperti apa yang di katakan yuli“

Aku bangkit berdiri dan meyakinkan diriku bila aku tidak melihat apa apa, mungkin karna aku terlalu lelah hingga aku berhalusinasi,

ku ambil minuman air putih untuk menenangkan diriku,
“ya ampun apa itu tadi“
Sembari berfikir aku pun berjalan ke ruang tamu untuk sejenak merebahkan badanku namun aku mendengar suara handpone ku berbunyi,
ku cari sumber suara itu hingga aku mendengar kan suara Ine yang menelponku dengan suara yang lirih hingga aku tidak dapat mendengarkan secara jelas apa yang ingin dia katakan .

“Nita to to tooolloongg!!“

Mendengar itu aku bertanya padanya “halo, Ine ada apa. Apa ada yang terjadi“
Belum aku mendapatkan jawaban telepone itu terputus membuatku menjadi gelisah apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatku itu,

segera aku menghubungi Yuli dan akan menjemputnya dari rumah temanku,

ku pacu mobilku hingga aku sampai di tempat Yuli berada , dan ku lihat Yuli sudah menungguku .
“ada apa kak. Kok tiba tiba menghubungiku seperti ada yang baru saja terjadi“

“ayo kita ke rumah Ine , aku merasakan ada sesuatu yang buruk sedang terjadi di rumahnya“

Mendengar itu Yuli langsung masuk ke mobil dan segera ku pacu mobilku dengan kecepatan yang tinggi.

“Yul , aku mau tanya apa boleh.“
“tanya apa kak.“ Sahut Yuli menatapku penasaran.

“sebenarnya permainan yang kita maenkan itu apakah permainan itu benar benar nyata . maksutku sosok Sandra apa dia ada atau hanya tokoh fiksi yang di gunakan sebagai cerita rakyat biasa.“

Namun Yuli hanya diam dan sesekali menatap ke arah jalanan , karna aku penasaran aku menyentuh bahu sepupuku itu dan dia menatapku dengan tersenyum sembari mengatakan
“tentu saja itu hanya cerita rakyat biasa, untuk menakut nakuti anak anak biar gak lama lama kalau di kamar mandi, emang kenapa. Jangan bilang kakak baru saja melihat Sandra“

Aku cukup lega mendengakan itu namun apa arti diam yang baru saja aku lihat benarkah Yuli jujur padaku atau ada yang dia sembunyikan dari ku.
Aku penasaran dengan sikap Yuli yang misterisu akhir akhir ini.

Hingga aku sampai di Rumah Ine, ku tatap Rumah itu tampak sepi, dan lampu juga belum di nyalakan aku turun dari mobil di ikuti oleh Yuli yang berjalan mengikutiku,

berkali kali aku nyalakan bel rumah namun tidak ada jawaban sama sekali membuatku semakin ketakutan dan hawatir apa yang terjadi disini.

Terpaksa aku masuk secara paksa dan Yuli berjalan mengikutiku,
ku buka pintu itu yang ternyata tidak di kunci, dalam kegelapan ruangan itu aku melangkahkan kaki ku menelusuri rumah Ine yang mewah dan besar itu,
hingga aku berdiri di sebuah kamar Ine, ku coba membuka kamar itu namun terkunci dari dalam
namun dari luar kamar aku mendengarkan suara seseorang sedang menangis.

“apa kau mendengarnya Yul.“
“apa.“ Tanya Yuli yang menatapku.
“aku seperti mendengar suara seseorang menangis dari dalam kamar ini. Apa kamu tidak mendengarnya. Apa itu Ine “

“maaf kak. Tapi aku tidak mendengarkan apa apa“ jawab Yuli yang sembari mencoba mendengarkan suara itu.
Karna kami semakin hawatir dengan sahabat kami aku dan Yuli sepakat untuk membuka paksa pintu itu,
“Bruakakaka“

Suara pintu yang terdengar setelah kami mendobrak bersama sama.

Namun ku dapati kamar kosong dimana kamar itu baru saja di acak acak oleh seseorang.
Ine adalah anak yang selalu tampil rapi sungguh aneh melihat kamarnya berantakan seperti ini.

Ku panggil nama Ine berulang ulang kali namun tetap saja tidak ada jawaban dan membuatku semakin hawatir tidak karuan,
aku mencoba menghubungi handponya dan aku mendengar i-ring handonya dari suatu tempat.

“kau mendengarnya kan Yul, suara Handpone Ine“

“ya kak. Aku mendengarnya sepertinya suaranya dari bawah lantai ini“

Aku pun menuruni tangga lantai 2 itu dan berjalan mendekati suara handpone itu.
Hingga aku yakin suara itu berasal dari dalam kamar mandi ini.

Namun sama seperti kamar Ine . pintu itu terkunci
Ku panggil berkali-kali namun Ine tak juga menjawab hingga aku tiba tiba merasakan pasti ada yang baru saja terjadi dengan Ine..

Ini adalah hal yang tidak biasa aku lihat kenapa Ine tiba tiba menghubungiku dan ku dapati rumah ini seperti rumah yang tidak aku kenal sebelumnya apa yang sebenarnya terjadi, hingga terbesit pikiran bila Ine bunuh diri

“jangan jangan Ine Bunuh diri“ sembari ku tatap Yuli yang terkejut mendengar itu

“bunuh Diri kak. Tidak mungkin kita harus mendobrak pintu itu“

Aku dan Yuli pun kembali mendobrak pintu kamar mandi itu.

“bruakakakkaa“ suara yang sangat keras.

Dan ku dapati seseorang dengan pakaian putih duduk termenung di sudut kamar mandi dengan posisi menangis dan di samping sosok itu ku lihat Handpone yang masih berdering karna panggilanku.

“Ine apakah itu kau .“

Aku mendekati sosok itu di ikuti oleh Yuli yang ada di belakangku.

Semakin aku mendekat sosok itu semakin misterius dia menutupi wajahnya dengan lutut nya.

“Ine apakah itu kau“

Berulang- ulang aku bertanya namun tidak ada jawaban hingga aku menepuk bahu itu

“Ine apa kah itu kau“

Hingga sosok itu akhirnya mengangkat wajahnya dan menatapku ,
aku terkjut melihat Ine dengan mata menangis darah dan melihatku.

“Nita tolong aku“
Aku yang terkejut berjalan mundur dan di ikuti dengan Yuli namun kuyakinkan diriku bila itu adalah sahabatku Ine .
“Apa yang terjadi padamu Ine. Ada apa denganmu“

Aku berjalan mendekatinya dan menatapnya hingga dia menceritakan itu,

“Pagi ini aku ke kampus seperti biasa namun saat aku akan keluar dari rumah aku mendengarkan seseorang sedang bersenandung di suatu tempat karna penasaran aku pun mendekati suara itu dan mengarah pada kamar mandi ini.
Dan semakin lama suara itu semakin aku dengarkan dengan sangat jelas aku pun masuk ke dalam kamar mandi namun aku tidak menemukan siapapun , melihat itu aku berencana akan keluar namun tiba-tiba aku di kejutkan oleh sebuah Kaca dimana ada seorang perempuan menatapku dengan sangat mengerikan dia tersenyum dan di matanya sangat menakutkan,
aku yang ketakutan sontak menutup mata ku, dan saat aku menutup mataku aku mendengar perempuan itu berbicara di telingaku ..
bahasa yang aneh aku tidak dapat mengerti bahasanya,
dan mendengar itu aku berteriak dan berencana keluar dari dalam kamar namun kaki ku . dia menarik kaki ku dan kemudian saat aku membuka mataku sosok perempuan itu menatap ku .
dan tiba tiba aku tidak dapat melihat lagi seperti ini. Tolong aku Nita sebenarnya apa yang baru saja aku lihat itu“

mendengar itu aku terdiam menatap Yuli karna cerita itu sama seperti apa yang aku alami,
ada apa ini. Apa yang sebenarnya terjadi ini,
apa jangan jangan kami memang sedang bermain dengan Sandra lalu kenapa dengan Ine .
apa selama ini aku benar bila Yuli menyimpan maksut yang dia sembunyikan dari kami dan permainan ini memang seperti di sengaja,
apakah Yuli menyimpan dendam pada Ine karna Seorang lelaki . bila benar aku tidak akan terima apa yang dia lakukan meski aku adalah sepupunya namun cara ini tetap saja tidak di benarkan.
Apa yang kau rencanakan Yul,. Kenapa kau tega melakukan ini pada sahabatmu sendiri .
Aku akan menghentikan semua ini. Bahkan bila harus melakukan sesuatu yang tidak kau sukai..

Ku tatap Yuli dengan tatapan Serius..

Bersambung............

Cerita Horor Urband Legend (Ghost Bathroom) Part 4

Sebenarnya apa yang terjadi padamu kenapa denganmu Ine”
Tanyaku sembari mengusap mata yang menangis karna darah itu,

“aku tidak tau. Kenapa aku seperti ini” tangisan Ine yang semakin memenuhi ruangan , aku pun segera membawa Yuli ke Rumah sakit .

Di ruang tunggu itu aku menatap Yuli dengan tatapan yang sangat serius.
Hingga Yuli merasa terganggu dengan apa yang aku lakukan dia pun menatapku sembari bertanya
“apa . apa yang mau kau katakan padaku . jangan menatapku seperti itu.”

Aku pun mengalihkan pandanganku ke lantai dan menunggu hasil pemeriksaan dari dokter yang tengah merawat Ine di dalam Ruang operasi itu.
Hingga Dokter pun akhirnya keluar dan melihat kea rah kami aku pun berdiri dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada sahabatku itu.

“teman anda sudah tidak apa apa. Dia hanya mengalami sedikit masalah di selaput mata nya dan membuat darahnya keluar namun dalam beberapa hari ke depan mungkin dia akan baik baik saja jadi anda tidak perlu hawatir”

Mendengar itu perasaan lega pun aku rasakan .
Hingga teriakan seseorang yang aku kenal tiba tiba muncul di tengah keberadaan kami dan dia adalah Yuda.

“Nita bagaimana keadaan Ine apa dia baik baik saja, dan apa yang terjadi padanya”

“dia tidak apa apa kok dan sekarang dia sedang istirahat” aku meyakinkan Yuda kalau Ine baik baik saja.
Namun ku tatap Yuli sangat dingin melihat Yuda , dan kemudian pergi meninggalkan aku .

“sebenarnya apa yang kamu sembunyikan Yul, jangan buat kami penasaran dengan perubahan sikap kamu” aku bergumam sembari melihat Yuli berjalan meninggalkan kami,

Setelah berpamitan dengan Yuda aku pun mengikuti kemana Yuli pergi hingga ku lihat Yuli masuk ke sebuahkamar mandi perempuan, aku pun mengikutinya dari belakang.
Ku masuki kamar mandi itu namun ada yang aneh aku tidak melihat siapapun ada di dalamkamar mandi ini .
Mungkinkah Yuli masuk ke dalam salah satu ruangan ini, hingga perasaan itu muncul lagi aku merasakan ada yang sedang mengawasiku dari tempat yang tidak aku tau.

Kaki ku perlahan menjadi sangat berat, dan kembali mataku tertuju pada sebuah cermin di atas Wastafell itu dan benar saja aku melihat perempuan itu muncul lagi dengan posisi duduk di atas toilet itu.
Aku terdiam dan terus melihat kaca itu, berkali kali aku melihatnya namun mata ku tidak dapat melihatnya hanya kaca ini yang membantuku dapat melihat sosok yang misterius itu,
Hingga sosok itu kemudian menatapku dan berjalan merangkak menuju ke arahku yang mematung karna ketakutan itu.
Dan setiap rangkakanya mampu membuat nafasku terhenti bahkan kaki ku seolah tidak sanggup menahan berat badan ku.

“ada apa ini. Sebenarnya siapa kau ini”

Dan sosok itu mulai berdiri dan menatapku dengan tatapan yang dingin itu , mata yang sangat mengerikan dengan bekas luka di sekujur badanya. Membuatku tidak tau apa yang harus aku lakukan.

“wer bist du“ 

Kembali dia mengajukan sebuah pertanyaan padaku, dan kembali aku menjawabnya dengan jawaban yang sama
“aku bukan orang yang munafik“
Dan sosok itu tersenyum kemudian menghilang dari pandangan ku untuk ke dua kalinya.

Kali ini aku melihat kengerian sosok nya yang semakin terpampang nyata di depan mataku “ada apa ini“

Aku sudah sangat gelisah dengan apa yang aku alami apakah Yuli dan Ine juga merasakan apa yang aku rasakan ini.
Siapa dia“ tanyaku dalam hati, apakah mungkin dia adalah Sandra legen Urban itu . namun dimana keberadaan Yuli yang jelas jelas dia masuk ke dalam kamar mandi ini kenapa dia tidak ada.

Kemana dia“

Aku keluar dari kamar madi dan berniat kembali ke kamar Ine di rawat dimana ada Yuda yang ada disana menjaganya namun saat aku sampai di kamar Ine.
Kembali jantungku berdegup sangat kencang karna melihat sosok itu sedang tengah berdiri menatap Ine yang tertidur di atas ranjangnya dan yang membuat ku lebih aneh adalah Yuda tidak melihat sosok itu padahal dia ada di samping sosok itu dan Ine
“Apa Yuda tidak melihat sosok itu. Ada apa ini , apa yang mau di lakukan oleh nya“

Aku terdiam dengan keringat bercucuran hingga Yuda menatapku dengan Heran “kamu kenapa Nit“
Tanya Yuda yang penasaran karna aku.
“tidak !! tidak ada apa apa“

Dan ku lihat sosok itu sudah menghilang.
Kali ini aku yakin ada yang aneh dari semua ini , sebelum semua menjadi semakin mengerikan lagi aku harus tau apa yang sedang aku hadapi ini,
ku cari arti kalimat itu hingga aku menemukan dan ternyata itu benar bila itu adalah bahasa Jerman 
“ wer bist du adalah Siapa kau“
Artinya memang ada hubunganya dengan permainan ini yang di perkenalkan berasal dari Jerman,
Siapa Sandra dan mungkinkah permainan ini nyata”

Ku cari itu di internet dan sukurlah aku banyak menemukan artikel tentang permainan ini.
Di Jerman nama permainan ini adalah “Wer bin ich“ yang artinya cari siapa aku.
Permainan ini awalnya di perkenalkan pada tahun 1989 karna sebuah tragedy berdarah di Berlin.
Seorang anak perempuan di temukan meninggal di sebuah kamar mandi dan di duga bunuh diri, namun semenjak kematianya satu persatu keluarganya mati dengan cara yang misterius .
Dan kini permainan ini menjadi populer dan biasa di mainkan oleh anak muda untuk menguji nyalinya.

Seseorang dapat di katakan menjadi dewasa bila sudah berani memainkan permainan ini, dan kepastian permainan ini nyata atau bukan itu masih menjadi misteri karna dari berbagai sumber permainan ini di anggap masih menjadi permainan mitos , namun tidak sedikit yang percaya bila permainan ini nyata dan dapat di katakan permaian ini adalah permainan pemanggil arwah ,
tepatnya Arwah dari gadis yang bunuh diri itu. 
Nama gadis itu adalah Sara, dan yang menarik dari permainan ini adalah permainan ini mewajibkan untuk tidak menjadi seorang yang munafik karna Sarah adalah orang yang benci dengan kemunafikan.

Aku sedikitnya tau tentang permainan ini namun tetap saja aku yakin pasti ada yang kurang dimana masih banyak misteri yang belum terkuak dari permainan ini bila benar aku harus mencarinya kemana hingga terbesit pikiran gila ku,

aku harus memainkan kembali permainan ini sendirian mungkin dengan itu aku akan tau apa yang harus aku lakukan namun apakah ini tidak terlalu berbahaya , tapi aku yakin bila aku tetap seperti ini pasti akan ada yang terjadi pada Ine .

tekat ku pun sudah menjadi bulat dan berniat akan memainkan permaian ini.
Malam itu..

Aku mempersiapkan semua yang harus aku siapkan seperti ritual itu sebelumnya.
Ku letakkan semua dan sama persis saat Yuli mau akan melakukan permainan ini.

Dan mulai ku ucapkan ritual itu hingga kembali lampu di kamar mandi ini menajdi mati dan perlahan aku melihat ada yang sedang bernafas di belakangku ,
tubuhku sontak menggigil ketakutan, namun aku berusaha tetap tenang hinga ku rasakan sebuah sentuhan di bahuku dan aku yakin aku tidak sendirian di kamar mandi ini.

Hingga lampu pun kembali menyala, tak ku dapati siapapun di tempat itu hingga suara gemercik seperti ada yang baru saja menyiram toilet mengalihkan perhatianku,
suara itu sangat mengangguku aku pun mendekati toilet itu.

Dan ku buka penutup itu betapa terkejutnya aku melihat sebuah kepala menatapku dengan tatapan sinis dari dalam toilet sontak aku berteriak
“AAAghhh“
Aku pun terjatuh dan berjalan mundur hingga sosok itu keluar dari dalam toilet dan merangkak mendekatiku 

“Sie ruft mich jetzt, was Sie wissen müssen“

Aku hanya diam dan terus berjalan mundur karna aku tidak tau apa yang di katakan oleh sosok misterius itu.
“apa yang mau kau lakukan padaku“

Aku terus bertanya namun sosok itu terus mengulangi pertanyaan dengan bahasa lain itu, seperti bahasa jerman , dan aku tidak mengerti.

Aku berada di kamar mandi di aparetementku sendirian, hingga aku mulai pasrah di sudut tembok itu dan aku di selamatkan oleh sebuah suara seseorang di balik kamar itu.

“ Ich bin kein Heuchler“ dan mendengar itu sosok itu kemudian kembali ke dalam toilet aku yang terkejut siapa yang mengatakan itu pun tertuju menatap pintu kamar mandi itu,

“siapa kamu“
Hingga dia muncul dan ternyata dia adalah Yuli,

Yuli yang menatapku sembari terheran heran melihatku dengan tatapan marah menatapku
“apa yang baru saja kau lakukan . apa kau tidak tau apa yang baru saja kau lakukan“

Aku terdiam menatap Yuli yang marah padaku ,
“kenapa kau marah padaku“

“tentu saja aku marah karna kau baru saja melakukan hal yang bodoh , kau tidak tau apa yang akan kau lakukan“

Aku pun berdiri dan menatap Yuli
“sebenarnya apa yang kau sembunyikan katakan“

Yuli terdiam menatap kaca itu dan kemudian mengatakan itu.

“sebenarnya permainan yang baru saja kita lakukan adalah permainan kematian“

Aku terdiam mendengar itu “apa maksutmu Yul. Katakan apa yang kau maksut dengan permainan kematian itu“

Yuli kemudian mengatakan itu yang membuatku tau apa yang kini sebenarnya terjadi 

“Aku benci dengan kemunafikan , apalagi sahabat yang tega menusuk sahabatnya sendiri“

Mendengar itu aku teringat dengan sosok Ine.
Apakah Yuli memang yang telah melakukan semua ini, dan permainan apa ini . yang baru kami lakukan.

Dan aku akan membuat Yuli mengatakan semuanya, 

Bersambung..... 

Cerita Horor Urband Legend (Ghost Bathroom) Part 2

Hari telah berganti menjadi Sore, 
Tak kusangaka kami sudah menghabiskan banyak waktu di rumah Ine , dan ku ajak Yuli untuk pulang .
“Eh udah Sore, yuk kita pulang?” ajak ku pada Yuli.

Namun Yuli menolaknya dan mengatakan “hari ini aku mau menginap di rumah Ine aku masih kangen sama dia. Kalau kamu mau pulang, Pulang aja dulu ya” jawabnya sembari tersenyum padaku,

Aku merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku Yuli, semenjak kami berada di situasi itu.
“kamu mau nginep di Rumah Ine. ya kalau Ine mengijinkan, Ayo ah katanya kamu mau nginep di Aparetement ku” ajak ku sedikit memaksa sepupuku itu.

“gak ah pasti boleh ya kan Ne” tanya yuli kepada Ine dengan tatapan yang membuatku yakin ada yang Yuli sembunyiin.

“ya gak papa kok . biar Yuli nginep di rumahku aja. Lagian kami udah lama gak bercanda kaya gini?”
Jawab Ine dengan senyum yang manis.

“kalau begitu aku juga mau nginep aja deh disini? Enak aja kalian mau seneng seneng tanpa aku “
Jawabku singkat . karna tetep aja aku merasakan ada perasaan yang janggal disini.

Dan kemudian kami tertawa bersama..

Kini Sore sudah berganti menjadi malam,

Seperti saat kami masih bersekolah kami akan bermain perang bantal, setelah memakai piyama Ine yang aku pinjam dan semuanya sudah siap kami pun mulai bermain,
Tawa riang canda telah kami lewati malam ini, dan kami saling melepas kerinduan saat dulu kami masih berseragam anak sekolah,
Hingga akhirnya rasa lelah membuat kami merebahkan diri kami di atas ranjang itu.

“udah lama banget ya kita gak ngelakuin ini? Aku jadi pengen ke sekolah lagi?”

Ine mengatakan itu sembari menatap langit langit di kamar itu..

“ya ya jadi kangen sama bapak guru yang killer dulu kan Cuma Nita yang paling suka di incer habisnya bodoh sih?
Yuli mengatakan itu membuat Ine tertawa lepas, aku yang mendengar itu berdiri dan langsung menarik hidung adik ku ,
“ampun kak” rintih adik ku,
Dan Ine semakin tertawa lepas melihat itu sembari mengatakan
“kalian belum berubah ya? Masih aja suka tarik menarik hidung jadi inget waktu kalian ngelakuin itu di perpustakaan ? sampe sampe di liatin semua orang.”

Itu memang kenangan yang gak akan kami lupakan , masa masa itu kini hanya menajdi kenangan dan aku masih akan terus mengingatnya, hingga ku lihat Yuli beranjak dari Ranjang itu dan melihat Foto Ine dan Yuda. Aku yang melihat itu hanya diam melihat Yuli menatap Foto teman dan gebetanya sewaktu SMU. Aku sedikit memahami perasaan Yuli bila aku menjadi Yuli entah apa yang akan aku lakukan melihat sahabatku merebut sesuatu yang berharga di hidupku.

Hingga kemudia Yuli menatap ke arah kami dan mengatakan ..

“Eh ada yang mau maen gak??”

“apa? Tanyaku dengan wajah penasaran.

Yuli melangkakan kaki nya mendekati kami dan mengatan .
“kita maen Ghosts bathroom ?”

Apa itu?” tanyaku semakin penasaran dari nama nya seperti sebuah permainan yang pasti ada hubunganya dengan mistis.
Dan Yuli mulai menjelaskan permainan itu,

“Saat aku di Germany permainan ini sangat populer lo bahkan sampai sekarang. kami menyebut nya permainan kedewasaan.
Sebelum kita memulai permainan ini sebaiknya aku mulai menceritakan apa yang di maksut dengan Ghosts bathroom ya?
Pada suatu hari ada seorang gadis namanya adalah Sandra , dia gadis berumur 16 tahun yang sangat misterius banyak yang mengatakan dia menderita kelainan jiwa karna saat di dalam kamar mandi dia bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam . kebayang lah 12 jam apa coba yang dia lakuin di dalam kamar mandi. Dan karna kemisteriusan nya itu dia di panggil anak Toilet.

Hingga suatu hari dia di temukan Tewas di kamar mandi dengan mata terbuka di atas bak air mandinya, dan kematianya masih menjadi misteri sampai sekarang. menurut Rumor yang berkembang Sandra adalah Gadis yang bisa menyebrang ke dunia orang mati.
Kini kami meyakini Arwahnya masih tidak tenang, di Germany seseorang dapat di katakan dewasa bila dia sudah berani bermain ini.
Karna itu kalian mau gak maen ini? Ya kecuali kalian masih anak kecil yang suka ngompol?”

Sepertinya Yuli meledek kami , namun aku ragu dengan permainan ini karna Yuli paling tau kalau aku itu paling benci dengan yang ada hubunganya sama yang mistis mistis..
Namun Ine spontan menjawab “wah kayanya seru tuh ?? ayo maen.”

Ine sejak dulu adalah anak yang paling suka dengan yang ada hubunganya dengan Mistis, kadang aku pernah melihat Ine menatap suatu tempat dengan serius saat aku bertanya dia melihat apa, dia menjawab kalau dia melihat Hantu aku sedikit ragu tapi sepertinya dia tidak berbohong.
Mendengar itu aku ragu apakah akan bermain.

Hingga Yuli menjelaskan peraturanya.
“dalam permainan ini kita harus melakukan tata cara pemanggilan sosok Sandra.. namun ada juga peraturan yang mengharuskan pemain minimal 3 orang atau lebih yang terpenting harus berjumlah ganjil.
Dan kebetulan kita ada 3 orang jadi kita bisa bermain itu pun kalau Nita mau ikut?”

Ine dan yuli sontak menatap ke arah ku dengan tatapan yang membuatku bingung harus mengatakan apa.

“Nita kamu ikut ya?? “ tanya Ine dengan wajah memohon.
Namun belum aku menjawab tiba tiba Yuli memotong pembicaaanku
“Alah Nita itu suka ngompol sejak kecil mana mau dia bermain seperti ini? Hahaha?”

Mendengar itu emosiku tersulut dan ku katakan “ayo siapa takut? Awas aja kalau kamu yang ngompol?”

Mendengar itu Yuli dan Ine tertawa dan kami akan bermain ini Legend Urban..

Yuli menjelaskan lebih jauh tentang permainan ini.

“sebelum kita bermain mari kita lihat kamar mandi Ine apakah memenuhi kriteria? Karna permainan hanya bisa di lakukan di kamar mandi yang memiliki Wastafel di mana ada kaca, juga harus ada toilet duduk, dan yang terakhir adalah bak mandi yang terisi dengan air yang penuh karna saat melakukan permainan ini bila berhasil maka Sandra akan muncul di salah satu tempat itu?”

Aku hanya terdiam mendengar itu jantungku rasanya mau copot. Karna aku takut bila permainan ini memang nyata dan Sandra akan muncul..

Hingga Ine bertanya pada Yuli.
“kalau Sandra muncul apa yang dia akan lakukan?? Apa dia akan membunuh kita?”

“Sandra adalah Gadis yang hidup dari kepalsuan, dia tidak memiliki orang tua, dan dia di angkat anak oleh seorang yang kaya raya namun Sandra menyimpan dendam pada orang orang itu entah bagaimana Sandra tau bila kedua orang tuanya mati karna orang tua angkatnya? Karna itu Sandra sangat membenci orang yang munafik,”

Dari penjelasan Yuli aku menemukan keganjilan karna dia tidak menjawab pertanyaan itu dia hanya mengatakan Sandra adalah orang yang membenci kemunafikan apa ada maksut terselubung di balik permainan ini. Aku menyimpan tanda tanya dalam diriku .

Akhirnya permainan pun di mulai kulihat Yuli menutup pintu kamar mandi dan menaburkan garam di sekitar pintu itu, dan mulai mengisi bak mandi dengan air hingga memenuhi ruangan itu dengan air membuat lantai menjadi becek. Dan Yuli juga menciprati kaca dengan air di Wastafel itu hingga bayangan dalam kaca menjadi buram dan terakhir dia meletakkan sabun di dalam Toilet duduk itu.
Ingin aku tanyakan untuk apa semua itu? Namun perlahan aku mulai tau sepertiya dia ingin menggambarkan tempat ini saat saat dimana Sandra di temukan Tewas di kamar mandi?

Hingga Yuli berbalik dan menatap kami,
“ayo kita maen.. sebelum kita maen aku ingin kalian tau bila permainan ini akan berlangsung selama 12 hari karna angka 12 adalah angka kematian Sandra. Dan dari sini bila kalian setiap masuk ke kamar mandi dimanapun maka jangan kaget bila Sandra sewaktu waktu muncul. Saat dia muncul katakan pada dia “aku bukan orang munafik” karna dengan begitu dia akan pergi”

Setelah mendengar itu aku melangkah kan kaki kami di depan Wastafel dan menatap ke arah kaca.

“kalian harus memasukkan pasta ini ke dalam gigi kalian dan jatuhkan sikat gigi ini di dalam Wastafel, kemudian kumur dengan air di dalam hati kalian katakan “aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”

Ku ambil nafas panjang sebelum memulai permainan ini, aku mulai merasakan ada yang berubah di kamar mandi ini. Sepertinya ini bukan sekedar permaian namun ini seperti sebuah rencana. Aku banyak mencium keganjilan disini. Ada apa ini, Apa yang mau dilakukan oleh Yuli.

Dan kami pun melakukanya dan memasukkan pasta itu ke dalam mulut kami , namun tiba tiba lampu di kamar mandi perlahan menjadi mati aku terkejut dan ketakutan ku raba tangan Yuli dan Ine,
“kenapa ini?”
Hingga lampu kembali menyala dan kini kami mulai bergumam dalam hati kami.
“aku mau bertemu dengan Sandra karna aku mau tau kenapa Sandra bisa mati!!” dan setelah itu muntahkan kumuran itu bila berhasil Pasta yang ada di mulut kalian akan berubah menjadi warna merah darah. Jadi apa kalian sudah siap??”

Dan kami memuntahkan itu serentak dan seolah aku tidak percaya pasta putih itu menjadi pasta merah seolah darah ada di dalam pasta kami,

“ada apa ini? Apakah kita berhasil?”

Yuli tampak tersenyum melihat itu, wajah ketakutan terpampang jelas di dalam diriku terlebih Ine yang juga merasa terheran heran dengan apa yang kami lihat itu.
Dan mendadak kamar mandi itu menjadi tempat yang sangat mencekam membuat bulukudukk kami berdiri.

Hingga aku melihat seseorang sedang bersenandung di dalam bak mandi itu,

“la la la la” suara itu sangat merdu namun mengerikan aku ingin melihat nya tapi terhalangi oleh tirai itu dari pantulan cahaya itu aku melihat sosok berambut panjang yang tengah berendam dalam bak mandi itu.

“ada apa Nita? “ tanya Ine padaku 

“kalian mendengar suara senandung itu?” tanyaku pada Ine dan Yuli.

“tidak “ jawab serempak mereka berdua.

Aku pun mulai mendekati bak mandi itu yang masih tertutupi oleh Tirai. Dan suara itu semakin terdengar olehku.
Ku buka perlahan Tirai itu hingga ku dapati “Bak mandi yang kosong “

Aku menahan nafas lega melihat itu namun saat aku berbalik melihat Yuli dan Ine aku melihatnya.

Perempuan berambut panjang yang menatap ku dari dalam Toilet dengan mata merah di tutupi rambut panjang hitam yang sangat mengerikan ..

“AAArggghh?” teriak ku yang langsung memekikkan telinga ..

“ada apa?” tanya Ine dan Yuli serempak.

“Toilet itu. Ada yang baru saja muncul dari dalam Toilet itu? Perempuan berambut panjang?”

“jangan jangan itu Sandra lagi?” jawab Yuli yang membuatku semakin merinding.

Apakah permainan ini memang nyata bila benar maka dalam 12 hari aku akan melihat Sandra setiap aku masuk ke dalam kamar mandi,
Sebenarnya permaian apa ini. Kenapa aku memainkanya. Apa yang ingin Yuli tau dengan permainan ini

Aku menahan air mataku melihat itu karna aku sudah tidak sanggup lagi berdiri setelah melihat sosok itu yang kali pertama aku melihatnya

Namun kami sudah bermain ini. Semoga ini bukanlah malapetaka yang akan membawa kami menuju ke dalam malapetaka yang lebih jauh..
Aku menatap Yuli dan ku tanyakan itu

“bagaimana cara mengakhiri permainan ini?”

“permainan ini Cuma bisa di akhiri dengan satu hal yaitu berhenti menjadi munafik selama 12 hari bila tidak bisa maka kematian lah yang menjemputnya?”

Apa benar kematian yanga akan menjemput nya. Namun tiba tiba ku lihat Ine seolah ingin memuntahkan sesuatu.
“kamu kenapa Ine? Tanya ku pada Ine yang memegang perutnya itu.

Hingga muntahan itu pun keluar dari mulutnya dan aku terkejut melihat itu.
seekor kala jengking keluar dari dalam mulut Ine dan membuatku melihat ada yang aneh disini 

apa benar ini hanyalah permaianan atau sebuah kutukan.

Aku mulai menemukan keraguan di balik sepupuku Yuli apa yang ingin dia sembunyikan sebenarnya ..

Tujuan apa di balik permainan konyol ini.

Dan aku yakin hanya Yuli yang tau tentang permainan ini..

Bersambung……

Cerita horor Urban Legend (Ghost Bathroom) Part 1


Hari ini adalah hari aku akan menjemput seseorang di Bandara dia adalah sepupuku yang telah lama tinggal di Germany,
Sudah 4 tahun kami berpisah di karenakan dia melanjutkan untuk memilih bersekolah di Luar negeri.
Namaku adalah Nita dan ini adalah hari dimana semua rasa rindu ku akan kehadiranya akan aku tumpahkan dalam suka saat aku memeluknya,
Aku sudah 30 menit menunggu di sini dan dia tak kunjung keluar dari kloter perjalanan dari Germany,
Belum ku temui sosok gadis berambut pendek itu di sini,

Hingga seorang wanita berkaca mata hitam dengan rambut panjang terurai dan seolah di warnai cokelat itu mendekatiku,

“Nita?”
Tanya wanita misterius itu,

“ya, anda siapa?”

“bodoh , ini aku Yuli? Apa kau sudah lupa dengan sepupumu yang cantik ini?”

Sungguh luar biasa aku tidak menyangka bila Yuli tumbuh menjadi sosok yang benar benar cantik bahkan hingga aku tidak mengenalinya. Namun aku tidak merasa heran kami sudah tidak bertemu selama 4 tahun tentu dia sudah menjadi orang yang hebat. Pribadi yang menarik di tambah paras yang luar biasa tentu membuatku iri sejak kami berada di bangku sekolah SMU, namun kini kami sudah menjadi sarjana di bidang kami masing masing seolah tidak percaya dengan penampilanya yang memanjangkan rambutnya karna dulu dia paling tidak suka dengan rambut panjang.
Namun ini lah yang di sebut masa untuk berubah dan aku suka dengan gaya baru dari sepupu ku yang sudah dekat denganku sejak masih kecil itu?

“ternyata kamu masih jelek ya ? tidak ada perubahan berarti pada penampilanmu? Dasar jelek?”

Dia meledekku namun aku tau apa yang harus aku lakukan saat sepupuku ini meledekiku, ku tarik hidung mancung itu hingga dia merintih kesakitan tanda dia menyerah,
“aku menyerah” rintihnya meminta aku melepaskan tarikan tanganku.

Hahaha” aku tertawa lepas melihat hidung Yuli menjadi merah.

“dasar kamu malu tau ini kan tempat umum memang kita masih SMU, dasar kamu?” keluhnya padaku setelah ku tarik hidungnya seperti saat aku masih kecil itu,

******

Di dalam mobil kami besenda gurau mencurahkan segala kerinduan yang pernah kami alami saat kami masih kecil karna sudah lama kami tidak bercanda seperti ini.

“gimana keadaan orang tua kamu Nit?” Tanya dia padaku,

“Baik , orang tua kamu bagaimana ? aku kangen sama bude dan pak De, kapan mereka pulang ke Indonesia?”

“kayanya dia gak akan balik ke Indonesia. Mereka terlalu sibuk , aku aja disana gak di perhatiin sampai aku mendapatkan gelar sarjana mereka gak pernah tu melihat anak nya berhasil , bahkan tidak memberiku selamat padahal aku lulus dengan nilai Comelout.”

Aku sedikit beruntung mendengar sepupuku menceritakan kehidupanya di Germany,
Setidaknya orang tua ku masih menyempatkan waktu ku untuk melihatku mendapatkan gelar sarjana itu,

Dan ku ambil handpone ku lalu ku hubungi temanku yang juga teman baik Yuli saat masih duduk di bangku SMU,
“halo , ehm, kamu di rumah kan ? aku mau ke rumah kamu? Jadi jangan kemana mana atau kamu mati di tanganku? Hahahaha”

Dan ku tutup Handponku setelah memberi tau aku akan ke rumah temanku itu,

“siapa yang kamu hubungi?” Tanya Yuli dengan penasaran.

“nanti kamu juga akan tau . hehe aku mau memberi kejutan pada dia? “ sembari tertawa melihat wajah penasaran Yuli, karna Yuli adalah tipikal wanita yang paling gampang penasaran.

“ya sudah lah dasar resek” ledeknya kembali padaku yang marah karna tidak aku beri tau sebelumnya.

Uh, ngambek lagi mau aku tarik lagi itu hidung sampai seperti pinokio” ancamku pada sepupu ku .

“eh jangan nanti aku gak cantik lagi dong?”

Dan kami tertawa lepas , sungguh ini lah yang sudah lama kami tunggu bercanda bersama dan melepaskan tawa sesuka kami namun ini akan menjadi sempurna bila kami sampai di rumah itu,

“kamu masih tinggal dengan orang tuamu?” Tanya Yuli padaku..

“enggak lah, aku kan sudah sarjana, sekarang aku sudah kerja jadi aku sekarang tinggal di apartement, walaupun kecil tapi menyenangkan”

Jawabku sembari membanggakan diriku.

“wah boleh ikut nginep dong? Hahaha”

“boleh tapi bayar ya? “
Kami terus bercanda hingga akhirnya sampai di rumah temanku yang cukup mewah itu,
“ini rumah siapa Nit, gila gede banget?”

“nanti kamu akan tau , ayo ah kita masuk?” ajak ku dan kemudian keluar dari mobil itu.

Ku lihat terparkir motor gede yang keren di depan rumah itu namun aku seperti pernah melihat motor itu,
Dan ku pencet Bel itu. Ting tong!!
Hingga seseorang perempuan menyaut dari dalam rumah . “ya aku akan datang”

“eh, Yul kamu sembunyi gih ? nanti kita kejutkan dia dengan sosok kamu?”

Yuli pun bersembunyi meski Yuli juga tidak tau siapa yang akan aku pertemukan itu. Hingga perempuan itu membuka pintu itu,
“Nita cepet benget baru mau aku siapin minum eh udah datang, emang ada apa sih kok pake ngancem segala kesini nya?”

Namun ku lihat di ruang tamu sosok pria teman SMU kami, “Yuda”
Aku terhenyak diam karna dulu saat kami SMU, Yuli sudah lama menyimpan perasaan suka sama Yuda.
Sedangkan aku tidak tau apa yang Yuda lakukan di sini, karna bila Yuli tau keberadaan Yuda di rumah Ine, tentu akan menjadi masalah,
Ine dan aku tau bila Yuli suka sama Yuda, namun Yuda yang notabenya pria Cuek dan Yuli yang gengsi menyatakan Cinta pada yuda membuat mereka tidak menjadi sepasang kekasih bahkan sampai Yuli ke Germany perasaan itu belum tersampaikan.
“eh tunggu Yul?”
Saat aku akan menghentikan Yuli, namun terlambat.
“whaaa!! Ternyata ini rumah kamu ya Ine , wah gede juga ya rumahmu?”

Wajah ketakutan Ine melihat Yuli yang berdiri di hadapanya membuat ku sejenak berfikir,

“Apa Ine pacaran sama Yuda bila benar maka bisa bisa akan jadi masalah gede nie? Ine kan tau kalau Yuli cinta mati sama Yuda”

Hingga Yuli menatap kearah lelaki yang sedang duduk di sofa ruang tamu itu,
“itu Yuda? Ya?”

Tanya Yuli sama Ine.

Dan Yuda yang melihat kami juga tampak terkejut melihat teman teman SMU nya berkumpul dan berjalan menuju kearah kami,
“Lho? Nita? Kok gak masuk sih? Kamu? Kamu Yuli kan ?? lama banget gak ketemu? gimana kabar kamu”

Ternyata Yuda langsung mengenali Yuli hanya dengan melihatnya satu kali membuat suasana tampak hening, seolah kami salah tingkah dan bingung harus mengatakan apa, terlebih Ine..

“kamu kenapa disini yud?” Tanya Yuli pada Yuda.
“aku Cuma berkunjung aja kok ke rumah pacarku ini?”

Sontak kami terkejut .. ternyata selama ini aku tidak tau bila Yuda dan Ine pacaran?
Bila aku terkejut seperti ini entah bagaimana Yuli? Pasti hatinya terasa tertusuk pedang tajam di hianati temanya sendiri?

Aku hanya diam menatap suasana yang semakin tidak menyenangkan itu. Aku tidak tau harus mengatakan apa ..
“sejak kapan kalian pacaran?” Tanya Yuli dengan tatapan yang membuatku sedikit takut suasana nya akan menjadi semakin tidak enak.

“kami sudah pacaran sejak hari kelulusan itu?”

Dan sejenak aku melihat wajah Yuli yang tampak geram kemudian di tutupi oleh senyuman ,
Yang aku tau senyuman itu pastinya senyuman palsu, dan membutku takut bila persahabatan kami akan hancur setelah mendengar itu. Namun ternyata Yuli melakukan hal yang tidak aku duga sebelumnya entah itu dari dalam hatinya atau Cuma acting.

“selamat ya kalian berdua? Maaf bila aku terlambat ngasih selamatnya?”

Ku hembuskan nafas lega mendengar itu mungkin waktu 4 tahun di Germany membuat Yuli sudah melupakan Yuda dan mungkin dia juga sudah memiliki kekasih karna aku belum bertanya apa apa tentang kekasihnya..
Karna Yuli sudah menjadi sosok gadis yag sangat cantik,

Ine pun tersenyum pada Yuli dan mengatakan
“Terimakasih Yul, aku seneng banget bisa bertemu denganmu lagi? Aku kangen sama sahabat ku yang cantik ini?”

Kami pun tertawa bersama sama..
Namun tetap saja ada yang mengganjal dalam pikiranku entah apa itu? Semoga ini hanya firasatku saja dan tidak terjadi apa apa..

Bersambung